Blok Cepu: Sejarah Singkat

Kategori Sejarah 30 Komentar | 6,059 views

Blok Cepu termasuk dalam cekungan laut  Jawa Timur. Daerah ini termasuk salah satu penghasil migas tertua di dunia dengan dimulainya produksi pada tahun 1887 antara lain ladang Kuti dan Kruka di selatan Surabaya. Lebih dari 30 ladang minyak diketemukan sebelum tahun 1920. Produksi kumulatif sampai sekarang telah melebihi  220 juta barrels. Di daerah Cepu sendiri 3 ladang yang ditemukan menjelang tahun 1900, sedangkan ladang Kawengan diketemukan pada tahun 1927, dan telah menghasilkan lebih dari 120 juta barrels.

Sebelum Perang Dunia ke II daerah ini dikuasai Shell. Explorasi dilakukan terutama dengan menggunakan pemetaan geologi permukaan, sumur-uji dan pemboran dangkal yang diikuti dengan pemboran explorasi dalam. Tanpa menyadari BPM nyaris menemukan ladang Bany Prip waktu melakukan kampanye pemboran dangkal yang menghasilkan lapangan gas Balun-Tobo yang berada di atas ladang Banyu Urip dan Cendana. Salah satu pemborannya mencapai kedalaman lebih dari  2000 m.

Pada tahun 1950, Shell kembali ke daerah Cepu dengan nama PT Shell Indonesia. Beberapa sumur explorasi dalam dibor (Kawengan-35, Tobo-8 dll). Tanpa disadari Shell kembali nyaris menemukan ladang Banyu Urip, sewaktu melakukan pemboran sumur Tobo-8. Selanjutnya PT Shell Indonesia angkat kaki dari daerah Cepu sekitar tahun 1960 dan daerah ini diambil alih  PN Permigan

Pada tahun 1965 blok Cepu diambil alih oleh Lemigas dan digunakan untuk tujuan pendidikan dan sebagai daerah latihan untuk personel teknik perminyakan. Selanjutnya pada tahun 1973-1974 survey-survey seismic dilakuan. Tidak ada catatan apakah hasilnya ditindak lanjuti dengan pemboran sumur explorasi.

Pertamina Unit III mengambil alih Blok Cepu pada tahun 1980. Menyusul suatu dekrit pemerintah yang membolehkan perusahaan nasional untuk berpartisipasi dalam explorasi minyak dan gasbumi, maka PT Humpuss Patragas mengajukan permohonan pengelolaan Blok Cepu. Permohonan awalnya adalah untuk  enhanced oil recovery dari lapangan2 tua Kawengan, Ledok, Nglobo and Semanggi dan kemungkinan explorasi di daerah sekitarnya. Suatu perjanjianTAC ditanda-tangani pada tanggal 23 januari 1990, dengan catatan bahwa semua lapangan minyak yang masih berproduksi dikeluarkan (carved-out) dari daerah kontrak, dengan demikian PT Humpuss Patragas yang baru terbentuk harus melaksanakan explorasi untuk bisa memproduksi migas.

Setelah melampaui (overrun) komitmen financialnya PT Humpuss Patragas memutuskan untuk mem-“farm-out”kan 49% dari “interest”nya pada perusahan international pada tahun 1995 dengan catatan bahwa Humpuss Patragas tetap bertindak sebagai operator.

Suatu “shortlist” dari  6 perusahan telah pilih dari lebih dari 100 pihak yang berminat untuk meninjau (to view) ruang data dengan Terumbu Kujung sebagai primadona. Walaupun semua ke 6 perusahaan itu sangat berminat, hanya perusahaan Ampolex dari Australia yang berhasil mencapai kesepakatan dengan  komitmen USD 100 juta dan  karena bersedia untuk membiarkan Patragas tetap bertindak sebagai operator, dengan catatan bahwa Ampolex akan menempatkan seorang Vice President Exploration dan Chief Geologist di dalam organisasi Humpuss Patragas. Setelah disetujui oleh pihak-pihak yang berwenang Ampolex menandatangani suatu persetujuan “farm-in”dg H.Patragas pada Mei 1996.

Karena Ampolex, yang sekarang telah diakuisisi oleh Mobil Oil, sangat bersemangat untuk melakukan pemboran. Pemboran explorasi Banyu Urip 01 dimulai  pada  bulan agustus 1998, di tengah-tengah kemelut politik dengan jatuhnya Presiden Suharto. Operasi pemboran telah dikuasai sepenuhnya oleh para insinyur pemboran dari Mobil Oil. Tidak ada para ahli geologi  atau ahli teknik  Patragas yang diperkenankan masuk ke lokasi pemboran atau melihat  data hasil pemboran. Pemboran dihentikan begitu masuk dan setelah pengintian runtunan klastik yang langsung berada di atas terumbu Kujung dilakukan.. Selanjutnya  muncul berita bahwa Mobil Oil (Exxon) sedang dalam proses dalam pengambilalihan  sisa 51% interest dari Humpuss Patragas serta menjadi operator.

Setelah berhasil mengakuisisi saham Humpuss Patragas, Exxon – Mobil Oil berusaha memperpanjang kontrak pengelolaan Blok Cepu. Pada era Presiden Megawati Exxon – MobilOil  mengajukan pembaharuan kontrak. Baru pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kontrak Exxon – MobilOil untuk blok cepu disetujui selama 25 tahun.

disarikan dari berbagai sumber

Kata Kunci : , ,

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

30 Komentar

Komentar
10 May 2011
12:38
#1 EOR :
menggunakan Firefox 4.0.1 Firefox 4.0.1 pada Windows 7 x64 Edition Windows 7 x64 Edition

Aku kemaren kesana lho mas. Tapi liat daerah yang banyak sumur minyak dikelola penduduk lokal dan memang itu tidak boleh dikelola perusahaan “asing”. Ambil-nya pun masih pake cara-cara tradisional.

10 May 2011
12:45
menggunakan Firefox 3.6.17 Firefox 3.6.17 pada Windows XP Windows XP

bagaimanapun produksi minyak dalam negeri kita masih lebih kecil daripada kebutuhan, akibatnya kita impor!

terus yang dikatakan cadangan2 terbukti itu tak lebih hanya cukup untuk 20 tahun ke depan……setelah itu piye?

11 May 2011
09:43
#3 Andy MSE :
menggunakan Google Chrome 11.0.696.65 Google Chrome 11.0.696.65 pada GNU/Linux GNU/Linux

cepu terletak di antara blowra – jobonegoro… jadinya blowjob… pas seperti namanya, cepu sekarang disedot terusss tapi yg disedot bukannya keenakan malah kapiran…

misbmanise Reply:

blowra niku daerah pundi nggih pak?
Haha..
Bisa-bisanya..
(msh ngekek2 jg ki)
hwaduuh..

sibair Reply:

astagfirllah… kok malah jadi blowjob… >.<

endar Reply:

hahaha…

11 May 2011
11:00
#4 aming :
menggunakan Firefox 3.6.8 Firefox 3.6.8 pada Windows XP Windows XP

waaa…sebenarnya indonesia kaya akan minyak juga yaa…

11 May 2011
18:54
#5 Rusa :
menggunakan Firefox 4.0.1 Firefox 4.0.1 pada Windows XP Windows XP

kapan2 mau maen ke Cepu ah
anterin jalan2 di sana yaaa :)

11 May 2011
19:38
#6 'Ne :
menggunakan Firefox 3.6.16 Firefox 3.6.16 pada Windows Vista Windows Vista

akhirnya dikuasai penuh oleh pihak asing donk?
*seperti biasa..

11 May 2011
22:33
menggunakan Google Chrome 11.0.696.65 Google Chrome 11.0.696.65 pada Windows 7 Windows 7

wew…sering dengar diberita. Tapi saya baru tahu ceita lengkapnya disini. Dan ternyata salah satu yang tertua yah?

11 May 2011
23:13
#8 Kaget :
menggunakan Firefox 3.6.11 Firefox 3.6.11 pada Windows XP Windows XP

Saya kira blok cepu itu baru2 ini saja ditemukan trus berujung ribut. Saya ko’ malah kasian lihat pemerintah,… semakin ngga mikir :(

12 May 2011
00:29
menggunakan Firefox 3.6.17 Firefox 3.6.17 pada Linux Mint 10 Linux Mint 10

sudah lama dengan “blog cepu”, mas santri. tapi baru kali ini saya baca uraian detilnya, matur nuwun, mas, share-nya.

12 May 2011
09:54
#10 Pencerah :
menggunakan Firefox 3.0.10 Firefox 3.0.10 pada Windows XP Windows XP

satu lagi kekayaan alam kita dirampok pihak asing

12 May 2011
16:08
#11 Film Anyar :
menggunakan Firefox 3.0.10 Firefox 3.0.10 pada Windows XP Windows XP

masalahnya, saya belum pernah ke cepu…
ada yang mau ngajak saya?

14 May 2011
08:11
#12 pulsa murah :
menggunakan Firefox 3.6.17 Firefox 3.6.17 pada Windows XP Windows XP

kapan yach indonesia bisa mengolah Sumber daya alamnya sendiri sehingga hasilnya 100% bisa di rasakan oleh bangsa indonesia

14 May 2011
14:10
#13 shaleh :
menggunakan Firefox 4.0.1 Firefox 4.0.1 pada GNU/Linux GNU/Linux

sepertinya themenya sama, xixi :)

14 May 2011
19:44
#14 itempoeti :
menggunakan Firefox 3.6.13 Firefox 3.6.13 pada Ubuntu 10.04 Ubuntu 10.04

perlu pemimpin sejati untuk bisa membawa bangsa ini mampu mengelola dan mengolah sumber daya alamnya sendiri.

dan bukan hanya tunduk terhadap kepentingan asing demi sekedar untuk memperkaya diri segelintir orang.

14 May 2011
19:48
#15 Love4Live :
menggunakan Firefox 3.6.13 Firefox 3.6.13 pada Ubuntu 10.04 Ubuntu 10.04

sedot menyedot menjadi satu… itulah Indonesia…

14 May 2011
20:11
#16 sanjati :
menggunakan Chromium 10.0.648.133 Chromium 10.0.648.133 pada Ubuntu 10.10 Ubuntu 10.10

apakah tidak bisa kita mengolah SDA dengan keringat sendiri tanpa membutuhkan campur tangan kepentingan asing?

16 May 2011
14:24
#17 Domba Garut :
menggunakan Google Chrome 10.0.648.204 Google Chrome 10.0.648.204 pada Windows XP Windows XP

Mudah2an dengan tulisan ini bisa membangkitkan perhatian anak bangsa untukbis amandiri dalam teknologi pengelolaan migas dan praa birokratnya agar faham mengambil kebijakan, terutama pada lahan selanjutnya.. dan menjadikan pelajaran agar tidak salah langkah lagi.

16 May 2011
17:16
#18 suwung :
menggunakan Firefox 3.6.17 Firefox 3.6.17 pada Windows XP Windows XP

hebad ra tau rene ternyata tulisane nggenah sekarang

17 May 2011
09:34
#19 ardian :
menggunakan Firefox 3.6.16 Firefox 3.6.16 pada Windows 7 Windows 7

wah klo abis disedot terus, nanti kita pake kayu lagi donk?

18 May 2011
15:14
#20 Bunda Bijak :
menggunakan Firefox 3.0.10 Firefox 3.0.10 pada Windows XP Windows XP

cepu memang terkenal sebagai kota minyak di jawa tengah

20 May 2011
20:00
#21 susisetya :
menggunakan Firefox 3.6.13 Firefox 3.6.13 pada Windows XP Windows XP

info yang lengkap tentang blok cepu, semoga blok cepu bisa dikelola dengan baik untuk kepentingan rakyat Indonesia…

21 May 2011
10:44
#22 endar :
menggunakan Chromium 7.0.528.0 Chromium 7.0.528.0 pada Ubuntu 10.04 Ubuntu 10.04

disedot terus lama lama habis

22 May 2011
18:54
#23 haris :
menggunakan Firefox 4.0.1 Firefox 4.0.1 pada Windows 7 x64 Edition Windows 7 x64 Edition

jadi ingat laporan majalah tempo soal calo tanah di sekitar cepu dan bojonegoro yang marak waktu exxon mau masuk ke sini.sampai2 exxon ngambek sendiri karena harga tanah di sana bisa berlipat2. :D

23 May 2011
16:07
#24 bocah ndeso :
menggunakan Google Chrome 11.0.696.65 Google Chrome 11.0.696.65 pada Windows XP Windows XP

warga masyarakat sekitar minyak block cepu masih miskin.Kebanyakan mereka petani tadah hujan, berharap bisa kerja bagian dari block cepu masihlah susah. Ironis sekali, para pekerja untuk level yang bagus kebanyakan pendatang. Pribumi kebanyakan kasar2x…Untuk yang tambang tradisional kebanyakan ngambil dari sisa-sisa sumur minyak yang ga kepakai.

23 May 2011
16:28
#25 tiyang jawi :
menggunakan Firefox 4.0.1 Firefox 4.0.1 pada Windows XP Windows XP

Mohon Maaf nich..mau sdkt komen “Sebenarnya Cepu itu masih diwilayah Jawa Tengah tapi perbatasan dekat dengan Jawa Timur.Jadi Cepu termasuk di Kabupaten Blora diKecamatan Cepu”.Matur Nuwun…

23 May 2011
16:51
#26 Hadar Warga Jatim :
menggunakan Firefox 3.5 Firefox 3.5 pada Windows XP Windows XP

Sebetul nya yg paling baik sebagai operator Block Cepu adalah Pertamina,explorasi di onshore lebih mudah dan ekonomis jika di banding di offshore, utk kontraktor asing di berikan kontrak karya yg sulit seperti di laut dalam yg mana kesulitan nya cukup sulit jika di banding di onshore dan lagi padat modal.
Teknisi minyak Indonesia sudah jago2 terbukti banyak yg kerja di luar dan sudah di akui Persh International seperti Dubai-Qatar-Iran-Irak -Libya dan Africa bahkan ada juga yg Mexico- Brasil dan laut Utara.
Begitu juga persh Nasional Indonesia juga ada yg beroperasi di luar sana..Medco dan ada lagi yg lain. Dan betul apa yg pernah di sampaikan Pak Amin sebaik nya utk semua tambang di Indonesia di kelola sendiri tidak utk asing seperti Freport dll.

3 Jun 2011
13:19
menggunakan Firefox 1.5.0.12 Firefox 1.5.0.12 pada Windows XP Windows XP

Blog cepu penghasil minyak tertua di dunia, di sedot terus kok gak habis2 ya….

Maaf, Komentar ditutup!!.

Previous
« Pendidikan Memanusiakan Manusia?
Next
MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.