Peringatan Maulid Nabi di Indonesia selalu diperingati dengan beragam cara dan acara. Dari sekadar menggelar pengajian kecil-kecilan di Mushalla atau Surau hingga seremoni akbar dan bakti sosial, dari sekedar acara sekelas forum udud hingga acara yang besifat ritual-ritual yang sarat tradisi lokalitas. Seperti Sekaten di Keraton Yogyakarta dan Surakarta maupun Gerebeg Mulud di Demak.
Jika Sekaten atau Grebeg Mulud adalah tradisi lokalitas, ada juga tradisi “impor” dari tlatah Arab. Wong Jawa sering menyebutnya dengan berjanjen. Kalangan pondok pesantren tradisional di tanah air sangat akrab dengan hal ini. Berjanjen berasal dari kata Barzanji, yakni sebuah karya tulis berupa prosa yang isinya bertutut tentang biografi Kanjeng Nabi Muhammad, yang mencakup silsilahnya, kehidupannya dari masa kecil sampai diangkat menjadi Rasulullah, sifat-sifat mulia yang dimilikinya serta berbagai peristiwa yang pantas dijadikan teladan manusia.
Kitab ini judul aslinya sebenarnya adalah ‘Iqd al-Jawahir (Kalung Permata). Namun, dalam perkembangannya, nama pengarangnyalah yang lebih masyhur disebut, yaitu Syekh Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad al-Barzanji. Dia seorang sufi yang lahir di Madinah pada 1690 M dan meninggal pada 1766 M.
Ritual membaca dan melantunkan isi kitab ini bagi masyarakat pesantren sudah dapat dikatakan sebagai sebuah ritual sakral. Menjadi menu wajib menyambut bulan Rabi’ul Awal. Sebagai sebuah inspirator dan motivator keteladanan dalam kehidupan. Selain itu juga sebagai wahana belajar sejarah.
Satu hal yang menjadi pertanyaan saya sejak lama adalah, dalam melantunkan “ayat-ayat” Berjanjen mengapa hanya menggunakan bahasa Arab saja? Mengapa dalam forum berjanjen belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atau Jawa? Sehingga seorang kaumbiasa seperti saya ini juga dapat memahami isinya dan mengambil pelajaran serta hikmah yang terkandung di dalamnya. Memang ini tidak mudah, sebab kitab tersebut menggunakan bahasa prosa kelas sastrawan sehingga butuh sastrawan pula untuk menerjemahkan dalam bahasa kedisinian. Selain itu, juga harus melihat dan mempertimbangkan kesiapan masyarakat menerima hal baru ini terhadap aktivitas yang kadung tersakralkan itu. Sebab yang penting menurut saya, bahwa kandungan dan makna kitab tersebut lebih penting dipahami daripada sekedar sebagai sebuah “lagu wajib” sebuah ritual yang disakralkan.
Ketika pertanyaan tersebut saya lontarkan pada seorang teman yang cukup santri di Bhumi Tidar, dia menjawab ya memang sudah seperti itu adanya., masak mau diubah-ubah. Lalu saya tanya lagi, bagaimana dengan kitab suci Al Qur’an saat dilantunkan dalam berbagai kesempatan juga dibacakan artinya. Apakah ada yang lebih sakral dari Kitab Suci Al Qur’an?
..::gambar dari Mas Tony MF::..
Firefox 3.6.13 pada
Windows 7
untuk tahu artinya butuh 1 semester tuh mas di pondok
(bagi yang mau ngaji dan tidak sekedar memandang sinis orang berjanjen)
kitab terjemahan juga dah banyak kok (bagi yang mau beli), tapi untuk diforumkan dalam lantunan prosa jawa…??? hmmm
Ini adalah karya seni sastra dan dalam menyampaikan dalam bentuk seni juga makanya dilantunkan tidak hanya dibaca.
Sakral….? tidak ah, tapi terkadang membawa dalam ekstase juga.
Firefox 3.6.13 pada
Linux Mint 10
kekaprahan yang berkelanjutan ketika berjanjen yang merupakan budaya, oleh banyak orang dianggap sebagai ibadah…
azaxs Reply:
February 6th, 2011 at 11:21
kalau saya memandang berjanjen sebagai bagian ibadah pak, namun semua tergantung pada niatnya.. :)
han Reply:
February 7th, 2011 at 08:08
Ibadah itu luas pak, nulis komen juga bisa bernilai ibadah.
fajarmcxoem Reply:
February 9th, 2011 at 21:44
melu ibadah komen ndek kene ah
han Reply:
February 10th, 2011 at 15:47
wes pokokmen sesama gibol ki wes do paham ngibadah ning lapangan bal we iso entuk ganjaran ra kudu moco berjanjen
Firefox 3.6.13 pada
Windows XP
eee tak kira berjanjen itu dari kata berjanji…xixixixi ga tau melu je….
lek masalah berjanjen mah saya ga tau pak…
tapi kalo hubungannya dengan peringatan maulid Nabi…
setau saya Rasul dan sahabatnya tidak pernah merayakan hari kelahiran Rasul, bahkan ada yang bilang hari kelahiran Rasul sendiri sebenarnya masih gonjang-ganjing tepatnya tanggal, berapa cuma dibilang tahun Gajah aja…
wonk namanya ulang tahun, alias milad, alias perayaan hari lahir justru merupakan budaya non Islam…
bukankah menyelisihkan diri dg org kafir merupakan tuntunan Islam?
soal lebih sakral mana? tentu Qur’an Is the best…
suwe rek ra blogwalking…xexexexe
Firefox 3.6.7 pada
Windows 7
hm..
agak susah buat dijawab,,
karena udah melekat pada budaya tertentu sih.. jadi dikira wajib.
:)
Opera Mini 5.1.22296 pada
J2ME/MIDP Device
apik menurut manungso drg mesti yo apik menurut Gusti Allah.
elek menurut manungso drg mesti elek menurut Gusti Allah.
Wis to ben urusane mereka dg gustine..
Firefox 3.6.13 pada
Windows 7
Aneh juga sih klo kita berdoa atau membaca sesuatu pujian pujian tapi kita nggak ngerti artinya apa???
lha wong menurut ilmu kesemestaan, kita hidup di dunia dalam tautan energi yang saling kait mengkait, dan energi semesta itu begitu peka terhadap pikiran kita, kita berdoa sudah berbusa busa sampai capeeek ingin kaya, tetapi pikiran bawah sadar kita begitu takut akan jadi miskin, sudah pasti miskin itu lah yang menjadi kenyataan…
sebutlah kata kata ini, “alhamdulillah”, “terimakasih”, “halleluyah”, “kampreeet”, “kakekkane”, “sayang”, de el el, semuanya tidaklah ada perbedaan maknanya kecuali pikiran kita yang memberi makna yang berbeda…
JADI???
Firefox 3.6.12 pada
Windows 7
Namun karena kurangnya informasi banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek-aspek apa saja yang melingkupi dunia wiraswasta. Sedang kekayaan itu sendiri seakan-akan merupakan simbol keberhasilan dari kewiraswastaan.Bukan hanya sebagian masyarakat awam yang berpikir demikian karena ternyata beberapa lembaga pembinaan kewiraswastaan juga mempunyai persepsi yang mirip dengan itu.
Firefox 4.0.1 pada
Windows XP
salam kenal mas bro,…saya kadang2 ikutan juga,..saya ga ngerti artinya,..tapi saya suka karena ketika kitab itu dibacakan mereka membicarakan sebuah kebaikan, kebaikan kebaikan dan sejarah dari sang idola,..begitu mas bro…yang lebih sakral lagi adalah proses sambung rasa, sambung rasa kepada sang idola,..ga hanya ketika acara yg hampir2 mirip spt itu,..sambung rasa yang terjadi kapan saja kita mengingat sang idola…untung saja saya blum jd idolanya justin beiber hehehehhe
Maaf, Komentar ditutup!!.
03:29
Entah apakah mereka paham atau tidak artinya mungkin tidak penting yang jelas setelah menjadi partai juga sama dengan lainnya, bahkan lebih bosok
Andy MSE Reply:
February 6th, 2011 at 09:43