15 Apr 2011

Menulis sebenarnya bukanlah hal yang mudah, namun bukan pula sebuah hal yang sulit dan harus ditakuti. Dengan menulis setidaknya kita dapat memberikan 3 (tiga) hal bermanfaat kepada sesama. Pertama, dengan kita menuliskan sesuatu hal maka kita telah memberikan dan membagi ilmu dan pengetahuan dengan orang lain. Kedua, dengan menulis maka kita telah mendokumentasikan suatu pengetahuan yang kita miliki, hingga pada suatu saat (siapa tahu) akan diperlukan oleh orang lain. Dan ketiga adalah merangsang dan menumbuhkan minat baca masyarakat. Di sisi lain baru saja kita, segenap masyarakat di seputaran lingkar gunung Merapi, merasakan betapa dahsyatnya dampak erupsi gunung teraktif ini. Ratusan ribu rakyat secara tiba-tiba harus menyingkir ke pengungsian. Debu, abu, pasir, bahkan kerikil dan batu beterbangan di langit kaki gunung. Ribuan hektar lahan pertanian rusak porak-poranda. Hewan ternak, bahkan beberapa warga tewas menjadi korban awan panas. Sekolah-sekolah diliburkan

18 Feb 2011

Candi Ngawen adalah salah satu dari sekian banyak candi yang bertebaran di Magelang. Namanya memang kalah kondang dengan Candi Borobudur maupun Candi Mendut. Candi ini sampai sekarang juga belum selesai dipugar. Para ahli arkoelogi masih mencari-cari bentuk awalnya, disamping masih mengais-ngais reruntuhan candi ini. Candi Ngawen terletak di desa Ngawen Kecamatan Muntilan. Persisnya berada 2 km sebelah selatan Kompleks Makam Kyai Raden Santri, Gunung Pring, dan sekitar 5 km sebelah timur Candi Mendut. Menurut perkiraan, candi ini dibangun semasa dengan Candi Borobudur yakni pada masa Wangsa Syailendra. Berbeda dengan candi-candi Budha lainnya, Candi Ngawen terdiri dari 5 (lima) buah candi kecil-kecil. Namun dari kelimanya baru satu candi yang utuh kembali, itupun tanpa atap. Candi yang menghadap ke timur ini berada ditepian Kali Blongkeng Muntilan, sebuah sungai yang dipercaya banyak mengandung belerang. Seperti pada candi Mendut, masing-masing candi disini dihiasi ornamen

16 Feb 2011

Beberapa waktu terakhir memang sedang gencar-gencarnya mendorong dan mempromosikan Pulau Komodo menjadi New7Wonders of Nature. Bagi saya jika alasannya adalah demi menyelamatkan komodo, maka saya sungguh tidak sepakat babar blass… Dasar pemikiran saya sih sederhana saja, bahwa dengan dikelolanya Pulau Komodo beserta isinya maka kita justru tidak dapat memanfaatkan dan menikmatinya secara optimal. Candi Borobudur adalah contohnya. Mengapa demikian? Dengan dikelolanya Candi Borobudur oleh pihak swasta atau diprivatisasi maka kita harus rela membayar mahal untuk menikmatinya. Harga tiket terus melambung dengan dalih perawatan maupun penunjang promosi pasar. Hal ini menjadikan ironi ketika masyarakat sekitar (Magelang) justru  banyak yang belum pernah masuk ke Candi Borobudur karena tidak mampu membayar. Selain itu, tidak ada kontra prestasi yang dapat diterimakan pada masyarakat setempat atas tarif tiket tersebut untuk jangka panjang, seperti masuknya sebagian dana tiket untuk

 Page 2 of 58 « 1  2  3  4  5 » ...  Last » 
MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.