<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kaum biasa &#187; Kabar</title>
	<atom:link href="http://kaumbiasa.com/category/berbagi-kabar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kaumbiasa.com</link>
	<description>tansah migunani marang wong liya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 08:00:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Beasiswa Merapi : 1 Anak, 1 Ayam</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/beasiswa-merapi-1-anak-1-ayam.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/beasiswa-merapi-1-anak-1-ayam.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Jan 2011 14:59:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fren]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[Tlatah Bocah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2069</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ayam sangat dekat dengan kehidupan dusun.  Hampir setiap keluarga mempunyai piaraan ini. Disamping harganya murah,  pemeliharaannya cukup praktis. Cukup dipanggil “kuuurr…kuuurrr..kuuur..”  pasti mendekat karena saat itulah makanan sudah disajikan pemiliknya.
 Tlatah Bocah mengajak siapa saja untuk ikut berpartisipasi dalam program Beasiswa Merapi, 1 Anak 1 Ayam untuk anak-anak Merapi. Anak kelas 4 – 9 akan mendapatkan 1 ayam  kampung indukan siap bertelur dan mereka akan memeliharanya. Hal ini  mengajari anak untuk bertanggung  jawab, merawat hewan dan menabung.
 
Bagaimana caranya?

Hibah paket 1 ayam + perawatannya Rp 150.000,-
Partisipan sukarela mendonasikan sejumlah uang untuk program tersebut,
Apabila donasi setiap partisipan kurang dari nilai tsb diatas, akan digabungkan dengan partisipan lain,
Penerima hibah adalah anak-anak kelas 4 – 9 di lereng Gunung Merapi (ayam  kampung indukan siap telur) dan ketua RT/kepala dusun setempat (1 ayam  jantan)
Pemberian hibah</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayam sangat dekat dengan kehidupan dusun.  Hampir setiap keluarga mempunyai piaraan ini. Disamping harganya murah,  pemeliharaannya cukup praktis. Cukup dipanggil “kuuurr…kuuurrr..kuuur..”  pasti mendekat karena saat itulah makanan sudah disajikan pemiliknya.
 Tlatah Bocah mengajak siapa saja untuk ikut berpartisipasi dalam program Beasiswa Merapi, 1 Anak 1 Ayam untuk anak-anak Merapi. Anak kelas 4 – 9 akan mendapatkan 1 ayam  kampung indukan siap bertelur dan mereka akan memeliharanya. Hal ini  mengajari anak untuk bertanggung  jawab, merawat hewan dan menabung.
 
Bagaimana caranya?

Hibah paket 1 ayam + perawatannya Rp 150.000,-
Partisipan sukarela mendonasikan sejumlah uang untuk program tersebut,
Apabila donasi setiap partisipan kurang dari nilai tsb diatas, akan digabungkan dengan partisipan lain,
Penerima hibah adalah anak-anak kelas 4 – 9 di lereng Gunung Merapi (ayam  kampung indukan siap telur) dan ketua RT/kepala dusun setempat (1 ayam  jantan)
Pemberian hibah</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/beasiswa-merapi-1-anak-1-ayam.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>nyebrang kali numpak prahu</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/perahu-penyeberangan-bengawan-solo.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/perahu-penyeberangan-bengawan-solo.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 06:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Bengawan Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Penyeberangan Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1972</guid>
		<description><![CDATA[<p>Berperahu untuk menyeberangi sungai masih banyak ditemui di daerah Bojonegoro. Warga menggunakan jasa penyeberangan perahu ini karena tidak ada jembatan yang menghubungkan desa mereka untuk beraktivitas sehari-hari seperti ke pasar maupun ke sekolah.
Kawasan yang saya ketahui sampai saat ini masih harus berperahu saat menyeberang sungai Bengawan Solo adalah di kawasan Ledok, Kec. Bojonegoro Kota (dekat rumah Mbah Ngah yang jadi langganan pijatnya Rama) dan di daerah Banjarsari, Kec. Trucuk. Warga di kedua kawasan tersebut setiap harinya memanfaatkan perahu untuk mengantarnya menuju ke tempatnya beraktivitas.
Untuk membangun jembatan yang menghubungkan kawasan-kawasan yang terbelah Sungai Bengawan Solo tersebut memang dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Dalam pandangan awam saya, pemerintah sepertinya tidak mau ambil resiko mengeluarkan dana karena dirasa secara ekonomi kurang bahkan tidak menguntungkan. Jangankan untuk mengarah pada hal yang dianggap sepele secara ekonomi, untuk</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berperahu untuk menyeberangi sungai masih banyak ditemui di daerah Bojonegoro. Warga menggunakan jasa penyeberangan perahu ini karena tidak ada jembatan yang menghubungkan desa mereka untuk beraktivitas sehari-hari seperti ke pasar maupun ke sekolah.
Kawasan yang saya ketahui sampai saat ini masih harus berperahu saat menyeberang sungai Bengawan Solo adalah di kawasan Ledok, Kec. Bojonegoro Kota (dekat rumah Mbah Ngah yang jadi langganan pijatnya Rama) dan di daerah Banjarsari, Kec. Trucuk. Warga di kedua kawasan tersebut setiap harinya memanfaatkan perahu untuk mengantarnya menuju ke tempatnya beraktivitas.
Untuk membangun jembatan yang menghubungkan kawasan-kawasan yang terbelah Sungai Bengawan Solo tersebut memang dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Dalam pandangan awam saya, pemerintah sepertinya tidak mau ambil resiko mengeluarkan dana karena dirasa secara ekonomi kurang bahkan tidak menguntungkan. Jangankan untuk mengarah pada hal yang dianggap sepele secara ekonomi, untuk</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/perahu-penyeberangan-bengawan-solo.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Blogger Indonesia</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/rumah-blogger-indonesia.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/rumah-blogger-indonesia.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 21:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fren]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[Joglo Abang]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Blogger Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Talenta Surakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1963</guid>
		<description><![CDATA[<p>Adalah rumah bercat putih di kawasan Jajar, Surakarta yang tepatnya di Jalan Apel III No 27 itulah sekretariat barunya Komunitas Bengawan yang dijuluki dengan Rumah Blogger Indonesia. Rumah tersebut sejatinya adalah Kantor Yayasan Talenta Surakarta, yakni sebuah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang bergerak dalam hal pemberdayaan dan advokasi hak-hak masyarakat diffabel.
Keberadaan sekretariat tersebut atas kebaikan Kang Sapto Nugroho (Pimpinan Yayasan Talenta Surakarta) yang &#8220;rela&#8221; berbagi kantornya untuk sekretariat Komunitas Bengawan. Sebab sebagaimana saya kenal Kang Sapto dari dulu yang selalu senang punya banyak teman sehingga tak heran jika ia rela berbagi sekretariat tersebut untuk dijadikan sebuah community center alias tempat nongkrong bersama yang bermanfaat untuk sesama. Launching Rumah Blogger Indonesia dilaksanakan pada 21 Agustus 2010 lalu yang dibarengkan dengan agenda bertajuk Ngabubur-IT kerjasama antara Komunitas Bengawan, PT Pos Indonesia dan ICT</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adalah rumah bercat putih di kawasan Jajar, Surakarta yang tepatnya di Jalan Apel III No 27 itulah sekretariat barunya Komunitas Bengawan yang dijuluki dengan Rumah Blogger Indonesia. Rumah tersebut sejatinya adalah Kantor Yayasan Talenta Surakarta, yakni sebuah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang bergerak dalam hal pemberdayaan dan advokasi hak-hak masyarakat diffabel.
Keberadaan sekretariat tersebut atas kebaikan Kang Sapto Nugroho (Pimpinan Yayasan Talenta Surakarta) yang &#8220;rela&#8221; berbagi kantornya untuk sekretariat Komunitas Bengawan. Sebab sebagaimana saya kenal Kang Sapto dari dulu yang selalu senang punya banyak teman sehingga tak heran jika ia rela berbagi sekretariat tersebut untuk dijadikan sebuah community center alias tempat nongkrong bersama yang bermanfaat untuk sesama. Launching Rumah Blogger Indonesia dilaksanakan pada 21 Agustus 2010 lalu yang dibarengkan dengan agenda bertajuk Ngabubur-IT kerjasama antara Komunitas Bengawan, PT Pos Indonesia dan ICT</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/rumah-blogger-indonesia.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Money Changer Jalanan</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/money-changer-jalanan.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/money-changer-jalanan.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 12:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Berkah Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Money Changer Jalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1890</guid>
		<description><![CDATA[<p>Adalah agenda tahunan yang selalu ada disetiap menjelang hari raya Idul Fitri alias Lebaran, adalah banyak bertebaran para penjaja jasa penukaran uang baru. Hampir disemua kota ada yang beginian ini.
Selama saya tinggal di Kota Solo,  Disepanjang jalan Slamet Riyadi mulai dari kawasan Sriwedari hingga Gladak serta di Jalan Sudirman dari depan Kantor Pos hingga depan Balai Kota dan juga disepanjang Jalan Adi Sucipto dari kawasan Manahan hingga Jajar banyak money changer jalanan tersebut.
Dan selama saya tinggal di Magelang, saya belum pernah menemui hal seperti ini. Belum banyak mereka yang menggelar jasa maupun dagangan uang baru tersebut di jalanan. Saya sempat bertanya ke beberapa tetangga karena di Magelang memang belum menganggap bahwa memberikan angpao Lebaran harus dengan uang baru.
Memang beda daerah beda adat dan budaya. Di Solo hal tersebut telah menjadi budaya dan punya nilai prestisius yang lebih jika ngasih angpao dengan uang baru, sementara di Magelang masih belum.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adalah agenda tahunan yang selalu ada disetiap menjelang hari raya Idul Fitri alias Lebaran, adalah banyak bertebaran para penjaja jasa penukaran uang baru. Hampir disemua kota ada yang beginian ini.
Selama saya tinggal di Kota Solo,  Disepanjang jalan Slamet Riyadi mulai dari kawasan Sriwedari hingga Gladak serta di Jalan Sudirman dari depan Kantor Pos hingga depan Balai Kota dan juga disepanjang Jalan Adi Sucipto dari kawasan Manahan hingga Jajar banyak money changer jalanan tersebut.
Dan selama saya tinggal di Magelang, saya belum pernah menemui hal seperti ini. Belum banyak mereka yang menggelar jasa maupun dagangan uang baru tersebut di jalanan. Saya sempat bertanya ke beberapa tetangga karena di Magelang memang belum menganggap bahwa memberikan angpao Lebaran harus dengan uang baru.
Memang beda daerah beda adat dan budaya. Di Solo hal tersebut telah menjadi budaya dan punya nilai prestisius yang lebih jika ngasih angpao dengan uang baru, sementara di Magelang masih belum.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/money-changer-jalanan.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gunung Tidar</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/gunung-tidar.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/gunung-tidar.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 06:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[AKMIL]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Tidar]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai Semar]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai Sepanjang]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekar Tidar]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Subakir]]></category>
		<category><![CDATA[Syech Subakir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1829</guid>
		<description><![CDATA[<p>Di Magelang terdapat gunung atau bukit yang tingginya sekitar 600 m dpl, dan berada di tengah kota. Itulah Gunung Tidar. Asal muasal nama Tidar sendiri masih banyak versi. Ada salah satu versi yang menyebutkan bahwa nama itu berasal dari kata &#8220;Mati dan Modar&#8221;. Jadi karena angkernya Gunung Tidar waktu dulu, maka kalau ada orang mendatangi gunung tersebut kalau tidak Mati ya Modar. Cerita legenda keangkeran Gunung Tidar dapat disimak dalam Hikayat Gunung Tidar ini.
25 Juli 2010, 15 (lima belas) manusia yang tergabung dalam Komunitas Pendekar Tidar menapaki jalur pendakian Gunung Tidar dari pintu pendakian di kawasan Magersari belakang terminal lama Magelang. Kelima belas Bala Tidar tersebut adalah  Mas Aviv, Mas Hanafi, Mas Yudha, Mas Yudo, Mas Kukuh, Restu, Mas Arif, Pak Soli, Pak Singgih, Temannya Pak Singgih, Mas Deden, Mbak Susi, Mbak Emi, Mas Ikhwan dan Bang Ciwir
Jalan setapak yang sudah dipaving ternyata masih saja membuat kaki saya berat diangkat melangkah karena</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Magelang terdapat gunung atau bukit yang tingginya sekitar 600 m dpl, dan berada di tengah kota. Itulah Gunung Tidar. Asal muasal nama Tidar sendiri masih banyak versi. Ada salah satu versi yang menyebutkan bahwa nama itu berasal dari kata &#8220;Mati dan Modar&#8221;. Jadi karena angkernya Gunung Tidar waktu dulu, maka kalau ada orang mendatangi gunung tersebut kalau tidak Mati ya Modar. Cerita legenda keangkeran Gunung Tidar dapat disimak dalam Hikayat Gunung Tidar ini.
25 Juli 2010, 15 (lima belas) manusia yang tergabung dalam Komunitas Pendekar Tidar menapaki jalur pendakian Gunung Tidar dari pintu pendakian di kawasan Magersari belakang terminal lama Magelang. Kelima belas Bala Tidar tersebut adalah  Mas Aviv, Mas Hanafi, Mas Yudha, Mas Yudo, Mas Kukuh, Restu, Mas Arif, Pak Soli, Pak Singgih, Temannya Pak Singgih, Mas Deden, Mbak Susi, Mbak Emi, Mas Ikhwan dan Bang Ciwir
Jalan setapak yang sudah dipaving ternyata masih saja membuat kaki saya berat diangkat melangkah karena</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/gunung-tidar.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

