Pada awal 2009 lalu, pemerintah mencanangkan bahwa pendidikan dasar gratis untuk semua. Tak pandang apakah dia orang kaya atau miskin, yang penting saat sekolah di SD dan SMP maka gratis alias tidak mbayar serupiah pun kecuali bagi sekolah yang berstatus RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) dan SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Kebijakan ini ditelorkan dengan pengalokasian dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) dinaikkan. Dana BOS awalnya digulirkan pada 2004/2005 lalu dan terus bergulir hingga saat ini adalah dana yang dialokasikan oleh pemerintah guna menutup biaya operasional yang dikeluarkan sekolah dalam penyelenggaraan belajar mengajar.
Namun betulkah dengan pengguliran dana BOS tersebut sudah bisa membuat pendidikan menjadi gratis? Ternyata tidak. Alokasi dana BOS ternyata belum mampu menutup kebutuhan sekolah dalam penyelenggaraan belajar mengajar. Dan penggunaannya juga sudah dibatasi (closed list), yang ternyata membuat sekolah (rata-rata dari hasil pengamatan saya) kurang bisa berimprovisasi dan berinovasi. Sudah dananya mepet, dibatesin lagi dan dipaksa pula
Dengan kebijakan tersebut maka membawa konsekuensi terhadap pemerintah daerah, yakni mau tidak mau harus mengalokasikan dana tambahan guna menutup kekurangannya atau banyak yang mengistilahkan dengan BOSDA (BOS Daerah). Artinya, semisal unit cost per siswa per tahun adalah Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah), alokasi BOS menutup Rp.5000 maka BOSDA harus menutup Rp.5000 juga sebab dengan kebijakan pendidikan gratis ini tidak boleh ada pungutan atau iuran dari orang tua siswa serupiah pun. Bagi daerah-daerah yang kaya jelas no problemo sebab APBD-nya memang memenuhi, lha bagi daerah-daerah yang ber-APBD rendah maka jelas hanya bisa menerapkan alakadarnya bahkan sama sekali tidak bisa mengalokasikan. Akhirnya penyelenggaraan pendidikan hanya bertumpu pada alokasi dana BOS saja.
Jika penyelanggaraan pendidikan hanya mengandalkan dari BOS apakah bisa? Sebenarnya bisa saja. Kita analogikan dengan mobil, bahwa pemerintah pusat sudah membelikan mobilnya trus apakah mobil tersebut mau langsung dipakai atau akan dimodifikasi dulu ya terserah yang memakainya. Bila mau modifikasi, misal nambahin AC biar penumpangnya nyaman, maka ya harus keluar duit lagi tho. Lha siapa yang harus nambahin? Ya pemerintah daerah jika memang tidak boleh memungut dari masyarakat.
Namun apakah itu sesuai dengan hakikat dari kebijakan tersebut, menurut saya jelas tidak. Jika bicara kebijakan maka pemerintah musti sembodo alias bertanggungjawab sehingga meski gratis tetap berkualitas dan bermutu, maka alokasi anggarannya juga disesuaikan sesuai dengan unit cost riil. Amanat UU Sisdiknas bahwa anggaran pendidikan adalah 20% APBN, diluar gaji guru dan pegawai harus dipenuhi. Saat ini jika dihitung memang anggaran pendidikan sudah lebih dari 20% bahkan bisa 30% namun itu termasuk komponen gaji dan honor (tambahan penghasilan) pegawai.
Satu hal lagi bahwa harus menjadi perhatian bersama apakah penghitungan unit cost per siswa tersebut sudah mengikutkan faktor alias variabel pendukung keberhasilan mutu pendidikan, semisal kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler. Karena kegiatan ini bersifat positif dan berkorelasi dengan kemampuan dan pengembangan bakat siswa.
Melihat kondisi pendidikan di Indonesia, lagi-lagi saya mengatakan bahwa selalu dan selalu saja episode babat alas dilakukan serta seolah masih dianaktirikan daripada kebijakan-kebijakan yang lain. Bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa Indonesia masih belum menjadi mainstream dalam pengambilan kebijakan.







tulisan mantan kyai terbaru adalah : Menerimakasihi Musuh
[Reply]
mantan kyai Reply:
December 2nd, 2009 at 17:44
tulisan mantan kyai terbaru adalah : Menerimakasihi Musuh
[Reply]
Wandi thok Reply:
December 11th, 2009 at 01:28
tulisan Wandi thok terbaru adalah : Memasang widget alexarank di sidebar blog
[Reply]
Wandi thok Reply:
December 11th, 2009 at 01:30
[Reply]
[Reply]
jarene UNAS kate ditiadakan? cihuuuuuyyyyyyyy
[Reply]
setuju gak kang nek UAN ditiadakan?
[Reply]
ciwir Reply:
December 3rd, 2009 at 09:51
aku pernah nulis neng kene ttg UNAS kuwi goleki wae lan woconen pendapatku ttg UNAS kuwi
tulisan ciwir terbaru adalah : Catatan Pinggir Setahun Pendidikan Gratis
[Reply]
tulisan olip terbaru adalah : Penguntit “Stalker”
[Reply]
ciwir Reply:
December 3rd, 2009 at 09:51
tulisan ciwir terbaru adalah : Catatan Pinggir Setahun Pendidikan Gratis
[Reply]
[...] This post was mentioned on Twitter by Rokhmad Munawir, Rokhmad Munawir. Rokhmad Munawir said: **berbagi http://tinyurl.com/yfw37hh (catatan kaumbiasa tentang setahun pendidikan gratis) di Indonesia** http://plurk.com/p/2u4kte [...]
tulisan dameydra terbaru adalah : Page View Blog
[Reply]
[Reply]
tulisan ajengkol terbaru adalah : Etika Ngeblog
[Reply]
pungutan yg nggak boleh kan yang sduah ditanggung BOS dan BOSDA lha misal untuk ekstra kurikuler seperti bal2an ya siswa bisa aja tetep bayar…
ditempat saya juga gitu pak…
[Reply]
[Reply]
[Reply]
tunggu saia menjadi presiden
[Reply]
ciwir Reply:
December 4th, 2009 at 07:21
lan tak tagih janjimu….
tulisan ciwir terbaru adalah : Catatan Pinggir Setahun Pendidikan Gratis
[Reply]
[Reply]
[Reply]
ciwir Reply:
December 4th, 2009 at 07:22
model anyar kuwi
[Reply]
Tapi Sistem Pembodohan Nasional…
Bukan hanya soal gratis atau tidak gratis.., tapi kurikulum dan materi pendidikannya tak memanusiakan manusia…
hanya menghasilkan “Animale Rationale”
[Reply]
[Reply]
[Reply]
tulisan andi terbaru adalah : Gnome-shell on Karmic
[Reply]
tulisan ami terbaru adalah : perikehewanan
[Reply]
salam kenal om
tulisan blog baru terbaru adalah : Saat kau kentut di depanku
[Reply]
ciwir Reply:
December 5th, 2009 at 19:01
mau tukeran link nggak pakde…
[Reply]
tulisan Kika terbaru adalah : Hedonis atau keset??
[Reply]
tulisan rental mobil di surabaya terbaru adalah : Gandeng Indomobil, VW Rakit Mobil di Indonesia
[Reply]
[Reply]
Mendingan spp bayar, tapi buku paket gratis..
tulisan Mengembalikan jati diri bangsa terbaru adalah : Biaya Kontes SEO
[Reply]
tulisan sawali tuhusetya terbaru adalah : Ujian Nasional Pasca-Keputusan MA
[Reply]
Wandi thok Reply:
December 11th, 2009 at 01:36
[Reply]
btw survei kemana aja nih?? :P
wah dari banyak comment disini rata rata pake firefox. 1 pake mozilla jadul. ada beberapa pake ie.. dan ada juga browser yang aku ngga kenal…
coba klo pake notepad kedeteknya apa ya?? hmm
tulisan Cloud terbaru adalah : Pengalaman Pertama 
numpang uji coba ah..
[Reply]
tulisan mandor tempe terbaru adalah : Sahabat
[Reply]
podho wae lah!… setane nangendi-endi…
tulisan Andy MSE terbaru adalah : Makibao dan Tiga Diva
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
tulisan novi terbaru adalah : The Heroes and The Bonex
[Reply]
tulisan Wandi thok terbaru adalah : Memasang widget alexarank di sidebar blog
[Reply]
ciwir Reply:
December 11th, 2009 at 07:35
tulisan ciwir terbaru adalah : Kode Negara pada Barcode
[Reply]
negara melalui pemerintah baik vusat maupun daerah harus mengalokasikan dananya untuk menjamin kelangsungan pendidikan grtis tsb.
saat ini geratis tapi setengah hati mas…
[Reply]
sekolahan wae saiki tertutup dan susah transparan.
mereka tdk transparan dalam penggunaan anggarannya untuk apa saja.
padahal dengan pendidikan digratiskan mereka menganggap dirinya seolah2 dijadikan korban…..
[Reply]
tapi, y moo gmn lom ada atuh maz,,,
*maklum masih menganut kepercayaan free_isme* he_3
yg ada cuma wajib bljar 9 tahun..
makanya kita ketinggalan
negara laen wajib bljar 18 tahun… (upplause)
[Reply]
Post a Comment