<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kaum biasa</title>
	<atom:link href="http://kaumbiasa.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kaumbiasa.com</link>
	<description>tansah migunani marang wong liya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Mar 2010 07:36:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Lomba Menulis untuk Pelajar Kedu Raya</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/lomba-menulis-untuk-pelajar-kedu-raya.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/lomba-menulis-untuk-pelajar-kedu-raya.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 06:23:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Karesidenan Kedu]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Menulis untuk Pelajar se Karesidenan Kedu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekar Tidar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1381</guid>
		<description><![CDATA[Menulis sebenarnya bukanlah hal yang mudah, namun bukan pula sebuah hal yang sulit dan harus ditakuti. Sebab semua itu dapat dipelajari dan terus dikembangkan. Hal yang diperlukan sebenarnya hanyalah kemauan untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan tersebut. Bahwa dengan menulis setidaknya kita dapat memberikan 3 (tiga) hal bermanfaat kepada sesama. Pertama, dengan kita menuliskan sesuatu hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-320 alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 3px 7px;" title="lomba nulis pelajar kedu" src="https://sites.google.com/site/tjiwir/lomba-nulis-pelajar-ke/banner.gif?attredirects=0" alt="" width="235" height="113" />Menulis sebenarnya bukanlah hal yang mudah, namun bukan pula sebuah hal yang sulit dan harus ditakuti. Sebab semua itu dapat dipelajari dan terus dikembangkan. Hal yang diperlukan sebenarnya hanyalah kemauan untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan tersebut. <strong>Bahwa dengan menulis setidaknya kita dapat memberikan 3 (tiga) hal bermanfaat kepada sesama</strong>. <strong><em>Pertama</em></strong>, dengan kita menuliskan sesuatu hal maka kita telah memberikan dan membagi ilmu dan pengetahuan dengan orang lain. <em><strong>Kedua</strong></em>, dengan menulis maka kita telah mendokumentasikan suatu pengetahuan  yang kita miliki, hingga pada suatu saat (siapa tahu) akan diperlukan oleh orang lain. Dan <strong><em>ketiga</em></strong> adalah merangsang dan menumbuhkan minat baca masyarakat.. Tulisan yang menarik serta menyenangkan dan enak dibaca tentunya sangat menarik perhatian pihak lain untuk membacanya. Dengan membacanya, maka kita telah berbuat baik kepada sesama dengan membagi apa yang kita ketahui. Bahkan mungkin hal tersebut kita anggap remeh, oleh orang lain yang membacanya justru menjadi sebuah informasi dan pengetahuan yang sangat berharga dan bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak jarang orang menjadi merasa lebih bermakna dalam kehidupannya setelah membaca sebuah tulisan, padahal oleh sang penulisnya sendiri tulisan tersebut dianggap sangatlah biasa dan remeh. Namun, sebuah keremehan itu telah memberi manfaat kepada orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengingat manfaat menulis yang sedemikian banyak sebagaimana tersebut di atas, maka patut disayangkan minat dalam menulis masih rendah. Itulah yang mendasari <a href="http://kaumbiasa.com/pendekar-tidar-2.php" target="_blank">Pendekar Tidar</a>, <a href="http://kaumbiasa.com/kb.php" target="_blank">komunitas blogger</a> Magelang, dalam rangka memperingati HUT pertamanya dan memperingati Hari Pendidikan Nasional 2010 menggagas sebuah <a href="http://kaumbiasa.com/lomba-menulis-untuk-pelajar-kedu-raya.php" target="_blank">lomba menulis untuk kalangan pelajar se-Karesidenan Kedu</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Agenda lomba menulis ini sebenarnya hanyalah agenda yang sangat kecil dari sebuah semangat dan cita-cita yang besar untuk mendorong kalangan pelajar bersemangat dalam menulis, sebagai sebuah media dan sarana untuk saling berbagi kepada sesama melalui tulisan. Sebab pada hakikatnya sebuah torehan kata-kata, apapun bentuknya, adalah dalam rangka untuk menebarkan sebuah pengetahuan kepada sesama.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahwa perlu diingat pula, dalam sebuah proses penulisan tidak bisa terlepas dari kegiatan membaca terlebih dahulu. Membaca dalam arti luas, baik buku, tanda-tanda alam dan sebagainya, sebagaimana Al-Qur&#8217;an memerintahkan untuk Iqra&#8217; (membaca). Jadi melalui agenda ini akan didapatkan 2 (dua) manfaat sekaligus, yakni merangsang minat membaca dan menulis.</p>
<p style="text-align: justify;">Tema yang diambil adalah <strong>&#8220;Dengan Menulis, Mengenali Kearifan Lokal Lebih Dalam&#8221;</strong>, sedangkan sub-temanya adalah mengenai wisata kuliner, budaya, wisata alam, sosial serta inspirasi dan aspirasi pembangunan daerah. Dalam lomba ini pihak panitia menyediakan hadiah untuk 15 orang pemenang yang terdiri atas Juara Umum (1 orang), Juara Favorit (3 orang), Juara Unggulan Daerah (6 orang masing-masing dari daerah yakni Kab Magelang, Kota Magelang, Kab Temanggung, Purworejo, Kebumen dan Wonosobo) serta Juara Hiburan (5 orang). Sedangkan hadiah yang disediakan adalah berupa Handphone, Flashdisk, Trophi, Uang Pembinaan dan Sertifikat.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Untuk persyaratan</strong>, (1) peserta adalah pelajar SMP dan SMU yang berada di wilayah se-karesidenan Kedu; (2) membuat tulisan sesuai dengan tema dan memilih salah satu sub-tema tersebut dengan panjang tulisan maksimal 2 halaman kertas A4 dengan batas 3 cm (kanan,kiri, atas, bawah) dan ukuran huruf Times New Roman 12; (3) menyertakan data diri yakni nama, alamat, asal sekolah, alamat sekolah, email, nomor HP, tempat dan tanggal lahir; (4) Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang mengikuti kaidah bahasa baku atau EYD; (5) Tulisan dikirimkan via email ke <strong>lomba[at]pendekartidar[dot]org </strong>(6) Peserta dapat pula melampirkan foto-foto yang mendukung tulisannya<strong><br />
</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Hal-hal yang dinilai adalah Orisinalitas tulisan, alur tulisan, validitas data dan informasi serta penggunaan tata bahasa baku. Tim penilai adalah dari kalangan akademisi (guru Bahasa Indonesia); Agupena Magelang serta Anggota Pendekar Tidar. Pengumuman pemenang dilakukan sekalian pada seminar memperingati hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2010 mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi sampeyan-sampayen yang berminat atau memiliki saudara yang masih sekolah di SMP dan SMU di wilayah Kedu Raya (Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo dan Kebumen) silahkan dikasih tahu dan silahkan berpatisipasi&#8230; <img src='http://kaumbiasa.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/gym.gif' alt='(gym)' class='wp-smiley' /> Pengiriman naskah Secepatnya yaw&#8230; Lebih disukai sebelum tanggal 25 April 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/lomba-menulis-untuk-pelajar-kedu-raya.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sanggar Pasinaon Batik Magelang</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/sanggar-pasinaon-batik-magelang.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/sanggar-pasinaon-batik-magelang.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 04:50:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Batik Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[FORNAMA]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Nahdliyin Magelang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1376</guid>
		<description><![CDATA[Di halaman samping rumah bercat orange di tepi jalan Magelang-Jogja, ternyata ada beberapa gazebo berbentuk Joglo yang digunakan sebagai tempat belajar baik membatik, melukis maupun kaligrafi untuk anak-anak. Ketika kemarin sore saya berkunjung ke sana, tercium aroma malam yang khas dan menyengat hidung. Ternyata ada puluhan anak-anak perempuan yang ternyata adalah siswa-siswi dari SMK 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-320 alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 3px 7px;" title="batikmagelang" src="https://sites.google.com/site/tjiwir/_/rsrc/1268453231223/batik-magelang/Image0408.jpg?height=239&amp;width=320" alt="" width="255" height="192" />Di halaman samping rumah bercat <em>orange</em> di tepi jalan Magelang-Jogja, ternyata ada beberapa <em>gazebo</em> berbentuk Joglo yang digunakan sebagai tempat belajar baik membatik, melukis maupun kaligrafi untuk anak-anak. Ketika kemarin sore saya berkunjung ke sana, tercium aroma <em>malam</em> yang khas dan menyengat hidung. Ternyata ada puluhan anak-anak perempuan yang ternyata adalah siswa-siswi dari SMK 1 Tempel, Sleman, Jogjakarta yang sedang melakukan kegiatan ekstrakurikuler membuat batik tulis.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka asyik memainkan <em>canting</em> untuk nyiduk <em>malam</em> dan kemudian mencoretkannya diselembar kain yang ada di depan mereka. Di bagian lain ada yang membuat gambar pola batik dengan menggunakan pensil, serta ada pula yang memberikan pewarnaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah yang terjadi pada Jum&#8217;at sore (5/3/2010) di sebuah sanggar belajar batik di tepi jalan perbatasan Magelang-Jogja. Setiap kali saya melewati jalanan Magelang-Jogja, tepatnya di daerah Salam, sebenarnya saya sudah sering membaca tulisan di papan nama yang menyebutkan bahwa tempat itu merupakan tempat belajar membatik dan membuat kaligrafi.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-320 alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 3px 7px;" title="ACTFASU" src="https://sites.google.com/site/tjiwir/_/rsrc/1268453235154/batik-magelang/Image0412w.jpg?height=240&amp;width=320" alt="" width="255" height="194" />Namun baru Jum&#8217;at kemarin saya berkesempatan memasuki area tersebut. Meski sebenarnya rumah itu adalah rumah seorang teman yang hampir tiap hari ketemu karena memang satu kantor.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama ini memang rumah tersebut digunakan sebagai sebuah sekretariat sebuah organisasi yang bernama FORNAMA (Forum Nahdliyin Magelang). Sebuah organisasi nirlaba yang banyak memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak melalui program beasiswa dan pengembangan ketrampilan non akademis. Salah satunya adalah ketrampilan membatik tersebut. Menurut, Bapak Soedarto, Ketua FORNAMA sekaligus pemilik rumah, ini (aktivitas belajar membatik) belum lama dilaksanakan, saat ini baru bekerja sama SMK N 1 Tempel Sleman tersebut untuk mewadahi dan mengembangkan minat-bakat siswa. Disini juga disediakan guru khusus yang memiliki kemapuan membatik, bukan dari Solo atau Jogja melainkan orang asli Magelang yang pernah <em>nyantrik</em> <em>mbatik</em>. Selain belajar membuat gambar motif dan menorehkan malam diatas kain, juga belajar bagaimana memberikan pewarnaan dan juga diajarkan bagaimana &#8220;<em>ngunci</em>&#8221; warna agar tidak larut ketika dicuci atau <em>dilorot</em></p>
<p style="text-align: justify;">Motif batik yang diajarkan memang lebih cenderung motif Jogja klasik. Magelang sendiri memang selama ini belum banyak tergali apakah memiliki motif batik khas atau tidak sebab secara geografis dan geopolitik, dulunya kawasan Magelang dan Kedu Raya memang wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan yang berbasis di Jogja, seperti Mataram Kuno maupun Mataram Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi sampeyan-sampeyan yang tertarik belajar atau berkunjung ke sanggar pasinaon batik Magelang ini bisa langsung meluncur ke sana karena tempatnya mudah ditemukan di Jalan Magelang-Jogja kawasan Kec. Salam Magelang atau bisa ngontak saya dan saya akan antarkan ke sana tanpa saya pungut biaya serupiah pun. Tapi kalo pun mau ngasih saya juga nggak nolak&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/sanggar-pasinaon-batik-magelang.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dampak ACFTA Terhadap Lingkungan Hidup</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/dampak-acfta-pada-lingkungan-hidup.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/dampak-acfta-pada-lingkungan-hidup.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 20:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[ACFTA]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak ACFTA terhadap Lingkungan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1370</guid>
		<description><![CDATA[Disepakatinya ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) pada Januari 2010 lalu setidaknya membuat banyak pihak khawatir. Para pengusaha mulai khawatir produk-produknya tidak bisa bersaing dengan produk-produk dari China. Lha wong belum ada ACFTA saja produk China telah membanjiri pasar Indonesia. Sedikit namun pasti menggeser dan menyingkirkan produk-produk lokal. Murahnya harga adalah alasan orang memilih produk dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Disepakatinya ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) pada Januari 2010 lalu setidaknya membuat banyak pihak khawatir. Para pengusaha mulai khawatir produk-produknya tidak bisa bersaing dengan produk-produk dari China. <em>Lha wong</em> belum ada ACFTA saja produk China telah membanjiri pasar Indonesia. Sedikit namun pasti menggeser dan menyingkirkan produk-produk lokal. Murahnya harga adalah alasan orang memilih produk dari China.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangankan para pengusaha yang bermodal besar dengan jaringan yang luar serta memiliki pasar yang lebih tertata, para petani pun merasakan dampaknya. Buah lokal lebih mahal dari buah impor. Apalagi jika ACFTA benar-benar mulai diberlakukan. Sudah dapat dipastikan semakin banyak produk-produk China membanjiri pasaran Indonesia. Ditambah dengan perilaku konsumen kita yang mementingkan <a href="http://kaumbiasa.com/gizi-vs-gengsi.php" target="_blank">gengsi daripada gizi</a> jelas akan memilih buah dan makanan impor karena dianggap lebih bergengsi. Maka semakin terpuruklah pedagang kecil dan produsen pangan alias petani kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-320 alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 3px 7px;" title="ACTFASU" src="https://sites.google.com/site/tjiwir/_/rsrc/1268167868202/acf/acftasu.jpg" alt="" width="331" height="219" />Dampak ACFTA bagi perekonomian bangsa ini memang luar biasa. Efek dominonya akan membuat <em>gonjang-ganjing</em> perekonomian nasional secara makro maupun mikro. Namun karena saya bukanlah pakar ekonomi maka saya tidak akan membahas hal itu. <strong><a href="http://kaumbiasa.com/dampak-acfta-pada-lingkungan-hidup.php" target="_blank">Saya hanya mengingatkan bahwa ada dampak yang lebih besar dan kompleks ketika ACFTA berlaku, yakni dampaknya terhadap lingkungan</a>.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika persaingan bebas digelar maka para produsen akan berlomba-lomba menekan biaya produksi demi mendapatkan harga murah. Biaya produksi dipangkas baik dari ongkos buruh, mengurangi bahan baku dan menurunkan kwalitas barang. <strong>Maka logis apa kata orang Jawa <em>ana rega ana rupa</em>, semakin murah harga barang maka semakin rendah kwalitas. Semakin rendah kwalitas maka semakin cepat rusak. Semakin rusak maka semakin banyak sampah menumpuk.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ambil contoh kasus barang elektronik. Ketika barang dijual dengan harga murah dan kwalitas rendah maka hampir pasti tidak ada suku cadang alias <em>spare part</em>. Maka bisa dibayangkan ketika barang-barang elektronik yang rusak dan menjadi sampah, berapa banyak gunung-gunung sampah yang akan terbentuk? Bukankah ketika sebelum ACFTA saja sudah banyak barang elektronik dari China menjadi barang sekali pakai. Begitu rusak maka <em>yo diguwak</em> (dibuang &#8211; Ind). Ditambah ketika ACFTA benar-benar dilaksanakan. Artinya, lingkungan hidup menjadi terancam. Jangan kaget dan jangan heran ketika suatu saat akan ada tumpukan rongsokan kulkas, TiPi, HP, atau rongsokan sepeda motor yang menggunung karena sudah tidak bisa digunakan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu baru satu jenis barang, elektronik. Lha, ada juga pakaian, ada produk-produk pertanian seperti buah dan sayur maupun makanan siap saji alias instan. Semua berpotensi menumpuk sampah. Saat Apel Malang kalah dengan Apel Shangdong atau ketika Jeruk Medan tidak laku dibanding Jeruk Shanghai maka selain petani kita makin merugi, sampah juga semakin banyak.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dalam pandangan saya sebagai kaumbiasa ini, bahwa ACFTA sebenarnya hanyalah memindahkan sampah dari negeri orang ke negeri kita. Dan itu ancaman serius yang paling nyata terhadap lingkungan hidup bangsa ini. Maka tiada kata lain adalah melawan ACFTA tersebut dengan tetap menggunakan produk-produk bangsa ini.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/dampak-acfta-pada-lingkungan-hidup.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Award Nyeleneh dari Soewoeng</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/award-nyeleneh-dari-soewoeng.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/award-nyeleneh-dari-soewoeng.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 08:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fren]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus Century]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[soewoeng.com]]></category>
		<category><![CDATA[suspended]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1363</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, bersamaan dengan sidang paripurna kasus Century, di alam plurk juga digelar sebuah sidang pari-plurk-na. Salah satu agendanya adalah membahas pemakzulan domain soewoeng.com. Blog milik seorang blogger senior yang asli mBoyolali dan beristri orang Ponorogo dan saat ini bertugas di tlatah Manado yang mengalami suspended.
Entah apa yang terjadi dengan blog milik anak muda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-320 alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 3px 7px;" title="(doh)" src="http://images.plurk.com/3264199_2eaf35d3274d2456ff7f1f0d903ff206.jpg" alt="" width="368" height="283" />Beberapa waktu lalu, bersamaan dengan sidang paripurna <a href="http://kaumbiasa.com/reality-show-pansus-century.php" target="_blank">kasus Century</a>, di alam plurk juga digelar sebuah sidang pari-plurk-na. Salah satu agendanya adalah membahas pemakzulan domain soewoeng.com. Blog milik seorang blogger senior yang asli mBoyolali dan beristri orang Ponorogo dan saat ini bertugas di tlatah Manado yang mengalami suspended.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah apa yang terjadi dengan blog milik anak muda <em>nyentrik</em> ini. Yang jelas sidang pari-plurk-na sangat ramai. Ada yang mencela, ada yang menginterupsi atau ada yang mencoba membantu dan prihatin dengan kejadian tersebut. Bahkan saking prihatinya peserta sidang terhadap blogger yang ngakunya gaptek tersebut, sampai dibuat sebuah page di Fesbuk untuk keprihatinan atas dimakzulkannya soewoeng.com ini. <a href="http://www.facebook.com/?sk=2361831622#!/group.php?gid=341578900823" target="_blank">Ini halaman fesbuk tersebut</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Berselang hampir seminggu dari agenda pari-plurk-na tersebut, blognya kang Suwung kembali seperti sedia kala. Bahkan beliau memberikan sebuah <a href="http://soewoeng.com/2010/03/om-guru-sapimoto-yang-pintar-dan-temen-temen-yang-baik-hati/" target="_blank">award</a> alias piagam pada saya. Entah apa tujuannya saya kurang tahu. Dan ternyata awardnya juga <em>nyeleneh</em> seperti yang punya blog. Award yang diberikan adalah berupa screenshots dari blognya yang dimakzulkan tersebut.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jadi gambar diatas bukanlah screenshots blognya Soewoeng yang suspended namun merupakan award dari pemilik blog tersebut yang saya ambil dari postingannya tadi siang sebelum blognya suspended lagi</strong>. Bener-bener award yang <em>nyeleneh</em> dan <em>nganyelke</em> <img src='http://kaumbiasa.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/lmao.gif' alt='(lmao)' class='wp-smiley' /> </p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dasar soewoeng, maka saya maklum saja. Karena memang <em>suwung tenan bocah iki</em>. Tapi ini memang kreatif, belum pernah saya melihat award yang seperti ini. Kreatif dan inovatif plus suwung tenan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Notulensi sidang pari-plurk-na ada <a title="soewoeng=kosong" href="http://www.plurk.com/p/404vs9" target="_blank">disini</a>, <a href="http://www.plurk.com/p/407ugm" target="_blank">disini</a> dan <a href="http://www.plurk.com/p/408gof" target="_blank">disini</a>. Monggo silakan dibaca sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ternyata, meski sudah memberikan award segala, blognya kembali dimakzulkan&#8230; <img src='http://kaumbiasa.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/lmao.gif' alt='(lmao)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/award-nyeleneh-dari-soewoeng.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>59</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amprokan Blogger 2010</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/amprokan-blogger-bekasi-2010.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/amprokan-blogger-bekasi-2010.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 06:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata Pagilaran Batang]]></category>
		<category><![CDATA[Amprokan Blogger 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1349</guid>
		<description><![CDATA[Gema Amprokan Blogger Bekasi 2010 telah membuat saya tertarik untuk datang ke agenda tersebut. Sebab dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan kawan-kawan blogger. Namun apa daya akhirnya saya gagal sampai di Bekasi karena masalah yang ada di jalan.
Sejak tanggal 2 Maret lalu saya sedang ada keperluan di Pekalongan dan pada tanggal 5 Maret 2010 pagi (H [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gema <a href="http://kaumbiasa.com/amprokan-blogger-bekasi-2010.php" target="_blank">Amprokan Blogger Bekasi 2010</a> telah membuat saya tertarik untuk datang ke agenda tersebut. Sebab dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan kawan-kawan blogger. Namun apa daya akhirnya saya gagal sampai di Bekasi karena masalah yang ada di jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak tanggal 2 Maret lalu saya sedang ada keperluan di Pekalongan dan pada tanggal 5 Maret 2010 pagi (H minus 1) saya diminta untuk mengisi sebuah acara yang bertempat di kawasan Agrowisata Pagilaran, di dalam kompleks perkebunan teh Pagilaran, Batang atau sekitar 38 Km arah selatan Kota Batang tepatnya dilereng sebelah utara <a href="http://kaumbiasa.com/kompleksnya-kerusakan-lingkungan-dieng.php" target="_blank">dataran tinggi Dieng</a>, yang berketinggian tempat kurang lebih 1.500 M dpl. Sekitar 45 menit dari Alun-alun Kota Batang.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-320 alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 3px 7px;" title="(doh)" src="https://sites.google.com/site/tjiwirsite/_/rsrc/1267943218548/cet-brebes/IMG_8920.JPG?height=320&amp;width=228" alt="" width="166" height="231" />Acara selesai pada 6 Maret 2010 pukul 15.00 wib. Niatan saya adalah langsung menuju Bekasi dengan mengendarai mobil saja, sebab sejak dari Magelang ke Pekalongan saya membawa mobil sendiri. Dari pada ditinggal di Pekalongan dan saya bolak-balik ke Pekalongan lagi, mendingan saya pakai mobil saja. Toh, di Bekasi bisa dipakai <em>muter-muter</em>, pikir saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tepat pukul 16.30 saya bersama dua orang teman yang siap menemani, maka saya meluncur dari perkebunan teh peninggalan Belanda itu menuju Bekasi. Namun, <strong>malang tak dapat ditolak</strong>. Di jalanan Pantura yang padat merayap karena bertepatan dengan malam mingguan itu mobil yang saya kendarai tiba-tiba serasa tidak bertenaga.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah dipinggirkan dan saya cek ternyata dari bawah mobil sudah keluar asap putih tebal disertai bau gosong yang khas. Praduga saya adalah kampas koplingnya kena, dan ternyata betul. <em>Kampas kopling</em> terjadi s<em>elip</em> karena terlalu sering dilakukan setengah kopling akibat kemacetan dan berjalan pelan disertai jalanan yang sedikit menanjak.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah saya pikir-pikir saya tidak berani melanjutkan perjalanan sebelum <em>selip kampas kopling </em>dibenerin dulu. Jika dipaksakan maka resikonya adalah lama-kelamaan &#8220;<em>gigi</em>&#8221; persneling tidak berfungsi dan <em>kampas kopling</em> terbakar dengan resiko terbesarnya adalah terjadi kebakaran pada mobil.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya saya putuskan untuk berhenti dan menginap saja di rumah teman di Brebes sambil nunggu pendinginan dan keesokan harinya baru saya bawa ke bengkel untuk dibenerin stelannya. Dan sambil menunggu mobil dibenerin di bengkel, saya menunggu di rumah teman sambil membuat postingan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah alasan saya mengapa tidak jadi menghadiri Amprokan Blogger Bekasi 2010 ini. Mohon maaf kepada kawan-kawan semua, sebab ini diluar kemauan dan keinginan saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/amprokan-blogger-bekasi-2010.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
