Jualan Doa????

Jam 14 siang tadi ketika baru sampai di kantor setelah menyelesaikan tugas ke Jogjakarta, sewaktu duduk santai sembari melepas lelah, tiba-tiba salah seorang kawan bilang : “enak yo nek wulan Pasa ngene kiye. Akeh wong kang entuk rejeki lan berkah”. (enak ya kalau bulan Puasa begini. Banyak orang mendapatkan berkah dan rejeki). Tak jawab, “Kok bisa???” Lalu dia mulai bercerita. Menurutnya kemarin ada orang datang ke kantor sambil membawa lembaran kertas. Kemudian orang

Money Changer Jalanan

Adalah agenda tahunan yang selalu ada disetiap menjelang hari raya Idul Fitri alias Lebaran, adalah banyak bertebaran para penjaja jasa penukaran uang baru. Hampir disemua kota ada yang beginian ini. Selama saya tinggal di Kota Solo,  Disepanjang jalan Slamet Riyadi mulai dari kawasan Sriwedari hingga Gladak serta di Jalan Sudirman dari depan Kantor Pos hingga depan Balai Kota dan juga disepanjang Jalan Adi Sucipto dari kawasan Manahan hingga Jajar banyak money changer jalanan tersebut. Dan

Banyuwindu : Desa Wisata Konservasi

Nama ini bagi saya memang terasa tidak asing lagi, sebab beberapa kali saya menemukan dan membaca tulisan mengenai kawasan ini di blognya mas Andy MSE serta website resmi Sekolah Rakyat Kendal. Dan baru pada 21 Agustus 2010 kemarin saya berkesempatan mengunjungi kawasan yang sedang dikembangkan menjadi desa wisata tersebut. Banyuwindu adalah nama sebuah dusun yang berada di desa Limbangan, kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Adalah dusun (perkampungan) paling atas yang

Long Bumbung

Setiap memasuki bulan Ramadhan, waktu kecil saya dulu (saat sekolah SD dan SMP), selalu nyumet long bumbung (meriam dari bambu). Meskipun permainan ini tergolong cukup membahayakan karena menggunakan api, namun permainan ini cukup menyenangkan sambil menunggu waktu buka puasa atau pun untuk memeriahkan malam sehabis tarawih. Cara membuat Long bumbung cukup mudah. Bahan baku utamanya adalah bambu dengan panjang sekitar 2 meter dan diameter yang cukup besar (sekitaran 15cm). Setelah itu, pada

Nyadran

Bagi wong Jawa, Tradisi Nyadran atau Sadranan adalah sebuah agenda tahunan yang selalu dilakukan setiap menjelang bulan Ramadhan. Yakni pada akhir bulan Sya’ban atau Ruwah.Ini merupakan budaya asli Jawa yang sudah berlangsung lama. Ketika para Wali Songo menyebarkan agama Islam mengakulturasikan budaya (ritual) yang berbau animisme dengan nuansa Islami. Tradisi nyadran merupakan simbol adanya hubungan dengan para leluhur, sesama manusia, dan Yang Mahakuasa atas segalanya. Nyadran

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline