Award Nyeleneh dari Soewoeng

Beberapa waktu lalu, bersamaan dengan sidang paripurna kasus Century, di alam plurk juga digelar sebuah sidang pari-plurk-na. Salah satu agendanya adalah membahas pemakzulan domain soewoeng.com. Blog milik seorang blogger senior yang asli mBoyolali dan beristri orang Ponorogo dan saat ini bertugas di tlatah Manado yang mengalami suspended. Entah apa yang terjadi dengan blog milik anak muda nyentrik ini. Yang jelas sidang pari-plurk-na sangat ramai. Ada yang mencela, ada yang menginterupsi

365 ScreenShots

Pada agenda Rembug Bala Tidar yang dihelat di kawasan Sawitan Mungkid Magelang pada 27-28 Februari 2010, dimana agenda ini merupakan sebuah agenda rembugan atau diskusi atau bahasa kerenya adalah Focus Group Discussion (FGD) guna mempererat tali silaturahim diantara Bala Tidar (nama keren anggota Komunitas Pendekar Tidar) serta dalam rangka membahas beberapa agenda yang akan dilaksanakan kedepan. Dihadiri oleh 27 Bala Tidar, agenda ini awalnya akan menampilkan seorang Sesepuh Blogger dari

Ganti Theme

Bertepatan dengan setahun usia kaumbiasa[dot]com ini pada 21 Februari lalu, maka saya mencoba mengganti tampilan alias theme blog ini agar tidak bosen dan monoton. Setelah memilah dan memilih free wp theme yang banyak berserakan di internet, akhirnya pilihan saya jatuh yang ini. Tampilannya sederhana dan agak ringan dibanding dengan yang dulu. Dan yang paling penting adalah mudah dalam ngoprek-nya. Sebenarnya tampilan awalnya relatif kompleks dan banyak widget-nya, terutama untuk advetorial

ASU

Bagi kebanyakan orang Jawa, kata ASU sudah sangat familiar. Adalah merupakan nama hewan yang paling populer di Jawa, seringkali digunakan untuk misuhi alias mengumpat orang. Entah sejak kapan dimulai dan siapa yang memulai kata ASU jadi umpatan namun setidaknya sampai sekarang masih populer jadi sebuah kata untuk ‘mengata-ngatai’ orang. Namun kawan-kawan di Magelang, memaknai kata ASU dengan sesuatu yang berbeda. Kata ASU yang dituliskan pada sepasang sandal jepit ini adalah

Menghidupkan Wisata Lumpur Lapindo Sidoarjo

Setelah seharian menyusuri Gunung Menoreh untuk berkunjung ke desa-desa mitra, mulai dari Borobudur sampai ke perbatasan Kulon Progo, begitu sampai rumah sambil menikmati kopi anget dan pisang goreng bikinan mama-nya Rama, saya membuka email, ternyata ada sebuah surat dari seorang sahabat yang menceritakan hasil kunjungannya ke kawasan korban lumpur Lapindo di Desa Porong, Sidoarjo. Adalah Kika Syafii, seorang kawan yang saya kenal saat acara Halal bi Halal Joglo Abang lalu. Mas Kika,

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline