<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kaum biasa</title>
	<atom:link href="http://kaumbiasa.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kaumbiasa.com</link>
	<description>tansah migunani marang wong liya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 05:54:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Blok Cepu: Sejarah Singkat</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/blok-cepu.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/blok-cepu.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 03:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Blok Cepu]]></category>
		<category><![CDATA[Exxon Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[Migas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2163</guid>
		<description><![CDATA[Blok Cepu termasuk dalam cekungan laut  Jawa Timur. Daerah ini termasuk salah satu  penghasil migas  tertua di dunia dengan dimulainya produksi pada tahun 1887 antara lain   ladang Kuti dan Kruka di selatan Surabaya. Lebih dari 30 ladang  minyak diketemukan sebelum tahun 1920. Produksi kumulatif sampai ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://kaumbiasa.com/blok-cepu.php " target="_blank">Blok Cepu</a> termasuk dalam cekungan laut  Jawa Timur. Daerah ini termasuk salah satu  penghasil migas  tertua di dunia dengan dimulainya produksi pada tahun 1887 antara lain   ladang Kuti dan Kruka di selatan Surabaya. Lebih dari 30 ladang  minyak diketemukan sebelum tahun 1920. Produksi kumulatif sampai  sekarang telah melebihi  220 juta barrels. Di daerah Cepu sendiri 3  ladang yang ditemukan menjelang tahun 1900, sedangkan ladang Kawengan  diketemukan pada tahun 1927, dan telah menghasilkan lebih dari 120 juta  barrels.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum Perang Dunia ke II daerah ini dikuasai Shell. Explorasi  dilakukan terutama dengan menggunakan pemetaan geologi permukaan,  sumur-uji dan pemboran dangkal yang diikuti dengan pemboran explorasi  dalam. Tanpa menyadari BPM nyaris menemukan ladang Bany Prip waktu  melakukan kampanye pemboran dangkal yang menghasilkan lapangan gas  Balun-Tobo yang berada di atas ladang Banyu Urip dan Cendana. Salah satu  pemborannya mencapai kedalaman lebih dari  2000 m.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1950, Shell kembali ke daerah Cepu dengan nama PT  Shell Indonesia. Beberapa sumur explorasi dalam dibor (Kawengan-35,  Tobo-8 dll). Tanpa disadari Shell kembali nyaris menemukan ladang  Banyu Urip, sewaktu melakukan pemboran sumur Tobo-8. Selanjutnya PT Shell  Indonesia angkat kaki dari daerah Cepu sekitar tahun 1960 dan daerah  ini diambil alih  PN Permigan</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-296 alignleft" style="border:3px solid black;margin:5px;" title="wisuda" src="http://cepu.files.wordpress.com/2006/08/peta-cepu.jpg" alt="" width="378" height="270" /> Pada tahun 1965 blok Cepu diambil alih oleh Lemigas dan digunakan  untuk tujuan pendidikan dan sebagai daerah latihan untuk personel teknik  perminyakan. Selanjutnya pada tahun 1973-1974 survey-survey seismic  dilakuan. Tidak ada catatan apakah hasilnya ditindak lanjuti dengan  pemboran sumur explorasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertamina Unit III mengambil alih Blok Cepu pada tahun 1980. Menyusul  suatu dekrit pemerintah yang membolehkan perusahaan nasional untuk  berpartisipasi dalam explorasi minyak dan gasbumi, maka <strong>PT Humpuss Patragas</strong> mengajukan  permohonan pengelolaan Blok Cepu. Permohonan awalnya adalah untuk  <em>enhanced  oil recovery</em> dari lapangan2 tua Kawengan, Ledok, Nglobo and Semanggi dan  kemungkinan explorasi di daerah sekitarnya. Suatu perjanjianTAC  ditanda-tangani pada tanggal 23 januari 1990, dengan catatan bahwa semua  lapangan minyak yang masih berproduksi dikeluarkan (<em>carved-out</em>) dari  daerah kontrak, dengan demikian PT Humpuss Patragas yang baru terbentuk  harus melaksanakan explorasi untuk bisa memproduksi migas.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melampaui (<em>overrun</em>) komitmen financialnya PT Humpuss Patragas  memutuskan untuk mem-“farm-out”kan 49% dari “interest”nya pada perusahan  international pada tahun 1995 dengan catatan bahwa Humpuss Patragas tetap  bertindak sebagai operator.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu “shortlist” dari  6 perusahan telah pilih dari lebih dari 100 pihak yang berminat untuk meninjau (to  view) ruang data dengan Terumbu Kujung sebagai primadona. Walaupun semua  ke 6 perusahaan itu sangat berminat, hanya perusahaan <strong>Ampolex</strong> dari  Australia yang berhasil mencapai kesepakatan dengan  komitmen USD 100  juta dan  karena bersedia untuk membiarkan Patragas tetap bertindak  sebagai operator, dengan catatan bahwa Ampolex akan menempatkan seorang  Vice President Exploration dan Chief Geologist di dalam organisasi Humpuss  Patragas. Setelah disetujui oleh pihak-pihak yang berwenang Ampolex  menandatangani suatu persetujuan “farm-in”dg H.Patragas pada Mei 1996.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Ampolex, yang sekarang telah diakuisisi oleh <strong>Mobil Oil</strong>, sangat  bersemangat untuk melakukan pemboran. Pemboran explorasi Banyu Urip 01  dimulai  pada  bulan agustus 1998, di tengah-tengah kemelut politik  dengan jatuhnya Presiden Suharto. Operasi pemboran telah dikuasai  sepenuhnya oleh para insinyur pemboran dari Mobil Oil. Tidak ada para  ahli geologi  atau ahli teknik  Patragas yang diperkenankan masuk ke  lokasi pemboran atau melihat  data hasil pemboran. Pemboran dihentikan  begitu masuk dan setelah pengintian runtunan klastik yang langsung  berada di atas terumbu Kujung dilakukan.. Selanjutnya  muncul berita  bahwa Mobil Oil (<strong>Exxon</strong>) sedang dalam proses dalam pengambilalihan  sisa  51% interest dari Humpuss Patragas serta menjadi operator.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah berhasil mengakuisisi saham Humpuss Patragas, Exxon – Mobil Oil  berusaha memperpanjang kontrak pengelolaan Blok Cepu. Pada era Presiden  Megawati Exxon – MobilOil  mengajukan pembaharuan kontrak. Baru pada era  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kontrak Exxon – MobilOil untuk blok  cepu disetujui selama 25 tahun.</p>
<p style="text-align: right;"><em>disarikan dari berbagai sumber</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/blok-cepu.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Memanusiakan Manusia?</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/pendidikan-memanusiakan-manusia.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/pendidikan-memanusiakan-manusia.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 02:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Memanusiakan Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2158</guid>
		<description><![CDATA[Bahwa dari zaman ke zaman manusia telah berupaya mengkonsepsikan dan mengimplementasikan pendidikan secara variatif. Kendati demikian, secara esensi dan misinya menunjukkan pada garis yang sama yakni bahwa pendidikan pada dasarnya merupakan upaya untuk mempersiapkan manusia guna mengahadapi berbagai tantangan perubahan yang terjadi sesuai dengan tuntutan zaman, sekaligus merupakan upaya untuk ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bahwa dari zaman ke zaman manusia telah berupaya mengkonsepsikan dan mengimplementasikan pendidikan secara variatif. Kendati demikian, secara esensi dan misinya menunjukkan pada garis yang sama yakni bahwa pendidikan pada dasarnya merupakan upaya untuk mempersiapkan manusia guna mengahadapi berbagai tantangan perubahan yang terjadi sesuai dengan tuntutan zaman, sekaligus merupakan upaya untuk menjamin kelangsungan eksistensi kehidupan manusia itu sendiri. Dengan melalui pendidikanlah hingga saat ini manusia telah mampu mempertahankan eksistensinya dan terus menerus menuju peradaban yang semakin maju dan kompleks.</p>
<div id="spoiler">
<div>
<input style="font-size: 11px; font-weight: bold; margin: 5px; padding: 0px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')['show'].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')['show'].style.display = ''; this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')['hide'].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'TUTUP'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')['show'].style.display = 'none'; this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')['hide'].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'LIHAT LAGI'; }" name="button" type="button" value="Buka untuk Membaca" /></div>
<div id="show" style="border: 1px solid white; display: none; margin: 5px; padding: 2px; width: 98%;">
<div style="color: #000000; background: none repeat scroll 0% 0% #ebf3fb; border: 1px solid #aaccee; padding: 7px; margin: 0px;">
<p style="text-align: justify;">
<h3>Perkembangan institusi Pendidikan</h3>
<p><!-- p { margin-bottom: 0.08in; } --></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan peradaban manusia selanjutnya, mereka senantiasa manjaga dan melanjutkan tradisi pendidikan melalui berbagai bentuk dan institusi pendidikan. Masing-masing model dan bentuk pendidikan saling berlomba untuk mendidik manusia agar menjadi lebih baik. Berbagai usaha yang dilakukan manusia untuk melakukan pendidikan tersebut lambat laun memunculkan berbagai model dan institusi pendidikan yang tercatat dalam sejarah pendidikan, misalnya Academia di Yunani, Padepokan dan Pesantren di Jawa, Monastery di kalangan gereja, Madrasah di kangan masyarakat Muslim atau pun Santiniketan di India, dan masih banyak lagi. Salah satu institusi pendidikan yang sekarang menjadi model yang dominan adalah dikenal dengan isitilah “Sekolah” atau “Universitas”.</p>
</div>
</div>
</div>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-296 alignleft" style="border:3px solid black;margin:5px;" title="wisuda" src="http://santrisolo.files.wordpress.com/2008/12/wisuda.jpg?w=74" alt="wisuda" width="110" height="139" />Penyelenggaraan pendidikan selanjutnya adalah menjadi kewajiban kemanusiaan maupun sebagai strategi budaya dalam rangka mempertahankan kehidupannya. Dengan kata lain, pendidikan merupakan salah satu strategi budaya tertua bagi manusia untuk mempertahankan keberlangsungan eksistensinya. Pendidikan dipahami dan maknai sebagai sebagai sebuah wahana untuk menyalurkan ilmu pengetahuan, alat pembentukan watak, alat pelatihan keterampilan, alat mengasah otak, serta media untuk meningkatkan keterampilan kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara ada juga yang memaknai bahwa pendidikan lebih diyakini sebagai suatu media atau wahana untuk menanamkan nilai-nilai moral dan ajaran keagamaan, alat pembentukan kesadaran berbangsa dan bernegara, alat meningkatkan taraf ekonomi, alat mengurangi kemiskinan, untuk mengangkat status sosial, pengusaan teknologi, serta media untuk menguak misteri jagad raya. Pendidikan juga sebagai wahana untuk memanusiakan manusia, serta wahana untuk pembebasan manusia. Melihat begitu pentingnya pendidikan bagi umat manusia, banyak peradaban manusia yang “mewajibkan” masyarakatnya untuk tetap menjaga keberlangsungan pendidikan. Bagi kalangan Muslim ada sebuah keyakinan beragama bahwa, “menuntut ilmu itu merupakan kewajiban bagi kaum Muslim laki-laki dan perempuan”. Hal ini menunjukan betapa pentingnya arti pendidikan bagi umat manusia, sebab pendidikan akan sangat berpengaruh pada kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat (nirwana) kelak.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sejarah perjalanan dan perkembangan pendidikan telah melahirkan sejumlah filsafat pemaknaan yang melandasinya. Terdapat tiga aliran paham filsafat yang masih dominan pengaruhnya hingga saat ini, yang ketiganya lahir pada zaman abad pencerahan menjelang zaman modern. <strong>(1) Nativisme atau Naturalisme</strong>, tokohnya antara lain; J.J. Rousseau (1712-1778) dan Schopenhauer (1788-1860 M). Paham ini berpendirian bahwa pendidikan pada hakekatnya sekedar sebuah proses pemberian kemudahan agar seseorang berkembang sesuai dengan kodrat alamiahnya. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung pesimistik. <strong>(2) Empirisme atau Environtalisme</strong>, yang ditokohi oleh John Locke (1632-1704 M) dan J. Herbart (1776-1841 M). Aliran ini berpandangan bahwa pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu proses pembentukan dan pengisian anak manusia ke arah pola yang diinginkan dan diharapkan lingkungan masyarakatnya. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung optimistik. Dan <strong>(3) Konvergensionisme atau Interaksionisme</strong>, yang dipelopori oleh William Stern (1871-1939). Menurut pandangan ini, pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu rangkaian peristiwa interaksi antara faktor pembawaan (genetik) dengan lingkungan (venotif). Pribadi manusia akan terbentuk sebagai sebuah hasil interaksi dari kedua faktor determinan tersebut. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang lebih rasional.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Institusi pendidikan modern mengadopsi pemikiran ini dalam rangka “mencetak” manusia yang berpendidikan dan berbudaya. Bahwa faktor gen (bawaan), sering dibahasakan dengan bakat dan minat, yang sudah dibawa sejak lahir akan berinteraksi dengan faktor lingkungan. Keduanya akan diolah sedemikian rupa sehingga diharapkan mampu menjadikan anak manusia yang mumpuni, beradab dan berbudaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, dengan semakin materialistisnya institusi pendidikan modern saat ini akankah mereka yang cerdas secara genotif, namun miskin, dapat mengolah dan mengolaborasi dengan faktor lingkungan didalam sebuah institusi pendidikan yang biayanya selangit? Benarkah masih ada kesetaraan kesempatan (egaliterarian) berpendidikan? Jika demikian adanya, maka misi dan makna pendidikan sebagai wahana untuk memanusiakan manusia dan membebaskan manusia sudah tidak relevan lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/pendidikan-memanusiakan-manusia.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malahayati dan Emansipasi Perempuan</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/malahayati.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/malahayati.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 10:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Laksamana Malahayati]]></category>
		<category><![CDATA[Laskar Inong Bale]]></category>
		<category><![CDATA[Malahayati]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2153</guid>
		<description><![CDATA[Emansipasi perempuan selalu dikaitkan dengan keberadaan RA Kartini. Menurut saya, bahwa yang namanya pejuang emansipasi perempuan atau kesetaraan gender ada jalan dan strategi serta taktik masing-masing pejuangnya. Model dan cara berjuangnya juga berbeda. Laksamana Malahayati, menurut saya juga adalah seorang pejuang emansipasi perempuan. Mosok sih? Lha sakjane sopo tho Malahayati ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Emansipasi perempuan selalu dikaitkan dengan keberadaan RA Kartini. Menurut saya, bahwa yang namanya pejuang emansipasi perempuan atau kesetaraan gender ada jalan dan strategi serta taktik masing-masing pejuangnya. Model dan cara berjuangnya juga berbeda. <a href="http://kaumbiasa.com/malahayati.php" target="_blank">Laksamana Malahayati</a>, menurut saya juga adalah seorang pejuang emansipasi perempuan. <em>Mosok </em>sih? <em>Lha sakjane sopo tho <a href="http://kaumbiasa.com/malahayati.php" target="_blank">Malahayati</a> kuwi???</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-320 alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 3px 7px;" title="lomba nulis pelajar kedu" src="https://sites.google.com/site/tjiwir/mala/kumalahayati.jpg" alt="" />Beliau adalah seorang perempuan yang agung (<em>grande dame</em>), yang memimpin sebuah laskar pejuang yang berisi para perempuan dan kebanyakan adalah janda yang ditinggal wafat suami mereka dalam perjuangan melawan penjajah. Termasuk suaminya saat berperang melawan Portugis sewaktu akan menguasai selat Malaka. Laskar tersebut dinamai <strong>Laskar Inong Balee</strong> atau yang bermakna Laskar para Janda pahlawan. Beranggotakan 2000 orang prajurit perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Malahayati, nama aslinya adalah <strong>Keumala Hayati</strong>, hidup di masa Kerajaan (Kesultanan) Atjeh dipimpin oleh <strong>Sultan Alaiddin Ali Riayat Syah IV</strong> yang memerintah antara tahun 1589-1604 M. Malahayati pada awalnya adalah dipercaya sebagai kepala pengawal dan protokol di dalam dan luar istana. Karir militernya menanjak setelah kesuksesannya &#8220;menghajar&#8221; kapal perang Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Cornelis de Houtman yang terkenal kejam. Bahkan Cornelis de Houtman tewas ditangan Malahayati pada pertempuran satu lawan satu di geladak kapal pada 11 September 1599. Akhirnya beliau diberi anugerah gelar Laksamana. Dan beliaulah <strong>Laksamana Perempuan Pertama Di Dunia</strong>. Beliau juga sukses menghalau Portugis dan Inggris masuk ke Aceh.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, beliau juga mendirikan sebuah benteng yang dikenal dengan Benteng Inong Balee di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Benteng tersebut menghadap ke barat, ke arah Selat Malaka. Benteng ini merupakan benteng pertahanan sekaligus sebagai asrama penampungan janda-janda yang suaminya gugur dalam pertempuran. Selain itu juga digunakan sebagai sarana pelatihan militer dan penempatan logistik keperluan perang.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah wafat Malahayati dimakamkan tidak jauh dari Benteng Inong Balee, sekitar 3 Km dari benteng  berada diatas bukit. Lokasi makam pada puncak bukit, merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap tokoh yang dimakamkan. Penempatan makam di puncak bukit kemungkinan dikaitkan dengan anggapan bahwa tempat yang tinggi itu suci. Beberapa kompleks makam di daerah lain yang terdapat di puncak bukit antara lain: Kompleks Makam Raja-raja <a href="http://kaumbiasa.com/mataram-kuno.php" target="_blank">Mataram</a> di Imogiri Yogyakarta, makam Sunan Giri di Giri Gresik, Sunan Muria di Kudus, dan Gunung Jati di Cirebon.</p>
<p style="text-align: justify;">Nama Malahayati saat ini terserak di mana-mana, sebagai nama jalan, pelabuhan, rumah sakit, sebuah universitas di Bandar Lampung, Akademi Maritim di banda Aceh serta kapal perang,<strong> KRI Malahayati</strong>, satu dari tiga fregat berpeluru kendali MM-38 Exocet.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah profil singkat salah seorang pahlawan Aceh. Jika selama di sekolah dulu kita hanya diajarkan bahwa pahlawan Aceh hanya ada Cut Nya&#8217; Dien maupun Cut Meutia saja, ternyata ada pahlawan perempuan yang lain juga.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Para pahlawan tersebut, menurut saya, tidak bisa dibanding-bandingkan. Tidak bisa disama-atau dibedakan. Mereka memiliki karakteristik masing-masing, punya keahlian dan jalannya masing-masing untuk memperjuangkan cita-citanya. Jadi saya <em>ndak</em> sepakat jika Malahayati lebih heroik dibanding RA Kartini atau Cut Nyak Dien atau sebaliknya.</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Beda karakter, beda waktu, dan beda jalan yang harus dilalui untuk menjadi pahlawan. Jika RA Kartini berjuang dengan pena untuk sebuah emansiapasi, sementara Malahayati berjuang dengan pedang. Yang jelas kesemuanya berjuang dengan fikiran dan tenaga serta taktik masing-masing. Semuanya, menurut saya adalah para pejuang emansipasi perempuan yang bergerak dengan caranya masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/malahayati.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lomba Menulis dan Seminar Pendidikan 2011</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/lmsp-201.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/lmsp-201.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 05:48:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Menulis untuk Pelajar 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar Pendidikan 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2148</guid>
		<description><![CDATA[Menulis sebenarnya bukanlah hal yang  mudah, namun bukan pula sebuah hal yang sulit dan harus ditakuti. Dengan  menulis setidaknya kita dapat memberikan 3 (tiga) hal bermanfaat kepada  sesama. Pertama, dengan kita menuliskan sesuatu hal maka kita telah  memberikan dan membagi ilmu dan pengetahuan dengan orang lain. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Menulis sebenarnya bukanlah hal yang  mudah, namun bukan pula sebuah hal yang sulit dan harus ditakuti. Dengan  menulis setidaknya kita dapat memberikan 3 (tiga) hal bermanfaat kepada  sesama. Pertama, dengan kita menuliskan sesuatu hal maka kita telah  memberikan dan membagi ilmu dan pengetahuan dengan orang lain. Kedua,  dengan menulis maka kita telah mendokumentasikan suatu pengetahuan yang  kita miliki, hingga pada suatu saat (siapa tahu) akan diperlukan oleh  orang lain. Dan ketiga adalah merangsang dan menumbuhkan minat baca  masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain baru saja kita, segenap  masyarakat di seputaran lingkar gunung Merapi, merasakan betapa  dahsyatnya dampak erupsi gunung teraktif ini. Ratusan ribu rakyat secara  tiba-tiba harus menyingkir ke pengungsian. Debu, abu, pasir, bahkan  kerikil dan batu beterbangan di langit kaki gunung. Ribuan hektar lahan  pertanian rusak porak-poranda. Hewan ternak, bahkan beberapa warga tewas  menjadi korban awan panas. Sekolah-sekolah diliburkan karena semua  siswa dan guru menjadi pengungsi.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdorong oleh hal-hal sebagaimana  terurai di atas, pastinya akan sangat beragam kesan, pendapat, opini dan  perasaan yang dirasa oleh berbagai kalangan masyarakat terhadap  kejadian erupsi Merapi, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.  Alangkah menariknya untuk mendokumentasikan pikiran muda dari sudut  pandang para remaja dan pelajar kita menjadi tulisan-tulisan yang  inspiratif terkait keberadaan gunung Merapi.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img title="Lomba Menulis dan Seminar Pendidikan 2011" src="http://pendekartidar.org/wp-content/uploads/2011/04/lmsp2011.jpg" alt="" width="501" height="220" /></p>
<p style="text-align: justify;">Nama Kegiatan: <a href="http://kaumbiasa.com/lmsp-201.php" target="_blank"><strong>Lomba Menulis dan Seminar Pendidikan se-Eks Karesidenan Kedu 2011</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tema Kegiatan:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Lomba Menulis: <em><strong>1001 Sisi Erupsi Merapi 2010 </strong></em><a href="http://pendekartidar.org/lm2011.php" target="_blank">*)<strong> </strong></a><em><strong><br />
</strong></em></li>
<li>Seminar Pendidikan: <em><strong>Internet Sehat untuk Mencerdaskan Generasi Masa Depan </strong></em><a href="http://pendekartidar.org/sp2011.php" target="_blank">**)</a><em><strong><br />
</strong></em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sub-Tema Penulisan:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em><strong>Kesan, pengalaman, opini, serta pandapat</strong></em> tentang      peristiwa erupsi Merapi;</li>
<li><em><strong>Alam</strong></em>, berkenaan dengan kondisi dan situasi  alam, baik mengenai wisata alam yang terpendam, kondisi lingkungan  hidup yang ada, produk atau sumber daya alam potensial, serta kondisi  pembangunan kawasan Merapi;</li>
<li><em><strong>Sosial-Budaya</strong></em>, berkenaan dengan budaya  yang ada di kawasan masing-masing, seperti kesenian, seni kerajinan  rakyat, tari-tarian, adat istiadat atau upacara-upacara adat, serta  berbagai aspek kehidupan sosial kemasyarakatan;</li>
<li><em><strong>Kuliner</strong></em> atau makanan khas seputar Merapi;</li>
<li><em><strong>Aspirasi</strong></em> terhadap proses pemulihan dan pembangunan yang sedang berlangsung;</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Peserta:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Peserta Lomba Menulis adalah <strong><span style="text-decoration: underline;"><em>pelajar tingkat SMP dan SMA</em></span></strong> di wilayah eks-Karesidenan Kedu (Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Kebumen).</li>
<li>Peserta Seminar Pendidikan adalah <strong><span style="text-decoration: underline;"><em>juara lomba menulis, guru-guru, orang tua, praktisi internet, pelajar, mahasiswa, dan umum</em></span></strong>.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pelaksanaan:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pengumpulan Naskah Lomba<em> </em> : 2 Mei 2011 – 12 Mei 2011<em> </em></li>
<li>Pelaksanaan Seminar Pendidikan : Sabtu 25 Juni 2011, pukul 08.00 – 13.30</li>
</ul>
<p>Kontak Person:</p>
<ul>
<li><em>Kukuh (0856 434 80721)</em></li>
<li><em>Yudha (08999 3100 25)</em></li>
<li><em>Nahdhi (0856 254 2517)</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Keterangan:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Informasi lebih lengkap mengenai Lomba Menulis : <a href="http://pendekartidar.org/lm2011.php" target="_blank"><em>http://pendekartidar.org/lm2011.php</em></a></li>
<li>Informasi lebih lengkap mengenai Seminar Pendidikan : <a href="http://pendekartidar.org/sp2011.php" target="_blank"><em>http://pendekartidar.org/sp2011.php</em></a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/lmsp-201.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Candi Ngawen</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/candi-ngawen.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/candi-ngawen.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 11:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Ngawen]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Mataram Kuno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2122</guid>
		<description><![CDATA[Candi Ngawen adalah salah satu dari sekian banyak candi yang bertebaran di Magelang. Namanya memang kalah kondang dengan Candi Borobudur maupun Candi Mendut.  Candi ini sampai sekarang juga belum selesai dipugar. Para ahli  arkoelogi masih mencari-cari bentuk awalnya, disamping masih  mengais-ngais reruntuhan candi ini.
Candi Ngawen terletak di ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://kaumbiasa.com/candi-ngawen.php" target="_blank">Candi Ngawen</a> adalah salah satu dari sekian banyak candi yang bertebaran di Magelang. Namanya memang kalah <em>kondang</em> dengan <a href="../keajaiban-candi-borobudur.php" target="_blank">Candi Borobudur</a> maupun <a href="../candi-mendut-dan-ruang-publik.php" target="_blank">Candi Mendut</a>.  Candi ini sampai sekarang juga belum selesai dipugar. Para ahli  arkoelogi masih mencari-cari bentuk awalnya, disamping masih  mengais-ngais reruntuhan candi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Candi Ngawen terletak di desa Ngawen Kecamatan Muntilan. Persisnya berada 2 km sebelah selatan <a href="../gunung-pring.php" target="_blank">Kompleks Makam Kyai Raden Santri</a>, <a href="../gunung-pring.php" target="_blank">Gunung Pring</a>, dan sekitar 5 km sebelah timur <a href="../candi-mendut-dan-ruang-publik.php" target="_blank">Candi Mendut</a>. Menurut perkiraan, candi ini dibangun semasa dengan <a href="../keajaiban-candi-borobudur.php" target="_blank">Candi Borobudur</a> yakni pada masa Wangsa Syailendra. Berbeda dengan candi-candi Budha  lainnya, Candi Ngawen terdiri dari 5 (lima) buah candi kecil-kecil.  Namun dari kelimanya baru satu candi yang utuh kembali, itupun tanpa  atap.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sites.google.com/site/tjiwir/candi-ngawen/IMG_4501.JPG" target="_blank"><img class="alignleft" style="margin: 5px; border: 2px solid black;" title="candi-ngawen" src="http://sites.google.com/site/tjiwir/candi-ngawen/IMG_4501.JPG" alt="candi-ngawen" width="278" height="209" /></a>Candi yang menghadap ke timur ini berada ditepian Kali Blongkeng  Muntilan, sebuah sungai yang dipercaya banyak mengandung belerang.  Seperti pada <a href="../candi-mendut-dan-ruang-publik.php" target="_blank">candi Mendut</a>,  masing-masing candi disini dihiasi ornamen singa pada keempat sudutnya  sebagai aliran pembuangan air. Relief yang masih tampak jelas adalah <strong>kinnara</strong> yakni makhluk surgawi yang berbentuk setengah manusia setengah burung.</p>
<p style="text-align: justify;">Candi ini pertama kali ditemukan pada  tahun 1864 oleh seorang Belanda bernama Hoepermans. Proses restorasinya  selesai pada tahun 1927. Sekarang kompleks candi ini ditata apik dengan  taman lengkap dengan kolam sehingga menambah keasrian candi Ngawen.  Apalagi posisi candi yang berada ditengah-tengah areal persawahan  menjadikan lokasi ini menyenangkan untuk rehat dari kebisingan kota.  Untuk pacaran juga mengasyikkan lho <img src='http://kaumbiasa.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/haha.gif' alt='(haha)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sites.google.com/site/tjiwir/candi-ngawen/IMG_4505.JPG" target="_blank"><img class="alignleft" style="margin: 5px; border: 2px solid black;" title="candi-ngawen" src="http://sites.google.com/site/tjiwir/candi-ngawen/IMG_4505.JPG" alt="candi-ngawen" width="278" height="209" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sites.google.com/site/tjiwir/candi-ngawen/IMG_4510.JPG" target="_blank"><img class="alignleft" style="margin: 5px; border: 2px solid black;" title="candi-ngawen" src="http://sites.google.com/site/tjiwir/candi-ngawen/IMG_4510.JPG" alt="candi-ngawen" width="278" height="209" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/candi-ngawen.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

