Ibu adalah yang membuat kita menjadi ada. Ibu yang membuat kita menjadi seperti ini sekarang ini. Kasih sayang seorang ibu adalah kasih sayang yang abadi. Kasih sayang yang tulus dan ikhlas dalam membesarkan kita anak-anaknya tanpa pamrih apapun. Mendidik tak kenal lelah dan mengajari segala hal tak kenal menyerah. Segala penderitaannya adalah demi kita anaknya. Sejak di dalam kandungan hingga dewasa ibu selalu menjadi penjaga dan pembimbing kita. Pendidikan yang pertama kita dapatkan adalah pendidikan dari ibu. Pelajaran dan ilmu yang kita peroleh juga dari beliau. Kita bisa lancar berbicara karena bimbingan beliau, kita paham benda dan lingkungan sekitar kita berkat beliau dan kita bisa jadi seperti sekarang adalah karena beliau. Namun, terkadang kita anak-anaknya ini seolah tak memperdulikannya. Kasih sayangnya seakan dibalas dengan perbuatan yang menyakitinya. Tuhan pun demikian menghargai makhluknya yang bernama “ibu” ini. Derajatnya sangat dimuliakan-Nya. Surga
Sedikit urusan kerjaan mengharuskan saya harus mengunjungi Solo Raya. Dan ini membawa konsekuensi juga bahwa Rama Maheswara Az Zahirul Haq ikut pula ke Solo sekalian guna menengok Eyang putrinya yang ada di tlatah Makamhaji Kartasura Solo. Setelah urusan saya selesai, pada hari Minggu (13/12/2009) saya mengajak Rama jalan-jalan ke tlatah Klaten, tepatnya di Dusun Nglungge Desa Sidowayah Kec. Polanharjo Kab. Klaten, sekitar 5 Km sebelah timur (sebelumnya jika dari arah Solo) Kawasan Pemancingan Janti Klaten. Kami kesana untuk mengunjungi rumah Eyang Buyutnya Rama, yang juga tempat dimana saya dilahirkan. Rumah itu telah hampir 15 tahun tidak dihuni sejak Eyang Buyutnya Rama wafat. Rumah itu sudah menjadi hak miliknya pakde (kakaknya bapak saya), tapi karena beliau juga sudah memiliki rumah sendiri dan anak-anaknya tidak mau menempati ya akhirnya dibiarkan kosong tak berpenghuni. Dulu saya mulai lahir hingga remaja tinggal disini menemani mbah putri yang sendirian. Namun sejak
Belajar dari hal yang dialami oleh Najwa, salah seorang adik sepupunya Rama, yang sedikit kelihatan ‘kuning’ sewaktu lahir, maka saya mencoba mencari tahu mengenai hal tersebut. Baik dari koran, majalah, internet serta ngobrol-ngobrol dengan dokter anak, dan kebetulan ada saudara yang jadi dokter anak. Akhirnya sedikit terjawab tanda tanya saya. Berikut ini sedikit sari-pati hasil investigasi yang mungkin bermanfaat bagi sedulur-sedulur yang membutuhkan. Bayi berwarna (kelihatan) ‘kuning’ dalam istilah medis dinamakan dengan ikterus neonatus. Hal ini terjadi dapat dikarenakan meningkatnya kadar bilirubin dalam darah hingga melebihi ambang batas normal. Gejalanya adalah kulit dan bagian putih mata tampak kuning tapi suhu badan normal. Untuk bayi yang lahir cukup bulan, kadar bilirubin-nya adalah 12,5 mg/dl (miligram per desiliter) darah. Sedangkan bayi yang lahir kurang bulan, kadar bilirubin-nya aman pada 10 mg/dl darah. Bilirubin adalah zat hasil