Viewing Category » Family
21 Oct 2010

Minggu, 17 Oktober 2010 tepat bersamaan dengan kumandang adzan Maghrib, di sebuah Rumah Bersalin di kawasan njero mbeteng Kraton Surakarta Hadiningrat, seorang bayi perempuan lahir. Bayi perempuan dengan berat 3,2 Kg dan panjang 48 cm itu adalah puteri ke-2 seorang kaumbiasa ini. Sujud syukur kehadirat Gusti ALLAH SWT Sang Maha Segalanya, penantian panjang selama 9 bulan lebih 12 hari akhirnya usai sudah. Berbeda dengan anak pertama saya, Rama Maheswara Az-Zahirul Haq, yang pada hari 3 sudah diberi nama, puteri ke-2 saya ini baru saya kasih nama pada hari 5 dia terlahir di dunia ini. Bukan apa-apa sih, sebab selain rada bingung mau ngasih nama siapa,  juga adat di Solo beda dengan di Bojonegoro. Di Bojonegoro adatnya adalah bayi harus sudah dinamai tiga hari setelah kelahirannya, sementara di Solo adatnya beda, bayi dinamai biasanya setelah sepasar atau lima hari. Setelah bermeditasi sejenak akhirnya saya dan isteri saya sepakat memberinya nama Kayana Putri Az-Zahirul Haq. Sebuah

21 Jun 2010

Dimanapun kota-kota di Indonesia, tata kotanya selalu memilki alun-alun dengan masjid agung di sebelah baratnya, tak terkecuali Kota Magelang, sebuah kota yang telah berusia 1104 tahun. Tata kota demikian adalah model tata kota praja yang diadopsi dari tata kota praja Kerajaan Demak, bahwa alun-alun adalah perlambang pusat cakrawala dunia. Sebagaimana pakem arsitektur tata kota praja yang diadopsi dari jaman Demak, bahwa Masjid Agung selalu berada di sebelah barat. Demikian pula dengan Masjid Agung Magelang, terletak di sebelah barat Alun-alun Kota. Masjid ini dibangun pada tahun 1894 atas prakarsa Sajid Alwi bin Achmad Danuningrat, Bupati Magelang I, dan dinamai dengan Masjid Jami’ Magelang. Masjid Agung Magelang beberapa kali dilakukan pemugaran, diantaranya adalah pada tahun 1932 dilakukan penambahan bangunan serambi kanan kiri dan bagian depan. Kemudian pada tahun 1980/1981 dilakukan perluasan serambi Sebagaimana pakem masjid agung jaman kerajaan Demak, Masjid Agung

27 Mar 2010

Jika pada usia 6 bulan Rama hanya mengonsumsi makanan berupa bubur yg lembut selain ASI, maka mulai Rama berusia 8 bulan telah mulai mengonsumsi bubur “kasar”. Sebagaimana waktu masih makan bubur halus, dalam mengonsumsi bubur kasar tersebut adalah made in istri saya sendiri. Dari dulu memang tidak pernah dikasih makanan instan, biar aman kata istri saya. Bubur yang menjadi menu sehari-hari mas Rama saat ini bahan dasar beras dengan diberikan kaldu ayam/sapi ditambah dengan sayuran dan sedikit buah-buahan. Berikut ini saya akan mencoba sedikit berbagi proses pembuatannya, siapa tahu berguna dan bermanfaat bagi sampeyan-sampeyan semua. Sebenarnya pembuatannya sangat mudah dan tidak butuh waktu lama serta biaya yang murah. Pertama-tama menyiapkan bahan kaldunya, dapat dari ceker ayam kampung atau balungan sapi yang dipotong dan sedikit ditumbuk atau orang Jawa bilang digecek agar sumsumnya dapat keluar sewaktu direbus. Kedua, rebus bahan kaldu tersebut dalam air hingga

 Page 1 of 5  1  2  3  4  5 »
MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.