Rama dolan Masjid Agung Magelang

Dimanapun kota-kota di Indonesia, tata kotanya selalu memilki alun-alun dengan masjid agung di sebelah baratnya, tak terkecuali Kota Magelang, sebuah kota yang telah berusia 1104 tahun. Tata kota demikian adalah model tata kota praja yang diadopsi dari tata kota praja Kerajaan Demak, bahwa alun-alun adalah perlambang pusat cakrawala dunia. Sebagaimana pakem arsitektur tata kota praja yang diadopsi dari jaman Demak, bahwa Masjid Agung selalu berada di sebelah barat. Demikian pula dengan Masjid

Menu Harian Rama

Jika pada usia 6 bulan Rama hanya mengonsumsi makanan berupa bubur yg lembut selain ASI, maka mulai Rama berusia 8 bulan telah mulai mengonsumsi bubur “kasar”. Sebagaimana waktu masih makan bubur halus, dalam mengonsumsi bubur kasar tersebut adalah made in istri saya sendiri. Dari dulu memang tidak pernah dikasih makanan instan, biar aman kata istri saya. Bubur yang menjadi menu sehari-hari mas Rama saat ini bahan dasar beras dengan diberikan kaldu ayam/sapi ditambah dengan

Ibu

Ibu adalah yang membuat kita menjadi ada. Ibu yang membuat kita menjadi seperti ini sekarang ini. Kasih sayang seorang ibu adalah kasih sayang yang abadi. Kasih sayang yang tulus dan ikhlas dalam membesarkan kita anak-anaknya tanpa pamrih apapun. Mendidik tak kenal lelah dan mengajari segala hal tak kenal menyerah. Segala penderitaannya adalah demi kita anaknya. Sejak di dalam kandungan hingga dewasa ibu selalu menjadi penjaga dan pembimbing kita. Pendidikan yang pertama kita dapatkan adalah

Rama “Sowan” Eyang Buyut

Sedikit urusan kerjaan mengharuskan saya harus mengunjungi Solo Raya. Dan ini membawa konsekuensi juga bahwa Rama Maheswara Az Zahirul Haq ikut pula ke Solo sekalian guna menengok Eyang putrinya yang ada di tlatah Makamhaji Kartasura Solo. Setelah urusan saya selesai, pada hari Minggu (13/12/2009) saya mengajak Rama jalan-jalan ke tlatah Klaten, tepatnya di Dusun Nglungge Desa Sidowayah Kec. Polanharjo Kab. Klaten, sekitar 5 Km sebelah timur (sebelumnya jika dari arah Solo) Kawasan

Rama Maheswara & Rama Sakti

Menjelang hari raya Idul Adha 1430 H, tepatnya H-1 kemarin Rama Maheswara Az Zahirul Haq yang berusia 5 bulan kembali berpetualang. Menengok eyangnya di tlatah sekaligus ada acara keluarga di Bojonegoro Jawa Timur. Perjalanan ke Bojonegoro yang harus menempuh sekitar 10 jam perjalanan dengan menggunakan bus patas dari Magelang sampai Ngawi kemudian dijemput eyangnya Rama menuju Bojonegoro. Setelah ber-lebaran Idul Adha selama 4 hari di bhumi Angkling Dharmo, pada Senin (30 Nopember 2009)

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline