Tunas adalah semua bagian dari tanaman (kecuali akar) yang baru tumbuh dan berkencendrungan memiliki sifat geotropisme negatif (gerakan pertumbuhan tanaman keatas), demikian definisi dalam bahasa ilmu biologi. Tunas adalah harapan baru dalam kehidupan. Sebab dialah yang diharapkan dapat meneruskan kelangsungan hidup sebuah generasi (regenerasi). Tunas sedemikan bermanfaat dan disukai banyak orang, maka tidak heran kalau banyak kalangan menjadikan tunas sebagai simbol atau perlambang dalam kesehariannya. Perlambang yang mengharapkan kontinuitas dan langgengnya kehidupan. Salah satu anak manusia yang terilhami oleh tunas adalah kawan saya dari tlatah mBanyumas, yang seorang jagoan Linux dan Blogger Banyumas. Anak muda ajejuluk Pradna Paramitha ini telah mengeluarkan sebuah Tunas. Namun bukan tunas yang keluar dari bagian bawah tubuhnya, akan tetapi Tunas, Sebuah kumpulan Cerpen Untuk Remaja. “Setiap melihat “Tunas” yang tampak adalah “kesegaran”. Itulah yang diharapkan
Ayam sangat dekat dengan kehidupan dusun. Hampir setiap keluarga mempunyai piaraan ini. Disamping harganya murah, pemeliharaannya cukup praktis. Cukup dipanggil “kuuurr…kuuurrr..kuuur..” pasti mendekat karena saat itulah makanan sudah disajikan pemiliknya. Tlatah Bocah mengajak siapa saja untuk ikut berpartisipasi dalam program Beasiswa Merapi, 1 Anak 1 Ayam untuk anak-anak Merapi. Anak kelas 4 – 9 akan mendapatkan 1 ayam kampung indukan siap bertelur dan mereka akan memeliharanya. Hal ini mengajari anak untuk bertanggung jawab, merawat hewan dan menabung. Bagaimana caranya? Hibah paket 1 ayam + perawatannya Rp 150.000,- Partisipan sukarela mendonasikan sejumlah uang untuk program tersebut, Apabila donasi setiap partisipan kurang dari nilai tsb diatas, akan digabungkan dengan partisipan lain, Penerima hibah adalah anak-anak kelas 4 – 9 di lereng Gunung Merapi (ayam kampung indukan siap telur) dan ketua RT/kepala dusun setempat (1 ayam jantan) Pemberian hibah
Adalah rumah bercat putih di kawasan Jajar, Surakarta yang tepatnya di Jalan Apel III No 27 itulah sekretariat barunya Komunitas Bengawan yang dijuluki dengan Rumah Blogger Indonesia. Rumah tersebut sejatinya adalah Kantor Yayasan Talenta Surakarta, yakni sebuah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang bergerak dalam hal pemberdayaan dan advokasi hak-hak masyarakat diffabel. Keberadaan sekretariat tersebut atas kebaikan Kang Sapto Nugroho (Pimpinan Yayasan Talenta Surakarta) yang “rela” berbagi kantornya untuk sekretariat Komunitas Bengawan. Sebab sebagaimana saya kenal Kang Sapto dari dulu yang selalu senang punya banyak teman sehingga tak heran jika ia rela berbagi sekretariat tersebut untuk dijadikan sebuah community center alias tempat nongkrong bersama yang bermanfaat untuk sesama. Launching Rumah Blogger Indonesia dilaksanakan pada 21 Agustus 2010 lalu yang dibarengkan dengan agenda bertajuk Ngabubur-IT kerjasama antara Komunitas Bengawan, PT Pos Indonesia dan ICT