<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kaum biasa &#187; Warna-Warni</title>
	<atom:link href="http://kaumbiasa.com/category/warna-warni/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kaumbiasa.com</link>
	<description>tansah migunani marang wong liya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 08:00:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Selamatkan Komodo!</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/selamatkan-komodo.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/selamatkan-komodo.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 16:44:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Komodo]]></category>
		<category><![CDATA[New7Wonders of Nature]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Komodo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2128</guid>
		<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu terakhir memang sedang gencar-gencarnya mendorong dan mempromosikan Pulau Komodo menjadi New7Wonders of Nature. Bagi saya jika alasannya adalah demi menyelamatkan komodo, maka saya sungguh tidak sepakat babar blass&#8230; Dasar pemikiran saya sih sederhana saja, bahwa dengan dikelolanya Pulau Komodo beserta isinya maka kita justru tidak dapat memanfaatkan dan menikmatinya secara optimal. Candi Borobudur adalah contohnya. Mengapa demikian?
Dengan dikelolanya Candi Borobudur oleh pihak swasta atau diprivatisasi maka kita harus rela membayar mahal untuk menikmatinya. Harga tiket terus melambung dengan dalih perawatan maupun penunjang promosi pasar. Hal ini menjadikan ironi ketika masyarakat sekitar (Magelang) justru  banyak yang belum pernah masuk ke Candi Borobudur karena tidak mampu membayar. Selain itu, tidak ada kontra prestasi yang dapat diterimakan pada masyarakat setempat atas tarif tiket tersebut untuk jangka panjang, seperti masuknya sebagian dana tiket untuk</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu terakhir memang sedang gencar-gencarnya mendorong dan mempromosikan Pulau Komodo menjadi New7Wonders of Nature. Bagi saya jika alasannya adalah demi menyelamatkan komodo, maka saya sungguh tidak sepakat babar blass&#8230; Dasar pemikiran saya sih sederhana saja, bahwa dengan dikelolanya Pulau Komodo beserta isinya maka kita justru tidak dapat memanfaatkan dan menikmatinya secara optimal. Candi Borobudur adalah contohnya. Mengapa demikian?
Dengan dikelolanya Candi Borobudur oleh pihak swasta atau diprivatisasi maka kita harus rela membayar mahal untuk menikmatinya. Harga tiket terus melambung dengan dalih perawatan maupun penunjang promosi pasar. Hal ini menjadikan ironi ketika masyarakat sekitar (Magelang) justru  banyak yang belum pernah masuk ke Candi Borobudur karena tidak mampu membayar. Selain itu, tidak ada kontra prestasi yang dapat diterimakan pada masyarakat setempat atas tarif tiket tersebut untuk jangka panjang, seperti masuknya sebagian dana tiket untuk</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/selamatkan-komodo.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bis Tingkat di Kota Solo</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/bis-tingkat-di-kota-solo.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/bis-tingkat-di-kota-solo.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 05:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[bis tingkat]]></category>
		<category><![CDATA[Bis Tingkat di Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2114</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bis tingkat mulai digunakan pertama kali pada tahun 1983 atas inisiatif ibu Tien Soeharto. Pada tahun 1987 jumlah bis tingkat yang beroperasi di Kota Solo sebanyak 30 buah. Sewaktu saya masih mengenyam pendidikan di bangku SMP dulu (sekitar   pertengahan dekade 90-an), jika bepergian ke arah kota Solo saya sering  menggunakan moda transportasi berupa bis tingkat. Waktu itu tarifnya jauh-dekat 150 rupiah dan setahun kemudian naik menjadi 300 rupiah dan hingga menjelang kepunahannya tarifnya 1000 rupiah.
Bis tingkat ini dikelola oleh Damri. Selain Solo, beberapa kota besar  lain yakni Jakarta, Surabaya dan Makassar pernah pula mengoperasikan  armada angkutan darat ini. Moda transportasi ini memiliki keuntungan, yakni menghemat space jalan. Dengan jumlah penumpang yang dimuat oleh satu armada bis tingkat adalah lebih banyak dua kali lipat daripada armada bis biasa, atau kapasistas penumpang sekitar 105 orang penumpang duduk. Sebuah transportasi massal yang murah serta lebih ramah</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bis tingkat mulai digunakan pertama kali pada tahun 1983 atas inisiatif ibu Tien Soeharto. Pada tahun 1987 jumlah bis tingkat yang beroperasi di Kota Solo sebanyak 30 buah. Sewaktu saya masih mengenyam pendidikan di bangku SMP dulu (sekitar   pertengahan dekade 90-an), jika bepergian ke arah kota Solo saya sering  menggunakan moda transportasi berupa bis tingkat. Waktu itu tarifnya jauh-dekat 150 rupiah dan setahun kemudian naik menjadi 300 rupiah dan hingga menjelang kepunahannya tarifnya 1000 rupiah.
Bis tingkat ini dikelola oleh Damri. Selain Solo, beberapa kota besar  lain yakni Jakarta, Surabaya dan Makassar pernah pula mengoperasikan  armada angkutan darat ini. Moda transportasi ini memiliki keuntungan, yakni menghemat space jalan. Dengan jumlah penumpang yang dimuat oleh satu armada bis tingkat adalah lebih banyak dua kali lipat daripada armada bis biasa, atau kapasistas penumpang sekitar 105 orang penumpang duduk. Sebuah transportasi massal yang murah serta lebih ramah</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/bis-tingkat-di-kota-solo.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berjanjen itu Ritual Sakral?</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/berjanjen-ritual-sakral.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/berjanjen-ritual-sakral.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2011 18:11:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Berjanjen]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab Al Barzanji]]></category>
		<category><![CDATA[Maulid Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Muludan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2087</guid>
		<description><![CDATA[<p>Peringatan Maulid Nabi di Indonesia selalu diperingati dengan beragam cara dan acara. Dari sekadar menggelar pengajian kecil-kecilan di Mushalla atau Surau hingga seremoni akbar dan bakti sosial, dari sekedar acara sekelas forum udud hingga acara yang besifat ritual-ritual yang sarat tradisi lokalitas. Seperti Sekaten di Keraton Yogyakarta dan Surakarta maupun Gerebeg Mulud di Demak.






Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Ada catatan menarik dari Nico Captein, seorang orientalis dari Universitas Leiden, dalam bukunya yang berjudul Perayaan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW (INIS, 1994). Menurutnya, Maulid Nabi pada mulanya adalah perayaan Syi’ah pada Dinasti Fatimiyah (909-117 M) di Mesir untuk menegaskan kepada publik bahwa dinasti tersebut benar-benar keturunan Nabi. Bisa dibilang, ada nuansa politis di balik perayaannya. Dari kalangan Sunni, pertama kali diselenggarakan di Suriah oleh Nuruddin pada abad XI. Pada abad itu juga Maulid digelar di Mosul Irak, Mekkah dan seluruh</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peringatan Maulid Nabi di Indonesia selalu diperingati dengan beragam cara dan acara. Dari sekadar menggelar pengajian kecil-kecilan di Mushalla atau Surau hingga seremoni akbar dan bakti sosial, dari sekedar acara sekelas forum udud hingga acara yang besifat ritual-ritual yang sarat tradisi lokalitas. Seperti Sekaten di Keraton Yogyakarta dan Surakarta maupun Gerebeg Mulud di Demak.






Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Ada catatan menarik dari Nico Captein, seorang orientalis dari Universitas Leiden, dalam bukunya yang berjudul Perayaan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW (INIS, 1994). Menurutnya, Maulid Nabi pada mulanya adalah perayaan Syi’ah pada Dinasti Fatimiyah (909-117 M) di Mesir untuk menegaskan kepada publik bahwa dinasti tersebut benar-benar keturunan Nabi. Bisa dibilang, ada nuansa politis di balik perayaannya. Dari kalangan Sunni, pertama kali diselenggarakan di Suriah oleh Nuruddin pada abad XI. Pada abad itu juga Maulid digelar di Mosul Irak, Mekkah dan seluruh</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/berjanjen-ritual-sakral.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bencana dan Euforia Beramal</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/bencana-dan-euforia-beramal.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/bencana-dan-euforia-beramal.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 08:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Disaster Management]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Rehabilitasi Pasca Bencana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2065</guid>
		<description><![CDATA[<p>Letusan Gunung Merapi pada akhir Oktober 2010 lalu belum selesai menorehkan duka dan luka bagi para warga yang terkena dampaknya. Baik yang wilayahnya terkena awan panas, hujan material vulkanik serta terkena lahar dingin.
Pada saat bencana terjadi pada saat itu pula masyarakat berlomba-lomba menyalurkan bantuan. Demikian pula pemerintah, hampir semua perhatian dan anggaran dicurahkan ke sana. Adalah bukan hal yang salah. Semua itu baik dan tentu bermanfaat bagi warga di pengungsian. Akan tetapi, saya pribadi sebenarnya kurang sreg dengan apa yang saya sebut dengan euforia beramal, sebab seolah pada saat itu terjadi euforia baik dari masyarakat dan pemerintah dalam menyalurkan bantuan. Rasa hati saya gimana gitu melihat hal tersebut.

Rasa hati saya waktu itu, ada sebuah kekhawatiran yang cukup besar. Yakni setelah status tanggap bencana dicabut dan para pengungsi kembali ke daerahnya masing-masing bagaimana dengan kehidupan mereka, bukankah daerahnya telah hancur. Dan pada saat</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Letusan Gunung Merapi pada akhir Oktober 2010 lalu belum selesai menorehkan duka dan luka bagi para warga yang terkena dampaknya. Baik yang wilayahnya terkena awan panas, hujan material vulkanik serta terkena lahar dingin.
Pada saat bencana terjadi pada saat itu pula masyarakat berlomba-lomba menyalurkan bantuan. Demikian pula pemerintah, hampir semua perhatian dan anggaran dicurahkan ke sana. Adalah bukan hal yang salah. Semua itu baik dan tentu bermanfaat bagi warga di pengungsian. Akan tetapi, saya pribadi sebenarnya kurang sreg dengan apa yang saya sebut dengan euforia beramal, sebab seolah pada saat itu terjadi euforia baik dari masyarakat dan pemerintah dalam menyalurkan bantuan. Rasa hati saya gimana gitu melihat hal tersebut.

Rasa hati saya waktu itu, ada sebuah kekhawatiran yang cukup besar. Yakni setelah status tanggap bencana dicabut dan para pengungsi kembali ke daerahnya masing-masing bagaimana dengan kehidupan mereka, bukankah daerahnya telah hancur. Dan pada saat</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/bencana-dan-euforia-beramal.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Internet untuk Anak</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/internet-untuk-anak.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/internet-untuk-anak.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 13:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Alasan Menggunakan Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Internet For kids]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2049</guid>
		<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan berkunjung ke sebuah rumah di kawasan Gumpang, Kartasura, Solo. Adalah rumahnya Mas Andy MSE yang sekaligus digunakan menjadi kawasan Internet For Kids.
Ide gagasan ini memang telah lama dmunculkan oleh Blogger Nasional ini. Mungkin sudah 3 tahun lalu saya berbincang dengan beliau mengenai hal ini. Namun bukan berarti telah usang dimakan jaman. Akhhirnya tercapai juga pada November 2010 lalu, dengan dibukanya IFK 2.0 tersebut.
Waktu saya ke sana, saya sempat tertegun sesaat. Sungguh ide cemerlang yang dicita-citakan telah terwujud. IFK ini memang tidak sepenuhnya free, namun pada saat jam tertentu digratiskan bagi anak-anak. Sedangkan bagi yang dewasa, remaja dan orang tua tetap bayar tapi murah. Cukup Rp. 2000,- saja per jam. Bagi saya ini logis, sebab darimana biaya operasionalnya jika 100% free.
Bagi yang berminat dan tertarik dapat berkunjung. Alamatnya di Jl. Pinang No. 4 Tegalmulyo, Desa Gumpang, Kec. Kartasura 57169. Telp:</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan berkunjung ke sebuah rumah di kawasan Gumpang, Kartasura, Solo. Adalah rumahnya Mas Andy MSE yang sekaligus digunakan menjadi kawasan Internet For Kids.
Ide gagasan ini memang telah lama dmunculkan oleh Blogger Nasional ini. Mungkin sudah 3 tahun lalu saya berbincang dengan beliau mengenai hal ini. Namun bukan berarti telah usang dimakan jaman. Akhhirnya tercapai juga pada November 2010 lalu, dengan dibukanya IFK 2.0 tersebut.
Waktu saya ke sana, saya sempat tertegun sesaat. Sungguh ide cemerlang yang dicita-citakan telah terwujud. IFK ini memang tidak sepenuhnya free, namun pada saat jam tertentu digratiskan bagi anak-anak. Sedangkan bagi yang dewasa, remaja dan orang tua tetap bayar tapi murah. Cukup Rp. 2000,- saja per jam. Bagi saya ini logis, sebab darimana biaya operasionalnya jika 100% free.
Bagi yang berminat dan tertarik dapat berkunjung. Alamatnya di Jl. Pinang No. 4 Tegalmulyo, Desa Gumpang, Kec. Kartasura 57169. Telp:</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/internet-untuk-anak.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

