Pendidikan Memanusiakan Manusia?

Kategori Pendidikan 19 Komentar | 15,293 views

Bahwa dari zaman ke zaman manusia telah berupaya mengkonsepsikan dan mengimplementasikan pendidikan secara variatif. Kendati demikian, secara esensi dan misinya menunjukkan pada garis yang sama yakni bahwa pendidikan pada dasarnya merupakan upaya untuk mempersiapkan manusia guna mengahadapi berbagai tantangan perubahan yang terjadi sesuai dengan tuntutan zaman, sekaligus merupakan upaya untuk menjamin kelangsungan eksistensi kehidupan manusia itu sendiri. Dengan melalui pendidikanlah hingga saat ini manusia telah mampu mempertahankan eksistensinya dan terus menerus menuju peradaban yang semakin maju dan kompleks.

wisudaPenyelenggaraan pendidikan selanjutnya adalah menjadi kewajiban kemanusiaan maupun sebagai strategi budaya dalam rangka mempertahankan kehidupannya. Dengan kata lain, pendidikan merupakan salah satu strategi budaya tertua bagi manusia untuk mempertahankan keberlangsungan eksistensinya. Pendidikan dipahami dan maknai sebagai sebagai sebuah wahana untuk menyalurkan ilmu pengetahuan, alat pembentukan watak, alat pelatihan keterampilan, alat mengasah otak, serta media untuk meningkatkan keterampilan kerja.

Sementara ada juga yang memaknai bahwa pendidikan lebih diyakini sebagai suatu media atau wahana untuk menanamkan nilai-nilai moral dan ajaran keagamaan, alat pembentukan kesadaran berbangsa dan bernegara, alat meningkatkan taraf ekonomi, alat mengurangi kemiskinan, untuk mengangkat status sosial, pengusaan teknologi, serta media untuk menguak misteri jagad raya. Pendidikan juga sebagai wahana untuk memanusiakan manusia, serta wahana untuk pembebasan manusia. Melihat begitu pentingnya pendidikan bagi umat manusia, banyak peradaban manusia yang “mewajibkan” masyarakatnya untuk tetap menjaga keberlangsungan pendidikan. Bagi kalangan Muslim ada sebuah keyakinan beragama bahwa, “menuntut ilmu itu merupakan kewajiban bagi kaum Muslim laki-laki dan perempuan”. Hal ini menunjukan betapa pentingnya arti pendidikan bagi umat manusia, sebab pendidikan akan sangat berpengaruh pada kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat (nirwana) kelak.

Sejarah perjalanan dan perkembangan pendidikan telah melahirkan sejumlah filsafat pemaknaan yang melandasinya. Terdapat tiga aliran paham filsafat yang masih dominan pengaruhnya hingga saat ini, yang ketiganya lahir pada zaman abad pencerahan menjelang zaman modern. (1) Nativisme atau Naturalisme, tokohnya antara lain; J.J. Rousseau (1712-1778) dan Schopenhauer (1788-1860 M). Paham ini berpendirian bahwa pendidikan pada hakekatnya sekedar sebuah proses pemberian kemudahan agar seseorang berkembang sesuai dengan kodrat alamiahnya. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung pesimistik. (2) Empirisme atau Environtalisme, yang ditokohi oleh John Locke (1632-1704 M) dan J. Herbart (1776-1841 M). Aliran ini berpandangan bahwa pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu proses pembentukan dan pengisian anak manusia ke arah pola yang diinginkan dan diharapkan lingkungan masyarakatnya. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung optimistik. Dan (3) Konvergensionisme atau Interaksionisme, yang dipelopori oleh William Stern (1871-1939). Menurut pandangan ini, pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu rangkaian peristiwa interaksi antara faktor pembawaan (genetik) dengan lingkungan (venotif). Pribadi manusia akan terbentuk sebagai sebuah hasil interaksi dari kedua faktor determinan tersebut. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang lebih rasional.

Institusi pendidikan modern mengadopsi pemikiran ini dalam rangka “mencetak” manusia yang berpendidikan dan berbudaya. Bahwa faktor gen (bawaan), sering dibahasakan dengan bakat dan minat, yang sudah dibawa sejak lahir akan berinteraksi dengan faktor lingkungan. Keduanya akan diolah sedemikian rupa sehingga diharapkan mampu menjadikan anak manusia yang mumpuni, beradab dan berbudaya.

Namun, dengan semakin materialistisnya institusi pendidikan modern saat ini akankah mereka yang cerdas secara genotif, namun miskin, dapat mengolah dan mengolaborasi dengan faktor lingkungan didalam sebuah institusi pendidikan yang biayanya selangit? Benarkah masih ada kesetaraan kesempatan (egaliterarian) berpendidikan? Jika demikian adanya, maka misi dan makna pendidikan sebagai wahana untuk memanusiakan manusia dan membebaskan manusia sudah tidak relevan lagi.

Kata Kunci : , ,

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

19 Komentar

Komentar
3 May 2011
11:00
#1 danyfarid5 :
menggunakan Firefox 4.0 Firefox 4.0 pada Windows XP Windows XP

Itulah Pendidikan masa kini!!! Saya juga agak heran dengan Pendidikan yang formal maupun non formal di masa kini.

3 May 2011
13:51
menggunakan Firefox 3.6.17 Firefox 3.6.17 pada Windows XP Windows XP

tapi kenapa kemudian semua dikomersialisasikan?
pendidikan dijadikan tambang perahan demi mencapai laba sebesar-besarnya laba!

3 May 2011
16:42
menggunakan Chromium 10.0.648.205 Chromium 10.0.648.205 pada Ubuntu 10.10 Ubuntu 10.10

memang belum semua anak dari kalangan miskin terakomodasi dalam dunia pendidikan kita di tengah peradaban yang makin menghamba pada kekuatan kaum kapitalis, mas santri. kita hanya bisa berharap, semoga para pengambil kebijakan masih memiliki nurani utk menyelamatakan nasib masa depan mereka.

3 May 2011
17:59
#4 suwung :
menggunakan Firefox 3.6.17 Firefox 3.6.17 pada Windows XP Windows XP

mencetak manusiaki bukankah cetakan manusia itu rahim mas? sekolahe nang rahim?

3 May 2011
19:40
menggunakan Firefox 4.0.1 Firefox 4.0.1 pada Windows XP Windows XP

saya malah nggak bisa ngomong apa2 soal pendidikan di indonesia

4 May 2011
02:48
#6 Love4Live :
menggunakan Firefox 3.6.13 Firefox 3.6.13 pada Ubuntu 10.04 Ubuntu 10.04

sekarang ini yang ada bukan pendidikan… tapi pendodokan…
yang membuat bangsa ini makin ndodok dari hari ke hari…

4 May 2011
19:59
#7 segawon :
menggunakan Firefox 3.6.3 Firefox 3.6.3 pada Windows XP Windows XP

mendidik bukan mengajar

5 May 2011
09:07
#8 Batavusqu :
menggunakan Firefox 3.6.17 Firefox 3.6.17 pada Windows XP Windows XP

Salam Takzim
Selamat hari Pendidikan gan
Kangen euy dengan warnanya
Salam Takzim Batavusqu

5 May 2011
21:38
#9 Kaget :
menggunakan Firefox 4.0 Firefox 4.0 pada Windows XP Windows XP

Inilah susahnya membedakan sekalah materialis saat ini. Ada yang mahal, tapi ternyata setelah dijalani sistem dan metoda nya sama seperti yang murah. Yang membedakan hanya sertifikat. Jadi penerus kedepan hanya mengunyah sertifikat, bukan ilmu!

6 May 2011
07:12
#10 Rizki :
menggunakan Firefox 3.6.6 Firefox 3.6.6 pada Windows 7 Windows 7

Jangan hanya bisa membangun Mall atau apapun yg bersifat foya2..Kita liat gedung sekolah terbuat dari bilik atau gubuk,,apa gk miris liatnya?
Semoga Anak2 Indonesia bisa lebih cerah lagi masa depan mereka di sekolahnya masing2
http://blog.umy.ac.id/karyaku/

9 May 2011
08:50
#11 haris :
menggunakan Firefox 4.0.1 Firefox 4.0.1 pada Windows 7 x64 Edition Windows 7 x64 Edition

idealnya memang pendidikan seperti itu, tapi saya kira tiap orang bs mendidik dirinya sendiri akhirnya. melalui pengalaman hidup, pertemanan, dll. gak harus bergantung pd lembaga pendidikan dlm bentuk apapun.

11 May 2011
09:37
#12 Andy MSE :
menggunakan Google Chrome 11.0.696.65 Google Chrome 11.0.696.65 pada GNU/Linux GNU/Linux

#prihatin

11 May 2011
19:27
#13 'Ne :
menggunakan Firefox 3.6.16 Firefox 3.6.16 pada Windows Vista Windows Vista

kalo gitu memang udah gak relevan lagi donk, lha wong yang miskin tapi pinter malah gak punya kesempatan untuk mendapatkan pendidikan kok *secara formal* dan yang kaya meski gak pinter dibela2in masuk sekolah favorit, kadang hanya demi gengsi semata..
*ini nyata ada di negeri ini..

16 May 2011
20:56
#14 WistTour :
menggunakan Google Chrome 6.0.472.0 Google Chrome 6.0.472.0 pada Windows XP Windows XP

Wah…membangun yang lebih besar,kembali kepada kebaikan setiap personal ni

1 Jul 2011
16:30
#15 omagus :
menggunakan Chromium 11.0.696.71 Chromium 11.0.696.71 pada Ubuntu 11.04 Ubuntu 11.04

sekolah oh sekolah..!
nasibmu..!

9 Aug 2011
16:40
#16 gadgetboi :
menggunakan Opera 12.00 Opera 12.00 pada Nintendo Wii Nintendo Wii

kemana aja kang?

Trackbacks to this post.

Maaf, Komentar ditutup!!.

Previous
« Malahayati dan Emansipasi Perempuan
Next
Blok Cepu: Sejarah Singkat »
MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.