26 Nov 2010

Dalam dunia blogging, yang namanya blog-walking adalah sesuatu yang dilakukan oleh para blogger. Dulu, saya sebagai blogger amatir maka selalu menyimpan link para kawan-kawan ngeblog di sebuah page khusus link sehingga mudah dikunjungi saat blog-walking, kemudian berkembang dengan cukup mengambil RSS Feed dari blog kawan untuk kita simpan di blog khusus untuk membaca postingan terbarunya dan memberinya komentar. Namun, sejak saya mengenal sebuah aplikasi RSS Reader yang dijalankan di Linux, yakni Liferea, maka saya mencobanya. Ternyata memang cukup enak karena kita tidak perlu membuka blog yang bersangkutan untuk membaca tulisannya. Aplikasi ini juga cukup ringan dijalankan. Jika kita ingin memberinya komentar maka tinggal klik pada comments yang tersedia maka secara otomatis akan membuka link blog yang kita maksud di Firefox. Instalasi Liferea juga cukup mudah. Buka saja di Synaptic Package Manager lalu cari aja dengan kata feed maka akan kita temukan Liferea dan Akregator.

23 Nov 2010

Sebenarnya ini sudah saya ketahui sejak beberapa tahun lalu bahwa setiap plat mobil (nomor polisi) mobil dinas pejabat di sebuah daerah selalu memiliki 2 buah, satu berwarna dasar merah dan satu lagi berwarna dasar hitam. Entah apa maksudnya saya tidak paham. Yang jelas saat ini fenomena ini semakin marak dimana-mana. Awalnya saya ketahui saat masih tinggal di Kota Solo dulu. Saya melihat mobil dinas Walikota Solo pada saat itu tahun 2005 di sebuah acara resmi kenegaraan ber-plat merah (AD 1 A) di kesempatan lain mobil yang sama berganti plat menjadi berwarna dasar hitam. Nomornya saya lupa tapi belakang angka berkode ZA (AD xxxx ZA). Saat itu saya masih biasa-biasa saja, tanpa prasangka. Namun ketika saat ini saya semakin sering menjumpai mobil mewah dengan kode belakang dengan huruf Z dan selalu berkepala 7 (misal AD 7xxx ZB; AD 7xxx ZT; AA 7xxx ZB) ditambah lagi ketika setahun lalu sering wira-wiri ke gedung dewan di Kab. Magelang selalu melihat Ketua DPRD mengendarai mobil yang

17 Nov 2010

Bagi saya sebagai seorang Linux Pemula pada awalnya ketika bermigrasi ke Linux yang membawa konsekuensi harus bermigrasi pula dari Microsoft Office ke Open Office sebagai sarana bekerja memang agak susah, namun lambat laun karena keterbiasaan dan belajar by doing akhirnya cukup terbiasa. Dari pengalaman saya menggunakan keduanya, berikut ini beberapa perbedaan yang saya rasakan dan temukan diantara keduanya: Open Office dapat kita peroleh secara gratis termasuk source code-nya, sedangkan Microsoft Office harus membayar. Bukankah gratisan selalu lebih nyenengkeh?? Open Office lebih fleksibel dari pada Microsoft Office. Sebab Open Office dapat untuk menjalankan berbagai aplikasi Microsoft Office, AutoCad maupun Lotus. Open Office dapat langsung mengirim file ke format PDF yang terintegrasi langsung, Microsoft Office harus menambahkan plugin tersendiri. Open Office dapat dijalankan pada mesin Windows, Linux maupun Machintosh Itulah perbedaann yang saya temukan ketika harus memulai

 Page 5 of 58  « First  ... « 3  4  5  6  7 » ...  Last » 
MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.