Home » Kabar

kepel : parfum alami anti kanker

27 January 2009 946 views 45 Comments

img_0409Jika sampeyan-sampeyan berkunjung ke Kota Magelang dari arah Jogja dan ketika sampai di daerah bangjo Armada Mertoyudan (perbatasaan antara Kota Magelang dan Kabupaten Magelang) tengoklah sebelah kiri sampeyan tepatnya pada sebuah lahan berbentuk segitiga maka sampeyan akan melihat banyak pohon yang buahnya tidak menempel di dahan layaknya pohon-pohon lainnya. Namun buahnya menempel pada batangnya. Subhanallah.

Wong Jawa menamainya dengan Kepel (karena besar buahnya sebesar kepalan tangan) dalam bahasa Indonesia disebut dengan Burahol, diambil dari Stelechocarpus burahol (nama ilmiahnya). Konon ini adalah buah kesukaan kerabat keraton (Jogja dan Solo) karena menyebabkan keringat dan air kencing berbau tidak menyengat alias berbau harum. Makanya tidak mengherankan jika di Kraton (Solo dan Jogja) banyak tumbuh pohon ini.

Divisi : Spermatophyta
Filum (Sub Divisi) : Magnoliophyta (nama baru dari Angiospermae) – Tumbuhan berbiji terbuka
Kelas : Magnoliopsida (nama baru dari Dicotyledonae) – Tumbuhan berbiji belah/bercabang
Ordo (Bangsa) : Fabales – Tumbuhan berbunga
Famili (Suku) : Annonaceae
Genus (Marga) : Stelechocarpus
Spesies : Stelechocarpus burahol (Blume) Hook. & Thomson

Secara geografis, tanaman ini dapat tumbuh dan banyak dijumpai di Pulau Jawa dan Semenanjung Malaysia. Namun saat ini, tanaman ini tergolong tanaman langka. Di Jawa Tengah dan Jogja, lebih dikarenakan takut kuwalat karena meniru perilaku orang keraton makanya oleh para kawula alit tanaman ini dibabat habis. Sedangkan di Jawa Barat, masyarakat membabat tanaman ini karena menganggap tidak ada nilai ekonomisnya.

img_0429Ciri-ciri (anatomi) pohon Kepel adalah pohonnya tegak dengan tinggi mencapai 25 M. Daunnya berwana hijau gelap berbentuk lanset (bulat telor), tidak berbulu dan merotal tipis dengan pangkal daun panjangnya mencapai 1,5 cm. Tajuk atau kanopinya berbentuk kubah meruncing (layaknya pohon cemara). Cabang-cabangnya mendatar, sementara batangnya berwarna coklat cenderung hitam dengan diameter berkisar 40 cm.

Bunganya muncul pada tonjolan-tonjolan batang adalah bunga yang berkelamin tunggal, mula-mula berwarna hijau kemudian berubah menjadi keputih-putihan. Bunga jantannya terletak di batang sebelah atas dan di cabang-cabang yang lebih tua, berkumpul sebanyak 8-16 kuntum berdiameter 1 cm. Sementara bunga betinanya hanya berada di pangkal batang, diameternya mencapai 3 cm.

img_0430Buahnya bergerombol antara 1-13 buah. Panjang tangkai buahnya mencapai 8 cm; buah yang matang hampir bulat bentuknya, berwarna kecoklat-coklatan, diameternya 5-6 cm, dan berisi sari buah yang dapat dimakan. Bijinya berbentuk menjorong, berjumlah 4-6 butir, panjangnya sekitar 3 cm. Berat segar buah antara 62-105 g, dengan bagian yang dapat dimakan sebanyak 49% dan bijinya 27% dari berat buah segar. Buah kepel dianggap matang jika digores kulit buahnya terlihat berwarna kuning atau coklat muda.

Tanaman Kepel dapat tumbuh subur pada tanah lembab dataran rendah hingga sedang (100-610 m dpl). Perkembangbikannya generatif yakni dengan biji. Proses cangkok dan stek (vegetatif) tidak berhasil. Tanaman kepel relatif kebal penyakit (sampai saat ini belum ada laporan tentang jenis penyakitnya) sementara hama tanaman ini adalah kelelawar dan binatang pengerat (misal: tikus).

mbukak-kepelManfaat buah kepel, seperti saya sampaikan diatas, adalah sebagai deodoran putri keraton. Selain itu juga digunakan sebagai peluruh kencing, pencegah radang ginjal. Buah kepel juga dapat menyebabkan kemandulan sementara pada perempuan, sehingga banyak digunakan untuk KB. Kayu batangnya dimanfaatkan sebagai perkakas rumah tangga. Tanaman Kepel juga dapat berfungsi sebagai tamanan hias peneduh. Daunnya adalah penangkap radikal bebas (anti-kanker) – dapat dilihat disini. Sayang sekarang kepel sudah menjadi tanaman langka dan perlu dilestarikan dari kepunahan.

Pustaka : Buku Pegangan Kuliah (BPK) Anatomi Tumbuhan dan Botani Umum terbitan Fakultas Pertanian UNS, tahun 1999

45 Comments »

  • marsudiyanto said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Nek nyawang sepintas koyo kutil ya Mas…
    Besarnya bener2 sak kepel.
    Aku njur kelingan cangkriman lama saat SD.
    Sega sak kepel dirubung tinggi…

    [Reply]

    dharmo Reply:

    kutil opo pak?
    (LOL)

    [Reply]

  • cebong ipiet said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    wkekekkekekekkeke iyoh koyo kutil…tapi kutil e bengkak

    [Reply]

  • Khairuddin Syach said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    waw luar biasa tanaman ini…. bagus banget kl ditanam di depan rumah, disamping bisa menangkal radikal bebas, bisa buat neduh, juga bisa dimanfaatkan sebagai obat2an…
    ayo wir, kirimin aku sticknya yak— kirim via tiki dech….

    [Reply]

  • abdee said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    uenakk lho mas…
    saya pernah sekali merasakan.

    Selain kepel, adalagi kemundung…
    “nangdi sih isih ono yo”

    [Reply]

  • Edi Psw said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Deodoran yang dijual di toko-toko itu mungkin bahan bakunya dari buah ini ya?

    [Reply]

  • nico said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    wew… memang Tuhan itu ciptakan lengkap buat kita semua.. bahkan parfum pun ada… :) saya suka banget ama artikel ini…

    bener mas nico, Tuhan Memang Maha Keren…

    [Reply]

  • achoey said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    alternatif yg baik

    tapi untung juga ya aku ga suka pakai parfum :D

    [Reply]

  • AriE said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Wah boleh donk tester..he..he..nyam..nyam..sepertinya enak..

    [Reply]

  • munyukmentel said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Wah pengetahuan baru nih…

    [Reply]

  • bintang said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    boleh juga neh infonya

    [Reply]

  • geRrilyawan said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    woh sakepel itu kayak duku ya…?
    itu caranya jadi deodoran dimakan, apa dioles, apa gimana bos?

    [Reply]

  • easy said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    disini ga pernah lihat pohon itu

    [Reply]

  • bang ciwir said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    yup betul mas Gerilyawan. jadi deodoran ya dimakan, dgn makan buah kepel keringat jadi nggak bau

    [Reply]

  • sanggita said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Ya ampyun, kalo liat dari jauh kok bentuknya marai mrinding koyo kutil ngono. Tapi ternyata banyak manfaatnya ya. Subhanallah…

    [Reply]

  • phery said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    hehehehe neng omahe mbah e bojoku ono akeh mas. Info yang bagus

    [Reply]

  • novnov said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    aku malah blm tau aslinya kayak apa sih kepel ini, cuma sering denger aja hehe

    [Reply]

  • Ndoro Seten said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Welha dalah…wit kepel yang sampeyan maksud yang di pinggir jalan itu to mas.
    Lha pas dinane Senin sore aku arep balik Bandung liwat kono, tiwas aku yo mbatin wit kepel kuwi je…..

    Ntar nek kopdaran jo lali kamerane, kulo nek liburan tanggal abang 3 dino berturut-turut mesti balik Mgl kok Mas…
    Nuwun kemarin atas luangan wektune nggih!

    [Reply]

  • suwung said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    bener bos dulu diriku juga punya
    karena tanahnya dibuat masjid ya dipotonglah pohon itu
    ambune arummm enak

    [Reply]

  • siponang said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Wuaduh…Ponang kok ga pelnah liat ya, padal celing lewat cana lho Om…..
    Becok maen ke tmp Ponang lagi ya, tak tunggu….

    [Reply]

  • ikhsan said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    di Magelang lagi musim kepel

    [Reply]

  • Fieka said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    diekspor lah ke Medan pohonnya
    hehehhe…..
    salam kenal ^_^

    [Reply]

  • juliach said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Aku pake Chanel No. 5 saja … tak perlu repot-repot nanam & nyarinya susah di sini lagi tu buah kepel …

    Chanel No. 5 ngak mahal (karna ndak pernah beli!) … Mau tahu kasiatnya? Mari ke sini dan ciumlah daku!

    [Reply]

  • budiOno said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    enak gak sinyalnya eh baunya?

    [Reply]

  • grubik said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Dulu, di kebon kosong mburi ngomahku juga pernah ada, rasane piye wis lali, lha wong long time ago je

    [Reply]

  • sedona said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Hi, visiting you here with smile and peace…Cheers

    [Reply]

  • Farrel said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Kayaknya pernah liat, tapi biasanya nemuin dihutan. Ga’ nyangka kalo bisa jadi deodoran, anti kanker lagi… :D

    [Reply]

  • mayssari said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    wehhhhhhhhhhhhh jek nyimpen BPK heibat jian…

    [Reply]

  • Pencerah said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    besok kalo kesana tak liat

    [Reply]

  • Sawali Tuhusetya said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    wowo… demikian besar manfaat kepel, mas santri. sering juga ke magelang, kok ya, dak ada yang cerita kalau ada tanaman yang berkhasiat besar seperti itu, toh, ms. untung diposting. makasih infonya. kenapa kok ndak ada yang membikin parfum dari huah kepel, yak? atau memang saya ndak tahu kalao dah ada?

    [Reply]

  • Bawor said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Nek wes wangi trus golek wedokan….

    [Reply]

  • genthokelir said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    walah hiya yah mas ternyata khasiatnya manjur saya baru tahu ini suwun atas infonya sesuk tak minta kepel ke sampean hhahahaa

    [Reply]

  • bluethunderheart said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    bang………….maaf baru datang bluenya…….hehehe
    pa cabar?
    gimana jika abang juga berikan blue parfumnya ha-ha!
    salam hangat selalu

    [Reply]

  • Khairuddin Syach said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Nunggu kiriman buah kepel via TIKI

    salam hangat wir

    “saya juga lagi nunggu waktu yang pas buat metik buah kepel di taman kota.. hehehe… kirim alamat bang khay ke emailku”

    [Reply]

  • sarahtidaksendiri said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    alhamdulillah ada buah yg sngt bermanfaat sprti ini y..gmn klo Qta kasih tahu ke >a href=”http://sachzqirana.wordpress.com/>mbak Sie… :)agar si cantik Sie, ttp bs Qta lihat keceriannya didunia blog ini…

    [Reply]

  • sarahtidaksendiri said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    wagh, salah nulis script tuh..huehueh..
    Sassi Kirana

    [Reply]

  • haris said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    jan lengkap tenan. lha wong sarjana pertanian kok. he2. jadi ni parfum zaman dulu bgt yak?

    [Reply]

  • pakde said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Apa jadinya kalau buah ini dipakai langsung? gatal2 atau borokan ndak? Cara bikinnya gimana nih?

    “buah yang dah masak langsung dimakan saja pakde”

    [Reply]

  • esha di birulangit said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Mirip sawo ya….?

    [Reply]

  • Denmasrul said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Saya kangen makan buah itu… saya lihat pertama kali pohonnya di halaman Kraton Jogjakarta, takjub… :-)

    [Reply]

  • cahsholeh said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    ndisik pas aku sekolah, nek ono kanca sing nakal langsung tak kepel

    [Reply]

  • kweklina said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    ngak pernah lihat pohon ini…apalagi menggunakan…

    Thanks buat infonya!

    [Reply]

  • dirasudiro said: menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    nuwun sewu nderek nimbrung, cuma mau curhat nih…..
    belakang kantor t4 ku kerja ada pohon kepel yg buahnya buanyak banget….
    nah begitu tau kasiatnya kayak gini langsung aja aku semangat mau metik buahnya….weee ladalah lha kok dah dirontoki/dihabisi orang lain…luar kantor…kira2 berapa lama lagi ya nunggu biar bisa dipanen lagi… pokoke rep tak brongsong…

    [Reply]

  • kepel : parfum alami anti kanker « kaum biasa (author) said: WordPress MU WordPress MU

    [...] Ditulis oleh bang ciwir di/pada 27 Januari 2009 Jika sampeyan-sampeyan berkunjung ke Kota Magelang dari arah Jogja dan ketika sampai di daerah bangjo Armada Mertoyudan (perbatasaan antara Kota Magelang dan Kabupaten Magelang) tengoklah sebelah kiri sampeyan tepatnya pada sebuah lahan berbentuk segitiga maka sampeyan akan melihat banyak pohon yang buahnya tidak menempel di dahan layaknya pohon-pohon lainnya. Namun buahnya menempel pada batangnya. Subhanallah. Baca Selengkapnya>>> [...]

  • Rian said: menggunakan Firefox 3.5.7 Firefox 3.5.7 pada Windows XP Windows XP

    langka mas buah kepel
    tulisan Rian terbaru adalah : Hello world!

    [Reply]

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

CommentLuv Enabled