Disepakatinya ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) pada Januari 2010 lalu setidaknya membuat banyak pihak khawatir. Para pengusaha mulai khawatir produk-produknya tidak bisa bersaing dengan produk-produk dari China. Lha wong belum ada ACFTA saja produk China telah membanjiri pasar Indonesia. Sedikit namun pasti menggeser dan menyingkirkan produk-produk lokal. Murahnya harga adalah alasan orang memilih produk dari China. Jangankan para pengusaha yang bermodal besar dengan jaringan yang
Setelah mencoba mengganti theme blog ini, ada dua hal yang membuat saya agak sedikit ruwet adalah keberadaan favicon yang lenyap serta plugin wordpress stats tidak jalan alias tidak dapat mencatat berapa kunjungan pada blog ini. Pertama, untuk masalah favicon, sebelumnya memang saya mencoba memasukkan sebuah image kedalam hosting pada file public_html — theme namun itu masih gagal. Dan dalam komentar sahabat-sahabat dipostingan saya kemarin memang banyak membantu, dan akhirnya saya
Prism : Browser Simpel & Spesifik
Kategori KabarSebagai pengguna Ubuntu anyaran maka saya masih penasaran dengan aplikasi jerohane Ubuntu. Salah satunya adalah PRISM, adalah sebuah browser relatif simple dan specific. Sebenarnya ini merupakan bagian dari Mozilla Labs. Sebagaimana rilisnya dalam wiki mozilla : Prism is a simple XULRunner based browser that hosts web applications without the normal web browser user interface. Prism is based on a concept called Site Specific Browsers (SSB). An SSB is an application with an embedded browser
Benteng Van Der Wijck
Kategori KabarBeberapa waktu lalu bersamaan dengan agenda belajar bersama yang dilakukan oleh para perangkat desa ke Kebumen, saya diajak serta sebagai pendamping, dan karena penginapannya ada di sekitaran benteng tersebut maka saya menyempatkan melihat-lihat ke Benteng Van Den Wijck yang berada di Gombong Kebumen itu dari dekat. Benteng Van Den Wijck adalah benteng Belanda yang dibangun pada sekitar tahun 1818 dengan luas 3,6 Ha itu adalah dalam rangka pertahanan Belanda di wilayah Kedu Selatan. Pada awal
Setelah seharian menyusuri Gunung Menoreh untuk berkunjung ke desa-desa mitra, mulai dari Borobudur sampai ke perbatasan Kulon Progo, begitu sampai rumah sambil menikmati kopi anget dan pisang goreng bikinan mama-nya Rama, saya membuka email, ternyata ada sebuah surat dari seorang sahabat yang menceritakan hasil kunjungannya ke kawasan korban lumpur Lapindo di Desa Porong, Sidoarjo. Adalah Kika Syafii, seorang kawan yang saya kenal saat acara Halal bi Halal Joglo Abang lalu. Mas Kika,









