<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kaum biasa</title>
	<atom:link href="http://kaumbiasa.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kaumbiasa.com</link>
	<description>tansah migunani marang wong liya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 09:05:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Jualan Doa????</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/jualan-doa.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/jualan-doa.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 09:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fren]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Berkah Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa Barokah]]></category>
		<category><![CDATA[Keutamaan Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1895</guid>
		<description><![CDATA[Jam 14 siang tadi ketika baru sampai di kantor setelah menyelesaikan tugas ke Jogjakarta, sewaktu duduk santai sembari melepas lelah, tiba-tiba salah seorang kawan bilang : &#8220;enak yo nek wulan Pasa ngene kiye. Akeh wong kang entuk rejeki lan berkah&#8221;. (enak ya kalau bulan Puasa begini. Banyak orang mendapatkan berkah dan rejeki). Tak jawab, &#8220;Kok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jam 14 siang tadi ketika baru sampai di kantor setelah menyelesaikan tugas ke Jogjakarta, sewaktu duduk santai sembari melepas lelah, tiba-tiba salah seorang <a href="http://kaumbiasa.com/kyai-muda-ekonomi-islam.php" target="_blank">kawan</a> bilang : &#8220;enak yo nek wulan Pasa ngene kiye. Akeh wong kang entuk rejeki lan berkah&#8221;. <em>(enak ya kalau bulan Puasa begini. Banyak orang mendapatkan berkah dan rejeki).</em> Tak jawab, &#8220;Kok bisa???&#8221; Lalu dia mulai bercerita.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya kemarin ada orang datang ke kantor sambil membawa lembaran kertas. Kemudian orang tersebut menyampaikan maksudnya untuk meminta shadaqah. Namun bukan sekedar meminta, orang tersebut menyodorkan lembaran kertas yang dibawanya kepada kawan saya itu sambil bilang &#8220;ini ada selembar kertas doa mas, siapa tahu sampeyan membutuhkan. Untuk infaqnya seikhlasnya saja mas&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://tripelx.files.wordpress.com/2010/09/doa-barokah.jpg" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-102" style="border: 2px solid black; margin: 5px 7px;" title="doa-barokah" src="http://tripelx.files.wordpress.com/2010/09/doa-barokah.jpg?w=207" alt="" width="207" height="300" /></a>Saya jadi tertarik mendengar cerita tersebut dan segera meminta kertas doa yang diberikan tersebut. Ternyata isinya bertuliskan  <strong>doa barokah</strong>. Bagi saya ini adalah hal baru ada orang minta shadaqah dengan membawa kertas doa. Baru kali ini saya menjumpainya. Dan jelas  orang tersebut sangat inovatif menurut saya, mampu dan cerdas memanfaatkan momen bulan Ramadhan, dimana umat Islam pada berpuasa dan bulan dimana berdoa sangat dianjurkan oleh Kanjeng Gusti ALLAH SWT akan mengabulkan doa-doa kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada teman yang bilang ini namanya menjual doa. Ada yang berpendapat nggak masalah, yang penting kita ikhlas ngasih. Menurut saya sih nggak masalah, sebab ini sama halnya kita membeli buku kumpulan doa-doa. Cuman bedanya kalau membeli buku kumpulan doa kita <em>musti </em>datang ke toko dan harga sudah dipatok oleh penjualnya, sedangkan yang ini kita &#8220;membelinya&#8221; dengan seikhlas kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Justru ini menarik, unik dan inovatif. Selain juga jelas membuat kita mendapatkan pahala shadaqah. Bagaimana menurut sampeyan semua???</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/jualan-doa.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Money Changer Jalanan</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/money-changer-jalanan.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/money-changer-jalanan.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 12:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Berkah Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Money Changer Jalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1890</guid>
		<description><![CDATA[Adalah agenda tahunan yang selalu ada disetiap menjelang hari raya Idul Fitri alias Lebaran, adalah banyak bertebaran para penjaja jasa penukaran uang baru. Hampir disemua kota ada yang beginian ini.
Selama saya tinggal di Kota Solo,  Disepanjang jalan Slamet Riyadi mulai dari kawasan Sriwedari hingga Gladak serta di Jalan Sudirman dari depan Kantor Pos hingga depan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-320 alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 3px 7px;" title="jualuangbaru" src="https://sites.google.com/site/tjiwir/jual-uang/jualuangbaru.JPG" alt="" width="331" height="212" />Adalah agenda tahunan yang selalu ada disetiap menjelang hari raya Idul Fitri alias Lebaran, adalah banyak bertebaran para penjaja <a href="http://kaumbiasa.com/jual-uang-baru.php" target="_blank">jasa penukaran uang baru</a>. Hampir disemua kota ada yang beginian ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama saya tinggal di <a href="http://kaumbiasa.com/solo-kota-dengan-dua-nama.php" target="_blank">Kota Solo</a>,  Disepanjang jalan Slamet Riyadi mulai dari kawasan Sriwedari hingga Gladak serta di Jalan Sudirman dari depan Kantor Pos hingga depan Balai Kota dan juga disepanjang Jalan Adi Sucipto dari kawasan Manahan hingga Jajar banyak <a href="http://kaumbiasa.com/money-changer-jalanan.php" target="_blank">money changer jalanan</a> tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan selama saya tinggal di <a href="http://kaumbiasa.com/magelang-1-nama-2-wilayah.php" target="_blank">Magelang</a>, saya belum pernah menemui hal seperti ini. Belum banyak mereka yang menggelar jasa maupun dagangan uang baru tersebut di jalanan. Saya sempat bertanya ke beberapa tetangga karena di <a href="http://kaumbiasa.com/pisowanan-agung-bhumi-tidar.php" target="_blank">Magelang</a> memang belum menganggap bahwa memberikan <em>angpao</em> Lebaran harus dengan uang baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang beda daerah beda adat dan budaya. Di Solo hal tersebut telah menjadi budaya dan punya nilai prestisius yang lebih jika ngasih angpao dengan uang baru, sementara di Magelang masih belum. Dan menurut saya kalau mau ngasih <em>angpao</em> juga tidak harus uang baru tapi yang penting adalah keikhlasannya. Meski uangnya baru tapi nggak ikhlas ya sama saja to&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/money-changer-jalanan.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banyuwindu : Desa Wisata Konservasi</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/banyuwindu.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/banyuwindu.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 04:37:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwindu]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata kendal]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Limbangan]]></category>
		<category><![CDATA[PATTIRO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1870</guid>
		<description><![CDATA[Nama ini bagi saya memang terasa tidak asing lagi, sebab beberapa kali saya menemukan dan membaca tulisan mengenai kawasan ini di blognya mas Andy MSE serta website resmi Sekolah Rakyat Kendal. Dan baru pada 21 Agustus 2010 kemarin saya berkesempatan mengunjungi kawasan yang sedang dikembangkan menjadi desa wisata tersebut.
Banyuwindu adalah nama sebuah dusun yang berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://tripelx.files.wordpress.com/2010/08/banyuwindu-1.jpg" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-96" style="border: 3px solid black; margin: 5px;" title="banyuwindu-1" src="http://tripelx.files.wordpress.com/2010/08/banyuwindu-1.jpg?w=300" alt="" width="238" height="160" /></a>Nama ini bagi saya memang terasa tidak asing lagi, sebab beberapa kali saya menemukan dan membaca tulisan mengenai kawasan ini di blognya mas <a href="http://andy.web.id" target="_blank">Andy MSE</a> serta website resmi <a href="http://sekorakyat.org/about" target="_blank">Sekolah Rakyat Kendal</a>. Dan baru pada 21 Agustus 2010 kemarin saya berkesempatan mengunjungi kawasan yang sedang dikembangkan menjadi desa wisata tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kaumbiasa.com/banyuwindu.php" target="_blank"><strong>Banyuwindu</strong></a> adalah nama sebuah dusun yang berada di desa Limbangan, kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Adalah dusun (perkampungan) paling atas yang terdapat di sebelah barat pegunungan Ungaran. Karena keindahan alamnya serta banyaknya keanekaragaman hayati yang terdapat di sana maka tidak heran jika kawan-kawan Sekolah Rakyat bersama dengan warga dan perangkat desa berinisiasi untuk menjadikan kawasan <a href="http://kaumbiasa.com/banyuwindu.php" target="_blank">Banyuwindu</a> sebagai kawasan <a href="http://kaumbiasa.com/desa-wisata-kendal.php" target="_blank">Desa Wisata Konservasi</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama sehari semalam saya di sana memang tidak cukup untuk menikmati keindahan alam, apalagi untuk melihat keanekaragama hayatinya seperti kupu-kupunya, vegetasi (tanaman) yang cukup langka serta kawanan burung rangkok dan juga situs <strong>Batu Ajar</strong>. Situs Batu Ajar, menurut salah seorang kawan di <a href="http://sekorakyat.org" target="_blank">Sekolah Rakyat</a>, adalah sebuah batu besar yang pada bagian atasnya terdapat pahatan wayang.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://tripelx.files.wordpress.com/2010/08/banyuwindu-3.jpg" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-98" style="border: 3px solid black; margin: 5px;" title="banyuwindu-3" src="http://tripelx.files.wordpress.com/2010/08/banyuwindu-3.jpg?w=300" alt="" width="236" height="177" /></a>Kawasan ini menurut saya memang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata konservasi. Bahkan meski belum sepenuhnya terkonsep dan tertata benar, pada 7 Agustus 2010 yang lalu sudah kedatangan  wisatawan dari karyawan <a href="http://bni.co.id" target="_blank">Bank BNI 46’</a> wilayah Semarang sebanyak 55 orang. (<a href="http://sekorakyat.org/kekaguman-wisatawan-di-desa-wisata-konservasi-limbangan.html" target="_blank"><em>lihat beritanya disini</em></a>). Sungguh luar biasa. <img src='http://kaumbiasa.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/applause.gif' alt='(applause)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Yang diperlukan selanjutnya adalah mengembangkan kerangka konsep yang sudah sedikit banyak dibuat oleh kawan-kawan <a href="http://sekorakyat.org" target="_blank">Sekolah Rakyat</a>. Bagaimana memadukan konsep wisata dengan konsep konservasi alam harus dibuat sedemikian rupa agar menarik sekaligus menjaga bahkan dapat menambah keanekaragaman hayati di sana. Dan untuk hal tersebut, sesuai dengan kesepakatan pada pertemuan dengan perangkat desa tadi malam bersama Jaringan PATTIRO se-Jateng, bahwa seluruh Jaringan PATTIRO se-Jateng telah bersepakat untuk mem-back up-nya. Baik dari sisi pengembangan konsep, pengembangan dan peningkatan kapasitas warga dalam hal konservasi alam dan pertanian organik, manajemen pengelolaan serta pemasaran (marketing)-nya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sedikit masukan saya untuk pengembangan desa wisata <a href="http://kaumbiasa.com/banyuwindu.php" target="_self">Banyuwindu</a> adalah :<br />
(<strong>1</strong>) menjadikan wisata budaya asli Limbangan yang ada menjadi bagian dari paket yang ditawarkan. Misalnya, kesenian tradisional yang ada di Limbangan menjadi suguhan hiburan bagi para wisatawan. Baik itu budaya berupa tarian khas Limbangan maupun upacara-upacara adat yang dulu selalu ada di sana, seperti misalnya upacara adat panen raya. Jadi kedatangan wisatawan setidaknya dapat disesuaikan waktunya dengan agenda-agenda budaya dan tradisi masyarakat desa tersebut.<br />
(<strong>2</strong>) Keberadaan <em>home stay</em> menjadi salah satu pilihan untuk dapat membuat wisatawan <em>betah</em> tinggal di sana beberapa hari. Sehingga, selain menikmati out bond yang selama ini ada juga dapat menikmati suasana malam <a href="http://kaumbiasa.com/banyuwindu.php" target="_blank">Banyuwindu</a>. Ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat pula.<br />
(<strong>3</strong>) Pengemasan makanan khas tradisional yang ada sebagai paket oleh-oleh yang akan didapatkan wisatawan yang berkunjung. Selain juga dapat dijual bebas oleh masyarakat setempat.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://tripelx.files.wordpress.com/2010/08/banyuwindu-2.jpg" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-97" style="border: 3px solid black; margin: 5px 6px;" title="banyuwindu-2" src="http://tripelx.files.wordpress.com/2010/08/banyuwindu-2.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a> <a href="http://tripelx.files.wordpress.com/2010/08/banyuwindu-4.jpg" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-99" style="border: 3px solid black; margin: 5px 6px;" title="banyuwindu-4" src="http://tripelx.files.wordpress.com/2010/08/banyuwindu-4.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/banyuwindu.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Long Bumbung</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/long-bumbung.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/long-bumbung.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 06:32:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Cokro]]></category>
		<category><![CDATA[Keutamaan Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Klaten]]></category>
		<category><![CDATA[long bumbung]]></category>
		<category><![CDATA[meriam bambu]]></category>
		<category><![CDATA[Polanharjo]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Umbul Cokro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1857</guid>
		<description><![CDATA[Setiap memasuki bulan Ramadhan, waktu kecil saya dulu (saat sekolah SD dan SMP), selalu nyumet long bumbung (meriam dari bambu). Meskipun permainan ini tergolong cukup membahayakan karena menggunakan api, namun permainan ini cukup menyenangkan sambil menunggu waktu buka puasa atau pun untuk memeriahkan malam sehabis tarawih.
Cara membuat Long bumbung cukup mudah. Bahan baku utamanya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setiap memasuki bulan Ramadhan, waktu kecil saya dulu (saat sekolah SD dan SMP), selalu <em>nyumet long bumbung</em> (meriam dari bambu). Meskipun permainan ini tergolong cukup membahayakan karena menggunakan api, namun permainan ini cukup menyenangkan sambil menunggu waktu buka puasa atau pun untuk memeriahkan malam sehabis tarawih.</p>
<p style="text-align: justify;">Cara membuat<em> Long bumbung</em> cukup mudah. Bahan baku utamanya adalah bambu dengan panjang sekitar 2 meter dan diameter yang cukup besar (sekitaran 15cm). Setelah itu, pada setiap  <em>ros-rosan</em> bambu tersebut harus dilubangi, kecuali <em>ros-rosan</em> terakhir dibiarkan saja sebab untuk menempatkan minyak tanah dan hanya diberi sedikit lubang pada bagian atasnya untuk menyalakan meriam tersebut. Jika semua sudah selesai dipersiapkan maka long bumbung sudah siap dinyalakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-94" style="border: 2px solid black; margin: 5px;" title="bambu_02" src="http://tripelx.files.wordpress.com/2010/08/bambu_02.jpg?w=300" alt="" width="258" height="172" />Dulu saya dan teman-teman menyalakan long bumbung dengan cara berjajar di tepian sungai. yang tak jauh dari aliran <a href="http://kaumbiasa.com/umbul-cokro.php" target="_blank">Umbul Cokro</a>, Klaten. Dan selalu dibagi 2 (dua) kelompok yang posisinya saling berseberangan, sehingga seperti perang meriam beneran sebab dulu saya dan teman-teman tidak hanya perang suara aja, tetapi di bagian moncong depan long bumbung selalu diberi kaleng bekas susu yang akan terlempar ketika long bumbung dinyalakan. Selain itu mengapa di tepian sungai adalah jika sewaktu-waktu terjadi ledakan balik mengenai badan langsung bisa terjun masuk sungai.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang hal itu sudah sangat jarang bahkan langka dan hampir tidak ada lagi anak-anak yang memainkannya. Anak-anak jaman <em>saiki </em>lebih suka melihat tv di rumah daripada bermain dengan teman-temannya, selain itu juga minyak tanah semakin mahal dan langka. Meskipun mengundang bahaya, namun permainan long bumbung ini sebenarnya membuat suasana akrab antar teman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/long-bumbung.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyadran</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/nyadran.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/nyadran.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 06:17:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[kesalehan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Klaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sadranan]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Songo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1859</guid>
		<description><![CDATA[Bagi wong Jawa, Tradisi Nyadran atau Sadranan adalah sebuah agenda tahunan yang selalu dilakukan setiap menjelang bulan Ramadhan. Yakni pada akhir bulan Sya&#8217;ban atau Ruwah.Ini merupakan budaya asli Jawa yang sudah berlangsung lama. Ketika para Wali Songo menyebarkan agama Islam mengakulturasikan budaya (ritual) yang berbau animisme dengan nuansa Islami.
Tradisi nyadran merupakan simbol adanya hubungan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bagi <em>wong</em> Jawa, Tradisi <a href="http://kaumbiasa.com/nyadran.php">Nyadran</a> atau Sadranan adalah sebuah agenda tahunan yang selalu dilakukan setiap menjelang bulan Ramadhan. Yakni pada akhir bulan Sya&#8217;ban atau Ruwah.Ini merupakan budaya asli Jawa yang sudah berlangsung lama. Ketika para Wali Songo menyebarkan agama Islam mengakulturasikan budaya (ritual) yang berbau animisme dengan nuansa Islami.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-90" style="border: 3px solid black; margin: 5px;" title="nyadran" src="http://tripelx.files.wordpress.com/2010/08/nyadran.jpg?w=300" alt="" width="223" height="167" />Tradisi nyadran merupakan simbol adanya hubungan dengan para leluhur, sesama manusia, dan Yang Mahakuasa atas segalanya. Nyadran merupakan sebuah pola ritual yang mencampurkan budaya lokal dan nilai-nilai Islam, sehingga sangat tampak adanya lokalitas yang masih kental islami.</p>
<p style="text-align: justify;">Sewaktu saya kecil dulu, saat masih tinggal bersama nenek saya di <a href="http://kaumbiasa.com/rama-sowan-eyang-buyut.php" target="_blank"><em>tlatah</em> Klaten</a>, nyadran selalu dilakukan di makam leluhur dan <em>pepunden</em> setelah sebelumnya bersama-sama membersihkan makam dan menaburkan bunga atau nyekar. Ketika saya berpindah ke <a href="http://kaumbiasa.com/solo-kota-dengan-dua-nama.php" target="_blank"><em>kutha</em> Solo</a>, tradisi nyadran yang saya alami dan lihat adalah tidak dilakukan di makam melainkan dilakukan di masjid atau mushala. Waktu saya tinggal di <a href="http://kaumbiasa.com/juragan-di-batavia.php" target="_blank">Batavia</a> juga demikian. Pada saat ini saya tinggal di  <a href="http://kaumbiasa.com/magelang-1-nama-2-wilayah.php" target="_blank"><em>bhumi</em> Magelang</a>, ritual nyadran yang saya ketahui ada yang dilakukan di makam ada pula yang dipusatkan di masjid.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada perbedaan tata cara namun esensi yang dikandung adalah sama, bahwa nyadran adalah sebuah bentuk solidaritas dan manifestasi <a href="http://kaumbiasa.com/kesalehan-sosial.php" target="_blank">kesalehan sosial</a>, sebab biasanya ritual ini dimulai dengan membuat panganan atau jajan pasar secara bersama-sama untuk dikonsumsi bersama saat usai kenduri. Nyadran juga sebagai  sebuah ungkapan rasa syukur dan pengakuan kehambaan manusia kepada Yang Maha Kuasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/nyadran.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
