Berjanjen itu Ritual Sakral?

Kategori Budaya , Warna-Warni 22 Komentar | 4,252 views

Peringatan Maulid Nabi di Indonesia selalu diperingati dengan beragam cara dan acara. Dari sekadar menggelar pengajian kecil-kecilan di Mushalla atau Surau hingga seremoni akbar dan bakti sosial, dari sekedar acara sekelas forum udud hingga acara yang besifat ritual-ritual yang sarat tradisi lokalitas. Seperti Sekaten di Keraton Yogyakarta dan Surakarta maupun Gerebeg Mulud di Demak.

Jika Sekaten atau Grebeg Mulud adalah tradisi lokalitas, ada juga tradisi “impor” dari tlatah Arab. Wong Jawa sering menyebutnya dengan berjanjen. Kalangan pondok pesantren tradisional di tanah air sangat akrab dengan hal ini. Berjanjen berasal dari kata Barzanji, yakni sebuah karya tulis berupa prosa yang isinya bertutut tentang biografi Kanjeng Nabi Muhammad, yang mencakup silsilahnya, kehidupannya dari masa kecil sampai diangkat menjadi Rasulullah, sifat-sifat mulia yang dimilikinya serta berbagai peristiwa yang pantas dijadikan teladan manusia.

Kitab ini judul aslinya sebenarnya adalah ‘Iqd al-Jawahir (Kalung Permata). Namun, dalam perkembangannya, nama pengarangnyalah yang lebih masyhur disebut, yaitu Syekh Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad al-Barzanji. Dia seorang sufi yang lahir di Madinah pada 1690 M dan meninggal pada 1766 M.

Ritual membaca dan melantunkan isi kitab ini bagi masyarakat pesantren sudah dapat dikatakan sebagai sebuah ritual sakral. Menjadi menu wajib menyambut bulan Rabi’ul Awal. Sebagai sebuah inspirator dan motivator keteladanan dalam kehidupan. Selain itu juga sebagai wahana belajar sejarah.

Satu hal yang menjadi pertanyaan saya sejak lama adalah, dalam melantunkan “ayat-ayat” Berjanjen mengapa hanya menggunakan bahasa Arab saja? Mengapa dalam forum berjanjen belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atau Jawa? Sehingga seorang kaumbiasa seperti saya ini juga dapat memahami isinya dan mengambil pelajaran serta hikmah yang terkandung di dalamnya. Memang ini tidak mudah, sebab kitab tersebut menggunakan bahasa prosa kelas sastrawan sehingga butuh sastrawan pula untuk menerjemahkan dalam bahasa kedisinian. Selain itu, juga harus melihat dan mempertimbangkan kesiapan masyarakat menerima hal baru ini terhadap aktivitas yang kadung tersakralkan itu. Sebab yang penting menurut saya, bahwa kandungan dan makna kitab tersebut lebih penting dipahami daripada sekedar sebagai sebuah “lagu wajib” sebuah ritual yang disakralkan.

Ketika pertanyaan tersebut saya lontarkan pada seorang teman yang cukup santri di Bhumi Tidar, dia menjawab ya memang sudah seperti itu adanya., masak mau diubah-ubah. Lalu saya tanya lagi, bagaimana dengan kitab suci Al Qur’an saat dilantunkan dalam berbagai kesempatan juga dibacakan artinya. Apakah ada yang lebih sakral dari Kitab Suci Al Qur’an?

..::gambar dari Mas Tony MF::..

Kata Kunci : , , ,

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

22 Komentar

Komentar
6 Feb 2011
03:29
#1 suryaden :
menggunakan Firefox 3.6.13 Firefox 3.6.13 pada Ubuntu 10.10 Ubuntu 10.10

maklum islam follower…. paling mentok ya pokoke, nggak ada itu saringan kecerdasan atau logika atau apalah yang membuat itu membumi dan mudah dipahami bukan secara elitis pesantern, dalam hal ini pesantren sebagai elitisnya.

Entah apakah mereka paham atau tidak artinya mungkin tidak penting yang jelas setelah menjadi partai juga sama dengan lainnya, bahkan lebih bosok :D

Andy MSE Reply:

walaupun dilakukan oleh follower, tp budaya itu influens lho!

6 Feb 2011
05:55
#2 han :
menggunakan Firefox 3.6.13 Firefox 3.6.13 pada Windows 7 Windows 7

untuk tahu artinya butuh 1 semester tuh mas di pondok :D (bagi yang mau ngaji dan tidak sekedar memandang sinis orang berjanjen)
kitab terjemahan juga dah banyak kok (bagi yang mau beli), tapi untuk diforumkan dalam lantunan prosa jawa…??? hmmm
Ini adalah karya seni sastra dan dalam menyampaikan dalam bentuk seni juga makanya dilantunkan tidak hanya dibaca.
Sakral….? tidak ah, tapi terkadang membawa dalam ekstase juga.

6 Feb 2011
09:47
#3 Andy MSE :
menggunakan Firefox 3.6.13 Firefox 3.6.13 pada Linux Mint 10 Linux Mint 10

kekaprahan yang berkelanjutan ketika berjanjen yang merupakan budaya, oleh banyak orang dianggap sebagai ibadah… (doh)

azaxs Reply:

kalau saya memandang berjanjen sebagai bagian ibadah pak, namun semua tergantung pada niatnya.. :)

han Reply:

Ibadah itu luas pak, nulis komen juga bisa bernilai ibadah.

fajarmcxoem Reply:

melu ibadah komen ndek kene ah

han Reply:

wes pokokmen sesama gibol ki wes do paham ngibadah ning lapangan bal we iso entuk ganjaran ra kudu moco berjanjen :D

6 Feb 2011
11:17
#4 onyel :
menggunakan Firefox 3.6.13 Firefox 3.6.13 pada Windows XP Windows XP

eee tak kira berjanjen itu dari kata berjanji…xixixixi ga tau melu je….
lek masalah berjanjen mah saya ga tau pak…
tapi kalo hubungannya dengan peringatan maulid Nabi…
setau saya Rasul dan sahabatnya tidak pernah merayakan hari kelahiran Rasul, bahkan ada yang bilang hari kelahiran Rasul sendiri sebenarnya masih gonjang-ganjing tepatnya tanggal, berapa cuma dibilang tahun Gajah aja…
wonk namanya ulang tahun, alias milad, alias perayaan hari lahir justru merupakan budaya non Islam…
bukankah menyelisihkan diri dg org kafir merupakan tuntunan Islam?
soal lebih sakral mana? tentu Qur’an Is the best…
suwe rek ra blogwalking…xexexexe

6 Feb 2011
14:03
#5 anna :
menggunakan Firefox 3.6.7 Firefox 3.6.7 pada Windows 7 Windows 7

hm..
agak susah buat dijawab,,
karena udah melekat pada budaya tertentu sih.. jadi dikira wajib.

:)

7 Feb 2011
12:31
menggunakan Firefox 3.6.8 Firefox 3.6.8 pada Windows XP Windows XP

Lha kan ada berjanjen Illahilastu yang disyairkan menjadi Tombo Ati…..

nek jamanku cilik berjanjen ki yo ono sing syaire arab ono ugo sing jowo…

7 Feb 2011
23:09
#7 budies :
menggunakan Firefox 3.6.13 Firefox 3.6.13 pada Windows Vista Windows Vista

sing penting podho rukun wae ya mas, kalau ada yang bilang budaya yo monggo, kalau ada yang bilang ibadah yo monggo, kalau dianggap syair, lalu ada yang usul baca puisi yo monggo..semua kari niate dewe-dewe

8 Feb 2011
07:31
#8 na :
menggunakan Opera Mini 5.1.22296 Opera Mini 5.1.22296 pada J2ME/MIDP Device J2ME/MIDP Device

apik menurut manungso drg mesti yo apik menurut Gusti Allah.
elek menurut manungso drg mesti elek menurut Gusti Allah.
Wis to ben urusane mereka dg gustine..

8 Feb 2011
08:40
#9 'Ne :
menggunakan Firefox 3.6.13 Firefox 3.6.13 pada Windows Vista Windows Vista

di tempat saya juga namanya berjanjen, jadi itu toh asal muasalnya.. pernah ikut sekali dan ya cuma baca aja gak tahu maknanya hehe..

8 Feb 2011
23:48
menggunakan Firefox 3.6.10 Firefox 3.6.10 pada Linux Mint 10 Linux Mint 10

kendal juga termasuk daerah yang sangat kuat tradisi berjanjen ini, mas santri. setiap habis maghrib selalu berkumandang suara takzim, terasa menyejukkan. setahu saya ini memang salah satu bentuk penghormatan terhadap kanjeng nabi di bulan maulid.

9 Feb 2011
13:40
#11 aming :
menggunakan Firefox 3.6.8 Firefox 3.6.8 pada Windows XP Windows XP

kehidupan beragama di negara kita memang cukup beragam,terus terang saya baru tau artinya berjanjen….

iyem Reply:

saya juga baru tahu artinya berjanjen,,,,
:D

10 Feb 2011
07:16
menggunakan Firefox 3.6.13 Firefox 3.6.13 pada Windows 7 Windows 7

Aneh juga sih klo kita berdoa atau membaca sesuatu pujian pujian tapi kita nggak ngerti artinya apa???
lha wong menurut ilmu kesemestaan, kita hidup di dunia dalam tautan energi yang saling kait mengkait, dan energi semesta itu begitu peka terhadap pikiran kita, kita berdoa sudah berbusa busa sampai capeeek ingin kaya, tetapi pikiran bawah sadar kita begitu takut akan jadi miskin, sudah pasti miskin itu lah yang menjadi kenyataan…
sebutlah kata kata ini, “alhamdulillah”, “terimakasih”, “halleluyah”, “kampreeet”, “kakekkane”, “sayang”, de el el, semuanya tidaklah ada perbedaan maknanya kecuali pikiran kita yang memberi makna yang berbeda…
JADI???

15 Feb 2011
22:49
#13 itempoeti :
menggunakan Firefox 3.6.13 Firefox 3.6.13 pada Ubuntu 10.04 Ubuntu 10.04

mung diwoco yo apik…
ngerti artine luwih apik…
diamalke opo meneh…

ngono wae kok repoooottt…

16 Feb 2011
10:45
menggunakan Firefox 3.6.12 Firefox 3.6.12 pada Windows 7 Windows 7

Namun karena kurangnya informasi banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek-aspek apa saja yang melingkupi dunia wiraswasta. Sedang kekayaan itu sendiri seakan-akan merupakan simbol keberhasilan dari kewiraswastaan.Bukan hanya sebagian masyarakat awam yang berpikir demikian karena ternyata beberapa lembaga pembinaan kewiraswastaan juga mempunyai persepsi yang mirip dengan itu.

24 May 2011
01:45
#15 erlangga :
menggunakan Firefox 4.0.1 Firefox 4.0.1 pada Windows XP Windows XP

salam kenal mas bro,…saya kadang2 ikutan juga,..saya ga ngerti artinya,..tapi saya suka karena ketika kitab itu dibacakan mereka membicarakan sebuah kebaikan, kebaikan kebaikan dan sejarah dari sang idola,..begitu mas bro…yang lebih sakral lagi adalah proses sambung rasa, sambung rasa kepada sang idola,..ga hanya ketika acara yg hampir2 mirip spt itu,..sambung rasa yang terjadi kapan saja kita mengingat sang idola…untung saja saya blum jd idolanya justin beiber hehehehhe

Trackbacks to this post.

Maaf, Komentar ditutup!!.

Previous
« Tunas
Next
Bis Tingkat di Kota Solo »
MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.