Viewing Category » Warna-Warni
16 Feb 2011

Beberapa waktu terakhir memang sedang gencar-gencarnya mendorong dan mempromosikan Pulau Komodo menjadi New7Wonders of Nature. Bagi saya jika alasannya adalah demi menyelamatkan komodo, maka saya sungguh tidak sepakat babar blass… Dasar pemikiran saya sih sederhana saja, bahwa dengan dikelolanya Pulau Komodo beserta isinya maka kita justru tidak dapat memanfaatkan dan menikmatinya secara optimal. Candi Borobudur adalah contohnya. Mengapa demikian? Dengan dikelolanya Candi Borobudur oleh pihak swasta atau diprivatisasi maka kita harus rela membayar mahal untuk menikmatinya. Harga tiket terus melambung dengan dalih perawatan maupun penunjang promosi pasar. Hal ini menjadikan ironi ketika masyarakat sekitar (Magelang) justru  banyak yang belum pernah masuk ke Candi Borobudur karena tidak mampu membayar. Selain itu, tidak ada kontra prestasi yang dapat diterimakan pada masyarakat setempat atas tarif tiket tersebut untuk jangka panjang, seperti masuknya sebagian dana tiket untuk

15 Feb 2011

Bis tingkat mulai digunakan pertama kali pada tahun 1983 atas inisiatif ibu Tien Soeharto. Pada tahun 1987 jumlah bis tingkat yang beroperasi di Kota Solo sebanyak 30 buah. Sewaktu saya masih mengenyam pendidikan di bangku SMP dulu (sekitar  pertengahan dekade 90-an), jika bepergian ke arah kota Solo saya sering menggunakan moda transportasi berupa bis tingkat. Waktu itu tarifnya jauh-dekat 150 rupiah dan setahun kemudian naik menjadi 300 rupiah dan hingga menjelang kepunahannya tarifnya 1000 rupiah. Bis tingkat ini dikelola oleh Damri. Selain Solo, beberapa kota besar lain yakni Jakarta, Surabaya dan Makassar pernah pula mengoperasikan armada angkutan darat ini. Moda transportasi ini memiliki keuntungan, yakni menghemat space jalan. Dengan jumlah penumpang yang dimuat oleh satu armada bis tingkat adalah lebih banyak dua kali lipat daripada armada bis biasa, atau kapasistas penumpang sekitar 105 orang penumpang duduk. Sebuah transportasi massal yang murah serta lebih ramah

6 Feb 2011

Peringatan Maulid Nabi di Indonesia selalu diperingati dengan beragam cara dan acara. Dari sekadar menggelar pengajian kecil-kecilan di Mushalla atau Surau hingga seremoni akbar dan bakti sosial, dari sekedar acara sekelas forum udud hingga acara yang besifat ritual-ritual yang sarat tradisi lokalitas. Seperti Sekaten di Keraton Yogyakarta dan Surakarta maupun Gerebeg Mulud di Demak. Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad Ada catatan menarik dari Nico Captein, seorang orientalis dari Universitas Leiden, dalam bukunya yang berjudul Perayaan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW (INIS, 1994). Menurutnya, Maulid Nabi pada mulanya adalah perayaan Syi’ah pada Dinasti Fatimiyah (909-117 M) di Mesir untuk menegaskan kepada publik bahwa dinasti tersebut benar-benar keturunan Nabi. Bisa dibilang, ada nuansa politis di balik perayaannya. Dari kalangan Sunni, pertama kali diselenggarakan di Suriah oleh Nuruddin pada abad XI. Pada abad itu juga Maulid digelar di Mosul Irak, Mekkah dan seluruh

 Page 1 of 20  1  2  3  4  5 » ...  Last » 
MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.