Bayi Berwarna ‘Kuning’
Kategori KabarBelajar dari hal yang dialami oleh Najwa, salah seorang adik sepupunya Rama, yang sedikit kelihatan ‘kuning’ sewaktu lahir, maka saya mencoba mencari tahu mengenai hal tersebut. Baik dari koran, majalah, internet serta ngobrol-ngobrol dengan dokter anak, dan kebetulan ada saudara yang jadi dokter anak. Akhirnya sedikit terjawab tanda tanya saya. Berikut ini sedikit sari-pati hasil investigasi yang mungkin bermanfaat bagi sedulur-sedulur yang membutuhkan.
Bayi berwarna (kelihatan) ‘kuning’ dalam istilah medis dinamakan dengan ikterus neonatus. Hal ini terjadi dapat dikarenakan meningkatnya kadar bilirubin dalam darah hingga melebihi ambang batas normal. Gejalanya adalah kulit dan bagian putih mata tampak kuning tapi suhu badan normal. Untuk bayi yang lahir cukup bulan, kadar bilirubin-nya adalah 12,5 mg/dl (miligram per desiliter) darah. Sedangkan bayi yang lahir kurang bulan, kadar bilirubin-nya aman pada 10 mg/dl darah.
Bilirubin adalah zat hasil pemecahan hemoglobin (protein sel darah merah yang mengangkut oksigen). Hemoglobin terdapat dalam eritrosit (darah merah) yang setiap waktu mengalami pemecahan yang akan menghasilkan heme dan globin. Dalam proses berikutnya, zat-zat tersebut akan berubah menjadi bilirubin bebas atau indirect.
Dalam kadar tinggi, bilirubin bebas ini bersifat racun, sulit dibuang dan sulit larut dalam air. Guna menetralisirnya, hati akan mengubah bilirubin indirect menjadi direct yang dapat larut dalam air. Nah, masalahnya organ hati pada sebagian bayi baru lahir belum dapat berfungsi optimal. Barulah setelah beberapa hari organ hati akan mengalami pematangan dan proses pembuangan bilirubin dapat berlangsung lancar.
Masa pematangan (optimalisasi) organ hati pada setiap bayi berbeda-beda. Akan tetapi pada umumnya pada hari ketujuh mulai berfungsi baik, maksimal 10 hari sudah berfungsi baik. Sehingga setelah berumur 7 hari, rata-rata kadar bilirubin bayi mulai normal.
Jika bayi sampai hari ketujuh dam maksimal 10 hari setelah lahir belum menunjukan kadar bilirubin normal maka orang tua harus waspada. Segera periksakan ke dokter, sebab bisa jadi ini bukan faktor fisiologis (alamiah) akan tetapi ada penyakit (patologis) dibalik ini semua. Pada bayi yang kuning karena faktor fisiologis biasanya terjadi pada 2-4 hari setelah lahir dan akan sembuh pada hari ketujuh, sebab organ hati sudah mengalami pematangan fungsi dalam memroses bilirubin. Jadi bayi kuning karena hiperbilirubin fisiologis adalah gejala biasa.
Sementara itu hiperbilirubin yang disebabkan oleh penyakit (Ikterus neonatus patologis), misalnya dapat diakibatkan karena virus hepatitis, malaria, sifilis, toksoplasma, kelainan pada saluran empedu maupun karena ketidakcocokan rhesus (golongan darah). Bayi masih saja kuning meskipun sudah berusia 14 hari. Dan ini pasti disertai dengan panas yang tinggi (demam) serta berat badan tidak bertambah.
Penanganan atau terapi yang dapat dilakukan pada bayi yang kuning karena penyakit ini antara lain :
Fototerapi (terapi sinar). Dilakukan selama 24 jam atau setidaknya sampai kadar bilirubin dalam darah kembali pada batas normal. Dengan fototerapi, bilirubin dapat dipecah dan mudah larut tanpa harus diubah dulu oleh organ hati. Ini juga sebagai upaya agar kadar bilirubin tidak terus meningkat karena akan berakibat fatal.
Pada terapi sinar, seluruh pakaian bayi dilepas kecuali pada mata dan alat kelamin harus ditutupi dengan kain kasa, sebab pertumbuhan mata bayi belum sempurna jika terkena cahaya berlebihan dikhawatirkan akan merusak retinanya. Demikian pula dengan alat kelaminnya, agar kelak tidak terjadi kelainan pada proses reproduksinya seperti kemandulan dan sebagaianya.
Meskipun efektif tetap harus waspada. Sebab fototerapi terkadang menjadikan bayi malas minum sehingga terjadi dehidrasi. Pemecahan bilirubin justru akan memacu pengeluaran cairan empedu ke usus sehingga memacu diare. Untuk itulah bayi harus tetap diberikan susu ASI selama proses terapi berlangsung.
Terapi Transfusi Tukar. Apabila dengan penyinaran (fototerapi) masih saja tidak ada perubahan maka perlu dilakukan transfusi tukar. Artinya darah bayi yang sudah teracuni dibuang dan ditukar darah lain yang tidak teracuni. Hal ini dilakukan karena dikhawatirkan apabila kadar bilirubin terus meningkat hingga 20 mg/dl darah maka akan menimbulkan kerusakan sel otak, sehingga akan berefak pada gangguan pada anak seperti keterbelakangan mental, gangguan motorik maupun bicara serta gangguan pendengaran dan penglihatan.
Pemberian ASI secara optimal. Bahwa perlu diingat, bilirubin dapat dipecah apabila bayi mengeluarkan feses dan urin. Sehingga pemberian ASI harus diberikan sebab ASI sangat efektif dalam memperlancar buang air besar dan air kecil. Namun demikian, pemberiannya harus tetap dalam pengawasan dokter, sebab pada beberapa kasus justru ASI dapat meningkatkan bilirubin sehingga bayi semakin ‘kuning’.
Terapi Sinar Matahari. Ini merupakan terapi tambahan atau bahkan terapi awalan. Bisa dilakukan ketika bayi belum mendapatkan terapi yang lain atau bisa juga setelah selesai perawatan dari rumah sakit. Terapi ini dilakukan dengan ‘menjemur’ bayi dibawah sinar mentari pagi antara jam 7 hingga 9 selama sekitar setengah jam dengan dilakukan ‘variasi’ posisi (telentang dan tengkurap maupun miring).
Untuk terapi sinar matahari ini harus diingat bahwa jangan membuat posisi bayi melihat langsung matahari karena dapat merusak mata. Serta jangan melebihi jam 9 karena intensitas ultraviolet sangat kuat dan akan merusak kulit bayi.
Demikian ini sedikit hasil investigasi saya mengapa bayi baru lahir terkadang berwarna kuning. Dan dari pengalaman saya ketika secara tidak sengaja membuka hasil foto-fotonya si Najwa di laptop ternyata sangat kentara kuningnya, padahal dilihat biasa tidak kelihatan kuning. Jadi terkadang hanya dilihat sekilas atau apalagi penerangan ruangan yang redup seolah bayi tersebut nggak kuning padahal setelah dibawa keluar atau difoto terlihat kuning.
Disarikan dari koran Suara Merdeka, Minggu 8 Nopember 2009 dan hasil diskusi dengan Mas Anang (dokter anak) di Solo.











Tukang Nggunem´s last blog ..Dialog (imajiner) SBY dan Tukang Nggunem
[Reply]
ciwir Reply:
November 10th, 2009 at 13:10
[Reply]
JAUHDIMATA Reply:
November 10th, 2009 at 14:12
kaco-kaco
JAUHDIMATA´s last blog ..Transkrip Pidato Bung Tomo 10 November 1945
[Reply]
Perubahan itu dialami setiap bayi, jadi pada level yg berbeda, setiap bayi mengalami kuning.
Seperti yg dijelaskan di atas, ada beberapa terapi yg umumnya digunakan
Terapi sinar ultraviolet (lampu UV atau matahari pagi)
Pada fototerapi dg lampu, bayi disinari dg lampu UV sekujur tubuhnya –kecuali bagian vital harus ditutup (mata & alat kelamin), sambil dipanasi (karena bayi telanjang rawan kedinginan, dengan lampu pemanas atau sekedar lampu dg daya besar), disuplai infus (karena telanjang & dipanasi maka penguapan cairan tinggi, bayi pada saat terapi juga tidak bisa minum)
ASI
Tujuannya adalah memperbanyak bayi membuang feses & urin, yg sekaligus membuang bilirubin.
Nah, anakku ketika itu juga kuning, diperparah dg ASI yang tidak lancar. Untung kakeknya SpA, jadi bisa “menculik” lampu UV dibawa ke rumah, “menculik” perawat untuk pasang infus di rumah…
Perlu diperhatikan ketika menutup mata, ketika ada celah cahaya kecil maka bayi akan “melirik” ke arah cahaya tsb, sehingga menjadi juling. Maka tutup mata sebisa mungkin rapat.
Berikut beberap potretnya:
http://picasaweb.google.com/odydasa/DaffaAlbum1#5209546348911394178
http://picasaweb.google.com/odydasa/DaffaAlbum1#5209546628162671042
http://picasaweb.google.com/odydasa/DaffaAlbum1#5209546556234564178
[Reply]
banyak yang akan punya anak mas…. hihihi
lare-tidar´s last blog ..715 Ruang Kelas SD di Kab. Magelang Rusak
[Reply]
luxsman´s last blog ..Our Heroes Day
[Reply]
itempoeti Reply:
November 10th, 2009 at 16:30
[Reply]
[Reply]
luxsman Reply:
November 10th, 2009 at 16:34
luxsman´s last blog ..Menjual Kulit Hewan Qurban
[Reply]
ciwir Reply:
November 11th, 2009 at 13:56
[Reply]
Andy MSE Reply:
November 11th, 2009 at 21:12
[Reply]
Bhinneka Tunggal Ika kami yang pertama
Bahu membahu, bimbing saling membimbing
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
————————————
yos mengucapkan selamat hari pahlawan..
[Reply]
Andy MSE Reply:
November 11th, 2009 at 21:14
cah iki fasrideng ra urus karo tulisane temane opo???
[Reply]
mandor tempe´s last blog ..KRA (KPI 2, habis)
[Reply]
s H a´s last blog ..Melihat dan Cekikrek
[Reply]
marsudiyanto´s last blog ..Credit Repair Services
[Reply]
[Reply]
Andy MSE Reply:
November 11th, 2009 at 21:17
Andy MSE´s last blog ..Labuh
[Reply]
[Reply]
atau… ojo2 bayine diadusi banyu kunir ya???
*kunir apa sumbo ya*
Andy MSE´s last blog ..Labuh
[Reply]
ciwir Reply:
November 12th, 2009 at 10:13
[Reply]
[Reply]
[Reply]
ciwir Reply:
November 16th, 2009 at 14:29
[Reply]
[Reply]
tulisan zee terbaru adalah : Kesehatan gigi dan mulut
[Reply]
Post a Comment