Beberapa waktu lalu, sebelum ditutup dengan meledaknya bom di JW Mariott dan Ritz Carlton Jakarta, pemberitaan media massa menyorot tentang memanasnya hubungan KPK dan POLRI. “Cicak” melawan “Buaya”, demikian sorotan media massa tentang panasnya hubungan tersebut. Cicak yang hanya sebesar ibu jari mau melawan buaya yang sebesar bus. Cicak yang pemakan serangga kecil akan melawan buaya yang pemakan ayam bahkan kambing.
Entah apa maksudnya ungkapan tersebut, dan siapa yang cicak dan siapa yang buaya, yang jelas ini telah mengundang reaksi keras kedua belah pihak (KPK dan POLRI) dan semakin men-disharmoni hubungan. Bahkan Presiden merasa harus turun tangan guna mendamaikan keduanya. Susno Duaji (Kabareskrim Polri) membantah menyebut KPK sebagai cicak yang dia analogikan tersebut. Namun inilah yang memicu retaknya hubungan tersebut. Ketika kasus tewasnya Nazrudin Zulkarnain yang melibatkan Antasari Azhar, sudah ada sinyal-sinyal tentang mulai tidak harmonisnya hubungan dua lembaga negara ini.
Isu kompetisi alias persaingan adalah sorotan empuk media massa, bahkan jadi konsumsi berita infotainment. Rakyat dibuat bingung dengan kejadian dan lelakon ini. Siapa yang benar dan siapa yang salah sudah terlalu sulit dibedakan oleh rakyat selaku penonton lakon kehidupan di jaman kalabendu ini. Semua merasa berkepentingan dan merasa punya kepentingan. Semua merasa punya harga diri atau semua merasa sekedar gengsi demi eksistensi diri. Maka gesekan itu terjadi.
Jika kita kilas balik ke belakang sejenak, lahirnya KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi] juga dibidani oleh Polri dan Kejaksaan. Namun, dalam kacamata awam saya bahwa KPK dilahirkan adalah dalam rangka menghajar korupsi dari negeri ini. Nah, masalah korupsi adalah masalah pidana atau kriminalitas yang jelas melawan hukum. Masalah pidana maupun kriminalitas ataupun masalah gangguan alias melawan hukum di negeri ini telah ada institusi penegak hukum yakni kepolisian dan kejaksaan. Ketika KPK dilahirkan maka secara implisit memang ada sebuah ketidakpercayaan lagi terhadap kedua lembaga negara tersebut mampu mengganyang korupsi dari negeri ini.
Maka tidak heran, jika kemudian hari pasti timbul persaingan untuk menunjukkan eksistensi diri masing-masing lembaga. Sebab semuanya merasa sebagai lembaga penegak hukum. Dalam kacamata awam saya, bahwa apapun yang terjadi sebenarnya masing-masing lembaga tersebut telah memiliki tupoksi [tugas pokok dan fungsi] masing-masing. Dan tupoksi tersebut saling berkaitan satu sama lain yang seharusnya berjalan seiring sejalan dalam sebuah jalan yang akhirnya bertemu pada terminal akhir. Sayangnya, ketiga lembaga tersebut dilengkapi dengan perangkat yang sama. Ambil contoh perangkat tersebut adalah KPK, Polri dan Kejaksaan sama-sama punya penyidik yang tupoksinya sama-sama menyidik kasus.
Selain kesamaan perangkat, juga ada kesamaan fungsi, yakni sama-sama dapat menegakkan hukum korupsi. Rakyat dapat melaporkan kasus korupsi ke Kejaksaan, Kepolisian dan KPK juga. Nah, inilah yang bikin rakyat bingung, mau lapor kemana jika ada kasus korupsi. Ketiganya juga siap menerima laporan dan siap mengusut kasus tersebut. Disinilah paradok itu muncul dan akhirnya gesekan terjadi maka hubungan menjadi kurang harmonis ketika gesekan memanas dan akhirnya menajam. Itulah analisa awam saya terhadap tiga lembaga hukum ini.
Dan siapa yang cicak dan siapa yang buaya, ya yang cicak yang ketiga lembaga hukum tersebut dan buayanya adalah para koruptor. Tantangannya adalah mampukah KPK, Polri dan Kejaksaan berubah menjadi buaya ganas yang siap mengganyang koruptor? Jika para cicak bermusuhan, maka para buaya tepuk tangan dan makin kuat.
Untuk itulah sangat perlu dibangun sebuah sistem yang mengatur pola relasi antar penegak hukum dalam penanganan korupsi di negara ini. Undang-undang Anti Korupsi harus ada dan didalamnya harus memaktubkan peran dan fungsi masing-masing lembaga penegak hukum. Semua harus berperan aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Sehingga, gengsi dan kepentingan eksistensi diri untuk menunjukkan siapa paling berjasa dan siapa paling superbody dapat dihindari. Demikian analisa seorang kaum biasa ini. Namun ternyata perseteruan ini masih berlanjut juga.











[Reply]
[Reply]
nyegik´s last blog ..Whaaaattttt…….TERNYATA PAYPAL JUGA ADA PREMANNYA!!!
[Reply]
[Reply]
ray Reply:
November 9th, 2009 at 20:32
kata pepatah klo maling ketahuan dan ketangkep berarti itu maling gak hanya sekali, pasti brulannnnng-ulannnngggg ya gak bru.????
[Reply]
[Reply]
kalo nggak jelas??? ke laut aja hi hi hi…
Zulhaq´s last blog ..Panggilan Sinting
[Reply]
andif´s last blog ..Kubuntu on CQ20
[Reply]
meylya´s last blog ..Google Juga Merayakan Hari Anak Nasional
[Reply]
olip´s last blog ..My New Shoes
[Reply]
ray Reply:
November 9th, 2009 at 20:43
[Reply]
yang paling parah, masalahnya justru di mental aparatusnya yang sudah sangat KKN akut.
ujung2nya ribut2 karena “hujan” tidak merata…
itempoeti´s last blog ..Windows Imperialism 
[Reply]
Salam Sayang
KangBoed´s last blog ..Iman dan Cinta
[Reply]
lebih susah lagi kalau banyak buaya bertampang cicak
[Reply]
beeee.. parah ngik.!
[Reply]
[Reply]
Omiyan´s last blog ..Harapan Itu Dia Taruh Menjadi Seorang PNS
[Reply]
nengbiker´s last blog ..Don’t Give Up
[Reply]
[Reply]
[Reply]
wongbagoes´s last blog ..Blogger Warok dalam Catatan
[Reply]
KangBoed´s last blog ..Iman dan Cinta
[Reply]
kalau institusi yang ada sudah bisa menangani ya tidak perlu ada KPK segala.
geRrilyawan´s last blog ..OBAMA’S FRIED CHICKEN VOL.2
[Reply]
Bantas Korupsi Reply:
November 3rd, 2009 at 21:35
[Reply]
sawali tuhusetya´s last blog ..Masih Adakah Ruang bagi Anak-anak Jalanan?
[Reply]
adit Reply:
September 16th, 2009 at 12:33
akar masalahnya itu yang satu lembaga terkorup dinegara kita yang ngaku sebagai pemberantas dan yang satu lagi anak angkat (baru di angkat) yang memang benar- benar memberantas, presiden sebagai orangtua bingung mau nepuk (tanda bangga) pundak siapa. padahalkan nggak perlu bingung kalaw kita semua memang ngaku berpikir dan berpendidikan
[Reply]
jony Reply:
November 4th, 2009 at 13:14
[Reply]
[Reply]
met sore,,,,
berantas terus korupsi di negeri kita….
*indonesia*
ariebae´s last blog ..Ciri-Ciri Pria dan Ciri-Ciri Wanita
[Reply]
ray Reply:
November 9th, 2009 at 20:49
[Reply]
endar´s last blog ..Sinyal Smart
[Reply]
noersam´s last blog ..Wisata Blogger & Louncing Blogger Wonosobo # 1
[Reply]
Pradnasatunya´s last blog ..JALAN KELUAR
[Reply]
ciput mardianto´s last blog ..Waktu
[Reply]
memang kadang enak ditumpangi ataun ditindihi
JAUHDIMATA´s last blog ..Kami Tidak Takut
[Reply]
Andy MSE´s last blog ..Wisata Blogger 2009: Batik Wonosobo
[Reply]
[Reply]
semoga dalam dunia binatang tidak ada peperangan tetapi selalu menjaga keharmonisan dan menjaga “kebutuhan”
[Reply]
[Reply]
koruptor ki harus di buayai… @ suwung prestasi apa mas? korupsi?
jidat´s last blog ..kode warna
[Reply]
[Reply]
orang yang berpikir tau harus mendukung yang mana???
katakan saja yang sebenarnya jangan lagi ada kemunafikan
[Reply]
Cah Sholihah´s last blog ..Cerita Perjalanan Kopdar dengan Pak Sawali
[Reply]
[Reply]
s H a´s last blog ..Baju Baru Alhamdulillah, Tak Punya Pun Tak Apa-Apa
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
menegaskan kepada semua masyarakat INDONESIA agar tidak membesar – besarkan masalah ini……………..
karna masalah ini bukan masalah kpk dan polri…
tetapi masalah pejabat kpk yang di tutuh korupsi……….
[Reply]
[Reply]
jony Reply:
November 4th, 2009 at 13:11
[Reply]
[Reply]
[Reply]
jika para cicak(3.lembaga hukum) bergabung, buaya pasti bisa dikalahkan.
[Reply]
[Reply]
tnjukkan dong indonesia itu berkeperibadian..jgn memalukan masyarakat..
[Reply]
masyarakat jangan percaya dunia maya… kita hidup dalam dunia nyata bro…….
[Reply]
Saya punya pendapat lain dari hiruk pikuk KPK vs Polri belakangan ini. Dari pemutaran sadapan, dengar pendapat di DPR, Kroscek Media kepada sejumlah saksi kunci (Ary Muladi, Ady Sudarsono, MS Ka’ban dan juga Candra-Bibit) saya dapat simpulkan bahwa ini adalah skenario dari WIJAYA BERSAUDARA (aNGGORO&aNGGODO) untuk memecah institusi Negara kita. Ini poitik pecah belah BRO.
Dari semua PATI (Baik KPK ataupun POLRI) atau PATI lainnya yang dituding menerima uang suap/pemerasan, tak satupun diantara mereka yang terbukti menerima uang tersebut. Jadi kemana uang itu?
Ary Muladi mengakui bahwa uang itu diserahkan pada Sosok JULIANTO. Tapi apa benar uang itu ada? Atau hanya spekulasi Ary Muladi? Dalam bentuk apa uang sebanyak itu diberikan? Cek, tunai, transfer? Tak satupun dari PATI kita yang menerimanya.
Lalu, siapakah si JULIANTO? Dia Suruhan Anggodo atau Pihak KPK? Atau benar menurut Polisi hanya rekayasa Ary Muladi? Kalau mau menemukan sosok Julianto, harusnya ditelusuri dari situ.
Dugaan saya, kalau sosok Julianto itu memang ada, maka dia adalah suruhan Anggodo. Uang itu kembali kepada Anggodo.Anggodo tidak pernah rela menyerahkan uang sebanyak itu. Atau bias jadi uang itu memang tidak ada, tapi Anggodo dan Ary Muladi bersekongkol mengarang cerita dengan menghadirkan sosok JULIANTO. Tujuannya apa? Ya itu tadi, untuk mengobok-obok dan memecah belah institusi Negara kita.
KARENA ITU, TANGKAP SAJA WIJAYA BERSAUDARA (ANGGORO&ANGGODO) ITU. MEREKALAH BIANGNYA KELADINYA.
salam saya dari bone bolango. gorontalo. 085299309259
[Reply]
JANGAN BERTENGKAR DONK…..
KPK BRANTAS KOROPSI…..
PAK POLISI HKUM SEBERAT-BERATNYA PELAKU KOROPSI….
[Reply]
[...] http://kaumbiasa.com/kpk-vs-polri.php [...]
[Reply]
[Reply]
MASIH ADA KITA (RAKYAT INDONESIA)
KATANYA PENEGAK HUKUM PIYE TOHHHHH
[Reply]
[...] ciwir tanggal 11 November 2009 | 12:48 KPK, KPK vs POLRI, POLRI, Warna-Warni | Belum Dikomentari ‘Perseteruan’ KPK dengan Polri masih terus berlangsung. Masyarakat sebagai penonton setia dibuat bingung pada setiap adegan dalam [...]
[Reply]
Kasus Skandal tersebut harus dibuka agar JELAS nadanya, apakah ada atau tidak kesalahan dan unsur korupsi. Karena itu, BPK Harus SEMANGAT dalam mengauditnya.
JANGAN biarkan ada Intervensi” yang Justru akan Memperburuk masalah yang ada!!
Karena menurut saya ANGGODO & ANGGORO lah yang berusaha menkambing hitamkan ORgan” negara Kita!!!!
BRANTAS saja Mereka!!!
[Reply]
Sudah Jelas terbukti korupsi uang Bank Century kok gak di tahan ya???
Dia juga masih berlenggang bebas diluar sana,,
Sekarang muncul Anggoro Wijaya bersaudara (Anggodo Wijaya) yang tambah memperkeruh keadaan dalam Organ Negara kita yang seharusnya berjalan untuk menegakkan keadilan,.
Biang keladinya yaaa MEREKA itu…
TANGKAP donk,,
[Reply]
tulisan dian terbaru adalah : Remarkamedia
[Reply]
tulisan Rian terbaru adalah : Hello world!
[Reply]
Post a Comment