Gema Tahlil, Aroma Hio dan Tuak
Kategori KabarDalam rangkaian dolan ke Wisata Bahari Lamongan kemarin, saya dan kawan-kawan mengunjungi Tuban juga. Adalah Tahlil, Hio, Tuak. Ketiga hal itu seolah telah menyatu dengan Tuban, dan telah menjadi icon Tuban serta menjadi bagian dari kehidupan dan keseharian wong Tuban.
Tuban, adalah salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Timur yang terletak di pesisir utara Jawa alias Pantura. Luas wilayahnya mencapai lebih dari 1900 Km2 dengan memiliki panjang pantai sejauh 65 Km. Kadipaten ini telah ada sejak zaman Majapahit, peringatan hari jadi Tuban dihitung sejak pengangkatan Ranggalawe menjadi Adipati Tuban (12 November 1293).
Keberadaan Makam Sunan Bonang yang berada di sebelah barat Masjid Agung Tuban, adalah situs yang sangat ramai dikunjungi para umat Islam untuk berziarah. Meskipun sampai saat ini masih menjadi misteri sebenarnya makam Sunan Bonang ada dimana, namun dari sekian banyak tempat yang ditengarai atau diklaim sebagai makam Sunan Bonang, di Tubanlah yang paling ramai diziarahi masyarakat.
Tempat-tempat yang ditengarai sebagai makam Sunan Bonang berdasarkan catatan dan cerita rakyat adalah :
1. Di sebuah bukit di desa bernama Bonang yang berada di kawasan Lasem Rembang Jawa Tengah. Menurut beberapa catatan dan cerita rakyat, bahwa ini adalah makam asli Sunan Bonang.
2. Lokasi kedua yang ditengarai sebagai makam Sunan Bonang ada di Pulau Bawean Gresik.
3. Di sebelah masjid Agung Tuban. Dan tempat inilah yang paling ramai diziarahi.
4. Ada yang menyebutkan beliau dimakamkan di daerah Singkal, Kediri.
Mana yang asli entahlah, yang jelas di kompleks pemakaman di belakang Masjid Agung Tuban tersebut selalu ramai dikunjungi peziarah yang selalu melantunkan Doa dan Tahlil.
Selain keberadaan Makam Sunan Bonang dan Masjid Agung, yang bangun pada abad 15 Masehi tersebut, Tuban juga menyimpan situs religius lain yang menjadi icon dan juga banyak diziarahi masyarakat. Adalah Klenteng Kwan Sing Bio, sebuah klenteng yang ramai diziarahi para penganut Khong Hu Chu, pada zaman Orde Baru klenteng merupakan tempat ibadah tiga agama yang disebut dengan Tri Dharma yakni Budha, Khong Hu Chu dan Taoisme. Berdiri megah menghadap ke laut lepas dan dihiasi ornamen khas Tiongkok serta aroma Hio (menyan Cina) yang semerbak dan lilin-lilin raksasa adalah sambutan ketika mengunjungi Klenteng yang telah berusia ratusan tahun tersebut. Diperkirakan pembangunannya hampir bersamaan dengan pembanguan masjid Agung Tuban.
Ornamen yang menghiasi Kwan Sing Bio adalah berasal dari simbolisme China yang mengandung makna kebahagiaan (nasib baik), kemakmuran dan panjang umur bagi klenteng dan umatnya. Ornamen-ornamen tersebut sangat dipengaruhi oleh Dewa Kwan Kong, selaku dewa utama.
Satu lagi icon Tuban adalah wisata kulinernya, terutama minuman khasnya yang bernama Tuak. Tuak sendiri dibuat dari deresan tandan bunga pohon Siwalan (Lontar) yang fermentasi. Kandungan etanol (alkohol) dalam tuak tergolong tinggi, jadi jika meminumnya terlalu banyak akan menjadikan mabuk alias mendem. Tuak dijual literan dengan bumbung (tabung dari bambu) atau juga ada yang pakai botol plastik. Akhir-akhir ini tuak mulai dimodifikasi menjadi biofuel. Prosesnya adalah melalui penyulingan (pemurnian) etanol. Saat ini sedang diuji coba untuk menyalakan kompor. Wah kalau tuak sudah jadi bahan bakar bisa-bisa besok akan ikut-ikutan langka juga, sehingga kalau mau mabuk ganti minum bensin











fast reading….
nice post…
tulisan ~MHC~ terbaru adalah : Anak- anak Alay
[Reply]
ciwir Reply:
January 17th, 2010 at 23:49
tulisan ciwir terbaru adalah : Gema Tahlil, Aroma Hio dan Tuak
[Reply]
*btw, saia suka foto dengan latar belakang Masjid tersebut*
tulisan gajah_pesing terbaru adalah : Dasar Search Engine
[Reply]
ciwir Reply:
January 18th, 2010 at 01:00
[Reply]
tuak terkenal pas jamane para pendekar lagi jaya-jayane
tulisan Pradna terbaru adalah : Belajar HTML 05 : Bold, Italic, Underline Text
[Reply]
tulisan sawali tuhusetya terbaru adalah : Menikmati Panggung “Pluralisme” Gaya Kyai Kanjeng
[Reply]
#mau dong tuaknya
[Reply]
kalo inget tuban, jadi inget air ketuban,,
tapi ini koq malah sama tuak?
tulisan gadis jeruk terbaru adalah : The One
[Reply]
ciwir Reply:
January 18th, 2010 at 09:39
[Reply]
tulisan gadgetboi terbaru adalah : Three!!!
[Reply]
[Reply]
tapi dengan baca ini jadi ngerti tentang Tuban. makasih ya
tulisan Lina terbaru adalah : Curiousity List
[Reply]
Ga bisa dibuka, yang ngomen di postingan gethukan punyaQ pada kecewa tu
Komen balik kang, mohon bimbingannya
Makan Gethuknya kapan maneh
[Reply]
jdi pengen eui..
pengen putu2 di msjid na juga..
klu tuak…maaf……sudah sya tinggal kan sjak lama..
tobaaaaaaaaaat…….
[Reply]
*ngiler mode on*
tulisan SemutGeni.net terbaru adalah : Tips Merawat si “Bonnie” (Alat Kelamin, -red)
[Reply]
ciwir Reply:
January 21st, 2010 at 09:52
[Reply]
[Reply]
[Reply]
kendaraannya mabok dunk…
tulisan iyem terbaru adalah : seminggu, semangat baru 
[Reply]
tulisan annosmile terbaru adalah : Ambarawa Steam Locomotive Museum
[Reply]
panas di perut iks
tulisan bisnis online ala eros terbaru adalah : Paypal Wishlist Facebook Terbukti Membayar
[Reply]
LEbih memabokan yang mana..?
tulisan omagus terbaru adalah : Kenapa harus niup trompet..?
[Reply]
ciwir Reply:
January 21st, 2010 at 09:53
[Reply]
tulisan azaxs terbaru adalah : Gempa Haiti | Bencana Alam Terbesar Abad Ini
[Reply]
tulisan Daiichi terbaru adalah : JANGAN BERSEDIH
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
menyenangkan dan mengasyikkan.
[Reply]
podo2 doyan tuak…
[Reply]
[Reply]
thanks
pisangsale
tulisan amexchou terbaru adalah : When the planet Mars is approaching Earth in the year 2010, this is not a hoax
[Reply]
tulisan endar terbaru adalah : Huawei E 1550 on Ubuntu 8.10 (failed)
[Reply]
tulisan yani terbaru adalah : KOSONG
[Reply]
Post a Comment