Monumen Pers Nasional
Kategori SejarahBagi insan pers sungguh tidak asing lagi dengan nama ini. Buat warga Solo Raya juga sudah akrab dengannya. Monumen Pers Nasional atau orang sering menyebut dengan Monumen Pers saja atau Monumen Pers Solo, adalah sebuah bangunan bersejarah yang berdiri megah di tengah kota Solo tepatnya di Jalan Gadjah Mada 59 Solo. Monumen ini didirikan guna mengenang jasa-jasa para tokoh pers nasional. Mengapa dipilih kota Solo, menurut beberapa penulusuran pustaka para tokoh-tokoh pers nasional tersebut memulai gerakan menentang Belanda melalui media massa [pers] diawali dari kota ini. Di Kota inilah tempat berkumpulnya tokoh-tokoh tersebut guna membahas agenda strategis dalam melawan pemberitaan Belanda pada waktu itu. Di kota Solo-lah sebagian besar tokoh pers nasional juga dibesarkan.
Monumen Pers Nasional memiliki sebuah bangunan induk [bagian tengah] yang berfungsi sebagai hall atau aula atau convention hall bahasa kerennya. Selain itu, disini juga dilengkapi dengan ruang perpustakaan, ruang pameran, museum dan ruang konservasi dan koleksi arsip kuno. Dan yang menarik Monumen Pers Nasional telah dilengkapi dengan hellipad. Namun sewaktu saya berkunjung kesana pada 13 Juli 2009 lalu [dan ini merupakan kali pertama saya masuk kesini, meski telah tinggal di Solo selama 20 tahun], saya tidak bisa berkesempatan melihat hellipad tersebut.
Koleksi perpustakaannya lumayan lengkap. Saya bilang lumayan karena disini relatif komplit jika dibandingkan dengan perpustakaan daerah namun kalah lengkap dengan perpustakaan kampus. Buku-buku koleksinya seputar media massa, komunikasi, penerbitan, jurnalisme, serta beberapa koleksi skripsi dan majalah.
Di ruang koleksi arsip kuno, kita dapat menjumpai berbagai koleksi koran kuno. Di museumnya kita akan menemukan berbagai benda-benda yang berkaitan dengan jurnalistik seperti mesin ketik kuno milik Bakrie Soeraatmadja, beliau adalah pemimpin redaksi surat kabar “Sipatahoenan” sebuah koran berbahasa Soenda. Selain itu ada diorama perjuangan bangsa dan patung para tokoh pers nasional serta peninggalan-peninggalan yang lain.
Monumen Pers Nasional dulu dinaungi oleh Departemen Penerangan. Pasca departemen ini dilikuidasi oleh Presiden Abdurrahman Wahid, kemudian diubah sebagai UPT pada Lembaga Informasi Nasional. Kemudian, pada saat ini berada dibawah naungan Departemen Komunikasi dan Informasi dibawah Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi. Berkunjung kesini pokoknya menyenangkan dan mengasyikkan dech… Banyak referensi dan catatan sejarah Indonesia ada disini. Kapan ya kawan-kawan Bengawan [komunitas blogger Solo Raya] ngadain kopdarnya disini saja biar tambah ilmunya







sumpah, aku jg baru sekali masuk ke sana, dulu banget pas belum ngeblog, jadi ya nggak tak tulis… hehe
[Reply]
ciwir Reply:
July 20th, 2009 at 23:36
sing saiki dadi omahe wakile walikota…
ciwir´s last blog ..Stop Dreaming Start Action
[Reply]
s H a´s last blog ..Tabungan Saya Tinggal Seratus Ribu Rupiah
[Reply]
ciwir Reply:
July 21st, 2009 at 11:49
[Reply]
nak lewat Solo mung gur mlipir pinggir trus bablas nyang Yogya (geleng-geleng)
Pradna´s last blog ..Ukuran Bra
[Reply]
rekonstruksi imaji…
Mahendrattunggadewa´s last blog ..Mengembalikan Jati Diri Bangsa = Revitalisasi Nilai-nilai Budaya Bangsa
[Reply]
Monumen Pers Nasional…
Adalah sebuah bangunan bersejarah yang berdiri megah di tengah kota Solo tepatnya di Jalan Gadjah Mada 59 Solo. Monumen ini didirikan guna mengenang jasa-jasa para tokoh pers nasional….
itempoeti´s last blog ..Windows Imperialism
[Reply]
berarti salah tuh namanya, harusnya perpustakaan pers nasional ngunu malah yang ke situ jelas pengin baca buku… njenengi ae gak iso makanya dilikuidasi sama Gus Dur…
[Reply]
opomaneh sing adoh ngeneki. malah BLASS..
[Reply]
[Reply]
nyegik´s last blog ..Google Update dari ES.EM.ES…..
[Reply]
[Reply]
ciwir Reply:
July 21st, 2009 at 04:49
silahkan datang langsung ke sana
ciwir´s last blog ..Piagam Penghargaan
[Reply]
sawali tuhusetya´s last blog ..Membaca Cepat di Tengah Tantangan Gelombang Informasi
[Reply]
ciwir Reply:
July 21st, 2009 at 11:50
menawi tindak solo kontak kula…
ciwir´s last blog ..Pisowanan Agung Bhumi Tidar
[Reply]
superaman´s last blog ..Pinguin Gendut dan Award Bertuah
[Reply]
Iso gawe tempat referensi liburan ra kang?
nahdhi´s last blog ..Buah Kesabaran dan Rasa Nrimo
[Reply]
Irawan´s last blog ..Wordpress 2.8.2 Sudah Dirilis
[Reply]
cukupliat2 gambar neng kene kang wir.. he
jidat´s last blog ..PANTAI PRIGI & PASIR PUTIH
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
olip´s last blog ..Paramore
[Reply]
jangan sampai tergilas akan modernisasi
galuharya´s last blog ..1000 celoteh
[Reply]
bunda_nurul´s last blog ..MUHASABAH atau INTROSPEKSI DIRI
[Reply]
KangBoed´s last blog ..Jati Diri Manusia
[Reply]
ikhsan´s last blog ..Bukunya Ndoro
[Reply]
abu´s last blog ..Siapa Takut Tukeran Link
[Reply]
Cipu´s last blog ..These foods make me wanna…..
[Reply]
Aku dewe yo durung pernah mlebu mrana :(
Dony Alfan´s last blog ..Memotret Bulan
[Reply]
ciwir Reply:
July 22nd, 2009 at 01:47
diwenehi back-link mrene
ciwir´s last blog ..Stop Dreaming Start Action
[Reply]
tapi podo karo pak andi gak di tulis dhisik ra mudeng blog.. (lol)
omagus´s last blog ..Politik tertelan terorisme..!
[Reply]
ajengkol´s last blog ..Suramadu with Love
[Reply]
gajah_pesing´s last blog ..Member Resmi
[Reply]
[Reply]
[...] telah tinggal di Solo selama 20 tahun], saya tidak bisa berkesempatan melihat hellipad tersebut. Baca Selengkapnya Categories: berbagi kabar Tag:Monumen Pers, Solo Candi ASU Tulisan [...]
[Reply]
mari kita jaga kebebasan pers….
tulisan mas ahmad terbaru adalah : Kaos GusDur-ian
[Reply]
tulisan mas_poy terbaru adalah : Kaos GusDur-ian
[Reply]
[...] Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran, PON (Pekan Olahraga Nasional) I dilaksanakan; Monumen Pers Nasional sebagai sebuah pengingat sejarah perjuangan pers nasional berdiri megah; Museum tertua di Indonesia [...]
Post a Comment