Kereta ditengah Kota

Kategori Wisata 51 Komentar | 2,826 views

Sebuah rel kereta api berada di ditengah kota dan sejajar dengan sebuah jalan protokol. Dan masih difungsikan dengan baik. Ini bisa jadi satu-satu di Indonesia. Itulah yang ada di Kota Solo. Rel kereta api peninggalan kompeni ini masih digunakan. Adalah kereta Bengawan Jurusan Solo-Wonongiri selalu melintasinya tiap pagi dan sore.

img_1225Kereta api Bengawan jurusan Solo-Wonogiri berangkat dari Stasiun Purwosari sekitar pukul 08.00 sampai di Stasiun Wonogiri  sekitar pukul 10.00 dan tiba kembali di  Stasiun Purwosari (Solo) pukul 16.00 wib. Jadi hanya dua kali kereta Bengawan ini melintas. Saat ini kereta hanya membawa satu gerbong, karena memang hanya sedikit penumpangnya.  Awalnya membawa 3 gerbong. Kecepatan kereta pun hanya 60km/jam. Itupun dilakukan setelah lepas dari Stasiun Kota (kawasan Sangkrah), sementara ketika masih melintasi Jalan Slamet Riyadi hanya berjalan pelan.

Tahun 2005, saya pernah mencoba naik kereta ini, ternyata kereta Bengawan ini bisa juga diberhentikan ditengah jalan. Waktu itu ada ibu-ibu yang nyegat ndalan di daerah Mojolaban, dan kereta juga berhenti. Jan persis bis kota tenan.

img_1219Sebenarnya, sudah banyak yang meminta rel kereta api tersebut dimatikan saja. Sebab, dikawasan Purwotomo (depan Pegadaian) rel bengkong yang memotong Jalan Slamet Riyadi itu telah banyak mengakibatkan pengendara motor jatuh karena terpeleset. Apalagi jika malam hari dan hujan, pengendara motor (terutama yang belum terbiasa lewat) pasti berjatuhan. Saya pada waktu masih kuliah (tahun 2003-an) sewaktu nongkrong di wedangan depan Pegadaian pernah menghitung orang jatuh dari jam 8 malam sampai 11 malam ada sekitar 15 (lima belas) kejadian.

Namun banyak pihak yang menginginkan tetap ada, termasuk saya. Sebab ini merupakan aset Kota Solo. Dalam pandangan saya, alangkah menariknya jika rel tersebut difungsikan menjadi sarana angkutan masal yang mengitari kota Solo. Bisa jadi dibuat rute : Purwosari – Kota (Sangkrah) – Jebres-Balapan – Purwosari. Mengingat Solo sebagai kota besar dipastikan satu saat akan memerlukan angkutan yang bersifat masal. Dan sepanjang rute rel tersebut dibuat halte-halte pemberhentian. Pasti menarik.  Daripada busway atau rapit-bus lebih efektif dan efisien menggunakan kereta api tersebut.

Catatan : Foto diambil pada 22 Februari 2009.
Klik untuk melihat ukuran besar.
Kata Kunci : , , , ,

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

51 Komentar

Komentar
24 Feb 2009
06:03
#1 Dony Alfan :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Idemu apik, mas. Kono gek ndang sanjang pak Jokowi :D

24 Feb 2009
07:37
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

heheh,,

betul! sepakat kalo rel kereta yang memotong jalan itu berbahaya,
lha wong diriku saja hampir jatoh waktu lewat sono..

bedewe, salam kenal yoo mas!

24 Feb 2009
09:10
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

suk aku kudu numpak kui…

24 Feb 2009
10:29
#4 Andri :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

whehehe.. rajin amat sampe diitung gitu.. (doh)
kayaknya seru tuh ya.. nyegat kereta kayak nyegat beca.. :D
mungkin lebih tepat bukan di tiadakan.. tapi jalurnya di buat benar.. atau di perbaiki.. (lol)

24 Feb 2009
10:31
#5 mutia :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

saya juga setuju dengan pendapat mas ciwir, karena menurut saya……. (isi sendiri ya titik-titiknya mas)…

hahahaha…..

24 Feb 2009
10:32
#6 suwung :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

pas di slamet riyadi terus ujuk ujuk ujuk sepppuuuurrr ujuk ujuk ujuk sepuuurrrrrrr

24 Feb 2009
10:33
#7 mutia :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

terlalu rajin si mas ciwir ngitungin orang yg jatoh…..
hahahaha……

24 Feb 2009
10:37
#8 abdee :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

saya baberapa kali takjub saat naek motor dan berpapasan dgn kereta tsb… kalo saya sih lebih setuju dipertahankan… soalnya unik.

24 Feb 2009
13:11
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Aku sudah bac nih!!! buat iri aja sih!!! hehehe

24 Feb 2009
16:18
#10 shei :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

WAh, seru juga ya ada kereta jalan2 di kota gitu ^^

salam knal..

24 Feb 2009
16:51
#11 phery :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

aku pernah nyaris jadi korban pas lewat jalan yg ada di foto itu mas. Bisa jadi ciri khas kota solo tuh. Demo aja kalo misale dihancurkan jalur nya :D

24 Feb 2009
17:05
#12 denologis :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

gak menangi pas ndek kono Pak. :(

25 Feb 2009
00:47
#13 ikhsan :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

sipp

25 Feb 2009
00:49
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Mbiyen awal2 aku nang Solo yo sempet ngekel weruh sepur biyayakan nang tengah kutho…unik…

25 Feb 2009
01:28
#15 bias :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

ndang gawe proposal neng pak jokowi…

25 Feb 2009
03:28
#16 suryaden :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

jangan diilangin dong, mending dibenahi aja… dan kalo naik motor ati-ati juga ya
setuju saya…

25 Feb 2009
11:35
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

mungkin ada baiknya jadi trem aja.. jadi lebih aman.. ;-)

25 Feb 2009
12:43
#18 Ndoro Seten :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Solo pancen unik yo kang?

25 Feb 2009
13:53
#19 meylya :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

bara tahu kalau ada rel kereta api ditengah kota
salam kenal aja

25 Feb 2009
16:45
#20 fajarseraya :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

hebat juga looo ada relnya yaaa…

25 Feb 2009
19:45
#21 Khay :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

bahaya itu wir, kl motor sering jatuh….
tapi yg moto gambar ka via spion motor itu cantik sekali…bener2 ide yg briliant wir

25 Feb 2009
23:18
#22 haris :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

ak yo tau numpak sepur ki tekan wonogiri. walau kecepatannya cm 60km/jam tapi guncangan sangat terasa di kereta ini. satu kawan sy bahkan hampir2 mabuk gara guncangan2 di dalam kereta ini. he2.

26 Feb 2009
01:15
#23 almascatie :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

kenapa keretanya ga digunain sebagai kereta wisata aja??? itung2 pelestarian juga :D

26 Feb 2009
07:37
#24 annosmile :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

aq durung tau numpak sepur solo-wonogiri

26 Feb 2009
09:48
#25 Brillie :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

iya.. jadi pingin coba juga. kapan2 aku diajak dong

26 Feb 2009
09:49
#26 dania :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Duh, tp bahaya juga ya, Mas? Apa gak sebaiknya dibuatkan pintu kereta api gitu?

26 Feb 2009
12:48
#27 Apip :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Waah… orang solo juga mas!

kalo saya setuju mending sepur itu dijadikan kereta wisata purwosari-sangkrah!
kan ada nilai historisnya gitu….

Kalo aku sih rencananya, arak pengantinku naik kereta itu! Hahahahaha

26 Feb 2009
13:28
#28 sapimoto :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Iya Mas, yang seperti ini jarang ada dan patut untuk dilestarikan, apalagi bisa “nyegat dalan”. Untuk menghindari kejadian kecelakaan dari pengguna jalan lain, mungkin bias diberikan papan peringatan untuk tidak ngebut dan berhati-hati ketika melintasi rel tersebut.

26 Feb 2009
14:38
#29 kanzun :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Aku blm pernah naek kereta… :(

26 Feb 2009
15:18
#30 omiyan :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

jadiin sebagai kendaraan wisata sayang banget kalo ampe terlantar…

26 Feb 2009
16:11
#31 adicahblora :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

sebenere aku pernah arep tibo di situ pas ujan-ujan, tapi juga asyik bila dijadikan kereta wisata terus di bentuk yang aneh dikasih bunga-bunga di cat warna pink.. keren kali ya…??
pokoknya SOLO SPIRIT OF JAVA…!!

26 Feb 2009
18:25
#32 Cak Win :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Pernah sekali jatoh gara2 relnya miring :D

26 Feb 2009
21:11
#33 Mufti AM :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Kereta yang melintas di tengah kota rasanya merupakan pemandangan menarik. Kalau keselamatan bisa lebih ditingkatkan mengapa harus dimatikan. Di Yogya justru ada wacana mengaktifkan lagi kereta jurusan Yogyakarta – Bantul. Tapi entahlah, apakah itu akan terlaksana akhirnya.

26 Feb 2009
23:53
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

wah, bisa mengundang kerawanan dalam arus lalu lintas, mas santri. perlu ada pengalihan jalur yang tepat agar ndak banyak menimbulkan masalah.

27 Feb 2009
06:11
#35 marsudiyanto :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Nek Solo emoh, tak pindahe ning nggonku wae.
Cuman aku bingung, ning nggonaku ono sing bisa nyetir sepur opo gak ya…

27 Feb 2009
12:45
#36 Ogi :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

haha, jadi inget sewaktu sering ke solo

27 Feb 2009
15:19
#37 cinker :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

itulah kereta yang masih ada jasanya bagi kita,ndak boleh di lupakan

27 Feb 2009
21:25
#38 afie :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

wah dah berkali-kali aku jatuh di rel yang memotong jalan itu. Bener2 licin tenan pas ujan..

28 Feb 2009
12:41
#39 purwaka :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

wah yang ke – 39 nie :D nice blog :D thats historial 4 me

1 Mar 2009
00:49
#40 joe :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

wah jadi kangen sama solo, saya dulu kuliah di solo. sudah lama tidak ke sana…

1 Mar 2009
20:48
#41 Novianto Puji Raharjo :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Podo karo gajah_pesing kie, pengen nyoba numpak sepur kae, pie yo rasane

1 Mar 2009
21:10
#42 lekdjie :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

setuju…!sayang,sedulure sing wujud bis tingkat wis dipensiunke…padahal aku durung pernah numpak ning nduwur lo.ndeso buanget…

2 Mar 2009
17:44
#43 pakde :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

The uniquely Indonesia memang banyak ya….terus terang kereta nyang satu ini bikin saya geleng2 kepala…..hebat benner pemerintahan disana sampai bisa mempertahankan budaya dan sejarah peninggalan masa lampau. SALUTE

4 Mar 2009
05:29
#44 sanggita :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Sing penting rem-e kudu pakem.

6 Mar 2009
17:13
#45 ziegrusak :
menggunakan Firefox 3.0.6 Firefox 3.0.6 pada Windows XP Windows XP

waahhh wingi pas ning solo ora diajak numpak sepur hiks..

ziegrusak’s last blog post..komunitas blogger, bubarkan saja!

31 Mar 2009
09:08
#46 ektja :
menggunakan Internet Explorer 7.0 Internet Explorer 7.0 pada Windows XP Windows XP

Wa kalau gara2 jatuh dari kereta api kerata apinya mau dihilangkan ya lucu kemudian diprotes, semisal pesawat terbang, kapal laut, bis, itu juga banyak bikin celaka membubuh banyak penumpang kenapa anda mas/mbak tidak protes untuk minta dihilangkan. Rel melintang di purwosari jga miring relnya harusnya juga di hilangkan kan juga banyak yang jatuh kalau lewat. Kota2 seperti jakarta, semarang, surabaya bandung, yang pernah punya rel tengah kota sekarang saja sedih menyayangkan atas hilangnya sejarah tranportasi itu. Masak wong di solo malah mau menghilangkan wah sayang mas/mbak.

8 Jan 2010
18:12
#47 Rian :
menggunakan Firefox 3.5.7 Firefox 3.5.7 pada Windows XP Windows XP

piknik yuuuuk

23 Jun 2010
16:46
#48 mas ahmad :
menggunakan Arora 0.10.1 Arora 0.10.1 pada GNU/Linux GNU/Linux

sangat menarik.. saya rasa ini mungkin satu2nya di indonesia
harus dilestarikan sebagai peninggalan budaya
.-= tulisan mas ahmad terbaru adalah : Kaos GusDur-ian =-.

31 Aug 2010
18:19
#49 danang :
menggunakan Firefox 3.5.9 Firefox 3.5.9 pada Ubuntu 9.10 Ubuntu 9.10

sebenarnya lebih baik ini dijadikan transportasi masal ssaja daripada membangun bus rapid transport…

27 Dec 2010
09:53
#50 puma :
menggunakan Google Chrome 8.0.552.224 Google Chrome 8.0.552.224 pada Windows 7 Windows 7

lebih dibudayakan aja…salam kenal

Trackbacks to this post.

Maaf, Komentar ditutup!!.

Previous
« SPIDERMAN SHOLAT
Next
Nasi Godog Magelang »
MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.