<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kaum biasa &#187; Fren</title>
	<atom:link href="http://kaumbiasa.com/category/fren/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kaumbiasa.com</link>
	<description>tansah migunani marang wong liya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 08:00:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Tunas</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/tunas.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/tunas.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 05:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fren]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger Banyumas]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Cerpen Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Pradna Paramitha]]></category>
		<category><![CDATA[Tunas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2081</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tunas adalah semua bagian dari tanaman (kecuali akar) yang baru tumbuh dan berkencendrungan memiliki sifat geotropisme negatif (gerakan pertumbuhan tanaman keatas), demikian definisi dalam bahasa ilmu biologi. Tunas adalah harapan baru dalam kehidupan. Sebab dialah yang diharapkan dapat meneruskan kelangsungan hidup sebuah generasi (regenerasi). Tunas sedemikan bermanfaat dan disukai banyak orang, maka tidak heran kalau banyak kalangan menjadikan tunas sebagai simbol atau perlambang dalam kesehariannya. Perlambang yang mengharapkan kontinuitas dan langgengnya kehidupan.
Salah satu anak manusia yang terilhami oleh tunas adalah kawan saya dari tlatah mBanyumas, yang seorang jagoan Linux dan Blogger Banyumas. Anak muda ajejuluk Pradna Paramitha ini telah mengeluarkan sebuah Tunas. Namun bukan tunas yang keluar dari bagian bawah tubuhnya, akan tetapi Tunas, Sebuah kumpulan Cerpen Untuk Remaja.
&#8220;Setiap melihat “Tunas” yang tampak adalah “kesegaran”. Itulah yang  diharapkan</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tunas adalah semua bagian dari tanaman (kecuali akar) yang baru tumbuh dan berkencendrungan memiliki sifat geotropisme negatif (gerakan pertumbuhan tanaman keatas), demikian definisi dalam bahasa ilmu biologi. Tunas adalah harapan baru dalam kehidupan. Sebab dialah yang diharapkan dapat meneruskan kelangsungan hidup sebuah generasi (regenerasi). Tunas sedemikan bermanfaat dan disukai banyak orang, maka tidak heran kalau banyak kalangan menjadikan tunas sebagai simbol atau perlambang dalam kesehariannya. Perlambang yang mengharapkan kontinuitas dan langgengnya kehidupan.
Salah satu anak manusia yang terilhami oleh tunas adalah kawan saya dari tlatah mBanyumas, yang seorang jagoan Linux dan Blogger Banyumas. Anak muda ajejuluk Pradna Paramitha ini telah mengeluarkan sebuah Tunas. Namun bukan tunas yang keluar dari bagian bawah tubuhnya, akan tetapi Tunas, Sebuah kumpulan Cerpen Untuk Remaja.
&#8220;Setiap melihat “Tunas” yang tampak adalah “kesegaran”. Itulah yang  diharapkan</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/tunas.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beasiswa Merapi : 1 Anak, 1 Ayam</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/beasiswa-merapi-1-anak-1-ayam.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/beasiswa-merapi-1-anak-1-ayam.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Jan 2011 14:59:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fren]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[Tlatah Bocah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2069</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ayam sangat dekat dengan kehidupan dusun.  Hampir setiap keluarga mempunyai piaraan ini. Disamping harganya murah,  pemeliharaannya cukup praktis. Cukup dipanggil “kuuurr…kuuurrr..kuuur..”  pasti mendekat karena saat itulah makanan sudah disajikan pemiliknya.
 Tlatah Bocah mengajak siapa saja untuk ikut berpartisipasi dalam program Beasiswa Merapi, 1 Anak 1 Ayam untuk anak-anak Merapi. Anak kelas 4 – 9 akan mendapatkan 1 ayam  kampung indukan siap bertelur dan mereka akan memeliharanya. Hal ini  mengajari anak untuk bertanggung  jawab, merawat hewan dan menabung.
 
Bagaimana caranya?

Hibah paket 1 ayam + perawatannya Rp 150.000,-
Partisipan sukarela mendonasikan sejumlah uang untuk program tersebut,
Apabila donasi setiap partisipan kurang dari nilai tsb diatas, akan digabungkan dengan partisipan lain,
Penerima hibah adalah anak-anak kelas 4 – 9 di lereng Gunung Merapi (ayam  kampung indukan siap telur) dan ketua RT/kepala dusun setempat (1 ayam  jantan)
Pemberian hibah</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayam sangat dekat dengan kehidupan dusun.  Hampir setiap keluarga mempunyai piaraan ini. Disamping harganya murah,  pemeliharaannya cukup praktis. Cukup dipanggil “kuuurr…kuuurrr..kuuur..”  pasti mendekat karena saat itulah makanan sudah disajikan pemiliknya.
 Tlatah Bocah mengajak siapa saja untuk ikut berpartisipasi dalam program Beasiswa Merapi, 1 Anak 1 Ayam untuk anak-anak Merapi. Anak kelas 4 – 9 akan mendapatkan 1 ayam  kampung indukan siap bertelur dan mereka akan memeliharanya. Hal ini  mengajari anak untuk bertanggung  jawab, merawat hewan dan menabung.
 
Bagaimana caranya?

Hibah paket 1 ayam + perawatannya Rp 150.000,-
Partisipan sukarela mendonasikan sejumlah uang untuk program tersebut,
Apabila donasi setiap partisipan kurang dari nilai tsb diatas, akan digabungkan dengan partisipan lain,
Penerima hibah adalah anak-anak kelas 4 – 9 di lereng Gunung Merapi (ayam  kampung indukan siap telur) dan ketua RT/kepala dusun setempat (1 ayam  jantan)
Pemberian hibah</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/beasiswa-merapi-1-anak-1-ayam.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Blogger Indonesia</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/rumah-blogger-indonesia.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/rumah-blogger-indonesia.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 21:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fren]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[Joglo Abang]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Blogger Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Talenta Surakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1963</guid>
		<description><![CDATA[<p>Adalah rumah bercat putih di kawasan Jajar, Surakarta yang tepatnya di Jalan Apel III No 27 itulah sekretariat barunya Komunitas Bengawan yang dijuluki dengan Rumah Blogger Indonesia. Rumah tersebut sejatinya adalah Kantor Yayasan Talenta Surakarta, yakni sebuah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang bergerak dalam hal pemberdayaan dan advokasi hak-hak masyarakat diffabel.
Keberadaan sekretariat tersebut atas kebaikan Kang Sapto Nugroho (Pimpinan Yayasan Talenta Surakarta) yang &#8220;rela&#8221; berbagi kantornya untuk sekretariat Komunitas Bengawan. Sebab sebagaimana saya kenal Kang Sapto dari dulu yang selalu senang punya banyak teman sehingga tak heran jika ia rela berbagi sekretariat tersebut untuk dijadikan sebuah community center alias tempat nongkrong bersama yang bermanfaat untuk sesama. Launching Rumah Blogger Indonesia dilaksanakan pada 21 Agustus 2010 lalu yang dibarengkan dengan agenda bertajuk Ngabubur-IT kerjasama antara Komunitas Bengawan, PT Pos Indonesia dan ICT</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adalah rumah bercat putih di kawasan Jajar, Surakarta yang tepatnya di Jalan Apel III No 27 itulah sekretariat barunya Komunitas Bengawan yang dijuluki dengan Rumah Blogger Indonesia. Rumah tersebut sejatinya adalah Kantor Yayasan Talenta Surakarta, yakni sebuah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang bergerak dalam hal pemberdayaan dan advokasi hak-hak masyarakat diffabel.
Keberadaan sekretariat tersebut atas kebaikan Kang Sapto Nugroho (Pimpinan Yayasan Talenta Surakarta) yang &#8220;rela&#8221; berbagi kantornya untuk sekretariat Komunitas Bengawan. Sebab sebagaimana saya kenal Kang Sapto dari dulu yang selalu senang punya banyak teman sehingga tak heran jika ia rela berbagi sekretariat tersebut untuk dijadikan sebuah community center alias tempat nongkrong bersama yang bermanfaat untuk sesama. Launching Rumah Blogger Indonesia dilaksanakan pada 21 Agustus 2010 lalu yang dibarengkan dengan agenda bertajuk Ngabubur-IT kerjasama antara Komunitas Bengawan, PT Pos Indonesia dan ICT</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/rumah-blogger-indonesia.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jualan Doa????</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/jualan-doa.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/jualan-doa.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 09:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fren]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Berkah Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa Barokah]]></category>
		<category><![CDATA[Keutamaan Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1895</guid>
		<description><![CDATA[<p>Jam 14 siang tadi ketika baru sampai di kantor setelah menyelesaikan tugas ke Jogjakarta, sewaktu duduk santai sembari melepas lelah, tiba-tiba salah seorang kawan bilang : &#8220;enak yo nek wulan Pasa ngene kiye. Akeh wong kang entuk rejeki lan berkah&#8221;. (enak ya kalau bulan Puasa begini. Banyak orang mendapatkan berkah dan rejeki). Tak jawab, &#8220;Kok bisa???&#8221; Lalu dia mulai bercerita.
Menurutnya kemarin ada orang datang ke kantor sambil membawa lembaran kertas. Kemudian orang tersebut menyampaikan maksudnya untuk meminta shadaqah. Namun bukan sekedar meminta, orang tersebut menyodorkan lembaran kertas yang dibawanya kepada kawan saya itu sambil bilang &#8220;ini ada selembar kertas doa mas, siapa tahu sampeyan membutuhkan. Untuk infaqnya seikhlasnya saja mas&#8221;.
Saya jadi tertarik mendengar cerita tersebut dan segera meminta kertas doa yang diberikan tersebut. Ternyata isinya bertuliskan  doa barokah. Bagi saya ini adalah hal baru ada orang minta shadaqah</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jam 14 siang tadi ketika baru sampai di kantor setelah menyelesaikan tugas ke Jogjakarta, sewaktu duduk santai sembari melepas lelah, tiba-tiba salah seorang kawan bilang : &#8220;enak yo nek wulan Pasa ngene kiye. Akeh wong kang entuk rejeki lan berkah&#8221;. (enak ya kalau bulan Puasa begini. Banyak orang mendapatkan berkah dan rejeki). Tak jawab, &#8220;Kok bisa???&#8221; Lalu dia mulai bercerita.
Menurutnya kemarin ada orang datang ke kantor sambil membawa lembaran kertas. Kemudian orang tersebut menyampaikan maksudnya untuk meminta shadaqah. Namun bukan sekedar meminta, orang tersebut menyodorkan lembaran kertas yang dibawanya kepada kawan saya itu sambil bilang &#8220;ini ada selembar kertas doa mas, siapa tahu sampeyan membutuhkan. Untuk infaqnya seikhlasnya saja mas&#8221;.
Saya jadi tertarik mendengar cerita tersebut dan segera meminta kertas doa yang diberikan tersebut. Ternyata isinya bertuliskan  doa barokah. Bagi saya ini adalah hal baru ada orang minta shadaqah</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/jualan-doa.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seru Karena Saru</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/seru-karena-saru.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/seru-karena-saru.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 06:31:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fren]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[Sekte Saru]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1761</guid>
		<description><![CDATA[<p>Plurk adalah salah satu Social Media dari ratusan Social Media yang ada di jagad raya internet. Saya awalnya dolanan Plurk pada November 2008, secara tidak sengaja sewaktu blogwalking di Blog Tjap Koepoe yang memasang widget Plurk. Emoticonnya menarik dan belum pernah saya temukan di Social Media yang saya gunakan sebelumnya. Serta social media yang satu ini sangat interaktif sebagaimana kita chatting dengan banyak orang dalam sebuah room yang kita bikin. Sungguh menyenangkan.
Semakin hari semakin banyak teman saya di Plurk tersebut. Di Plurk awalnya dulu memang sangat seru, bisa ngekek-ngekek dengan LMAO atau bisa pace-pacenan Karma Tengu antara Siluman dari Brang Wetan dan Gentayangan dari Jowo Tengahan. Memasuki medio 2009, Plurk kalah populer dengan Facebook dan Twitter, saya sempat males karena teman-teman lama sudah jarang kelihatan, sehingga Karma saya sempat anjlog dari angka 90 ke 60. Namun begitu memasuki tahun 2010, Plurk kembali bergairah.
Kehadiran komunitas G-Spot</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Plurk adalah salah satu Social Media dari ratusan Social Media yang ada di jagad raya internet. Saya awalnya dolanan Plurk pada November 2008, secara tidak sengaja sewaktu blogwalking di Blog Tjap Koepoe yang memasang widget Plurk. Emoticonnya menarik dan belum pernah saya temukan di Social Media yang saya gunakan sebelumnya. Serta social media yang satu ini sangat interaktif sebagaimana kita chatting dengan banyak orang dalam sebuah room yang kita bikin. Sungguh menyenangkan.
Semakin hari semakin banyak teman saya di Plurk tersebut. Di Plurk awalnya dulu memang sangat seru, bisa ngekek-ngekek dengan LMAO atau bisa pace-pacenan Karma Tengu antara Siluman dari Brang Wetan dan Gentayangan dari Jowo Tengahan. Memasuki medio 2009, Plurk kalah populer dengan Facebook dan Twitter, saya sempat males karena teman-teman lama sudah jarang kelihatan, sehingga Karma saya sempat anjlog dari angka 90 ke 60. Namun begitu memasuki tahun 2010, Plurk kembali bergairah.
Kehadiran komunitas G-Spot</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/seru-karena-saru.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

