Penggusuran
Kategori Fren, Politik, Warna-WarniTulisan ini didedikasikan untuk Gajah Pesing (cah TPC) yang sedang berhadapan dengan penggusuran stren kali Surabaya.
Hampir setiap saat kita liat dan dengar berita tentang penggusuran. Wong cilik digusur karena dianggap menempati lahan yang bukan miliknya. Bahkan kecendrungan penggusuran selalu disertai dengan kekerasan dan ancaman. Saya heran, apakah tugas aparat pemerintah adalah menjadi keparat yang demi tugas melakukan kekerasan atas nama hukum?
Memang, lahan atau tanah yang ditempati tersebut bukan miliknya. Milik negara katanya. Bukankah kewajiban negara adalah memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya? Jadi bukankah tidak salah jika tanah-tanah negara digunakan untuk sekedar tempat berteduh bagi rakyatnya. Jika kemudian negara memerlukannya, bukankah bisa diminta dengan baik-baik. Melalui dialog dan diskusi serta diplomasi. Bukan kekerasan dan ancaman yang berujung pada penindasan.
Kita semua tahu dari berita-berita, apa dan bagaimana yang dilakukan oleh Walikota Solo merelokasi Pedagang Kaki Lima sejumlah 1000 pedagang tanpa kekerasan. Lalu memindahkan penghuni bantaran sungai ke Rusunawa (rumah susun sederhana sewa). Serta menata hampir seluruh PKL yang berada ditaman-taman kota. Semua tanpa kekerasan.
Semua itu hanya dapat dilakukan dengan kata kunci “relokasi” bukan “penertiban”. Merelokasi artinya memindahkan ke lokasi baru. Jadi pemerintah telah menyiapkan lahan baru yang lebih tertata untuk mereka yang akan dipindah atau direlokasi tersebut. Sementara penertiban lebih cenderung sekedar gusur, usir, pindah. Mau pindah dimana ya terserah, itu bukan urusan negara. Dan terpenting adalah adanya pembicaraan antara warga dan pemkot secara serius dengan mengedepankan semangat kekeluargaan.
Bahkan saya pernah mengamati relokasi PKL depan stadion Manahan agar masuk ke halaman, Pak Jokowi (Walikota Solo) jam 5 pagi sudah nongkrong di Manahan dan bilang ke para pedagang, “mangga mlebet mawon, menawi mangke digaruk kula mboten tanggung jawab“. Itu dia lakukan kira-kira satu minggu. Dan itu sosialisasi paling ampuh, “sapa sing ora perkewuh saben dina dilokne karo pak Wali“, demikian kata salah seorang pedagang.
Jadi, selama masih ada jalan dialog kenapa harus dengan jalan kekerasan? Jika bisa merelokasi kenapa harus menggusur?







tidak adakah jalan lain yang lebih baik untuk semuanya
[Reply]
ciwir Reply:
May 11th, 2009 at 13:04
itu yang dilakukan oleh Jokowi cukup bagus..
ciwir’s last blog post..Desa Wisata Kendal
[Reply]
mantan kyai Reply:
May 11th, 2009 at 13:07
mantan kyai’s last blog post..Catatan Sepertiga Malam Terakhir XKH
[Reply]
ciwir Reply:
May 11th, 2009 at 13:13
ciwir’s last blog post..Hari Pendidikan Nasional
[Reply]
dafhy Reply:
May 11th, 2009 at 20:31
[Reply]
ajengkol’s last blog post..Ijinkan Aku Mencintaimu
[Reply]
Ndoro Seten’s last blog post..Becik Kesirik
[Reply]
[Reply]
mantan kyai’s last blog post..Catatan Sepertiga Malam Terakhir XKH
[Reply]
suryaden Reply:
May 12th, 2009 at 04:06
suryaden’s last blog post..character assasination
[Reply]
ciwir Reply:
May 12th, 2009 at 18:42
[Reply]
[Reply]
ciwir Reply:
May 12th, 2009 at 18:42
ciwir’s last blog post..Penggusuran
[Reply]
sopo sing salah ra sah dipikir, sing kudu dipikir “penyelesaian” damai sak apik-apike… cara Jawane “win to win solution”… ngono to cah?
Andy MSE’s last blog post..Pleret
[Reply]
Andy MSE’s last blog post..Pleret
[Reply]
Andy MSE’s last blog post..Pleret
[Reply]
Terima kasih
gajah_pesing’s last blog post..Tolak Gusuran
[Reply]
ciwir Reply:
May 13th, 2009 at 00:35
teruskan perjuanganmu kawan…
[Reply]
arifudin Reply:
May 13th, 2009 at 11:57
arifudin’s last blog post..Samsung Led TV
[Reply]
Billy K.’s last blog post..busway-ers
[Reply]
[Reply]
marsudiyanto’s last blog post..Tanggal, Bulan dan Tahun
[Reply]
denologis’s last blog post..Blogging Biasasaja #3 ; Ekspresi 17 Hari
[Reply]
ciwir Reply:
May 12th, 2009 at 18:44
*jo lali mangan2 nek honore medun* hahaha
ciwir’s last blog post..Penggusuran
[Reply]
Ade’s last blog post..Ceritanya begini…
[Reply]
seharusnya memang yang mengambil keputusan bisa bijaksana, karena konflik atau kekerasan antar sesama manusia sebagai akibatnya sangat menyakitkan dan tidak sembuh dengan serta merta ketika semuanya selesai.
Bukankah karena kealpaan mereka para pemegang kendali perkotaan yang tidak mau memelihara sungai agar kebersihan dan kedalamannya terjaga, warga pun sedih ketika ada banjir yang tidak diinginkan sementara sekitan puluh tahun mereka bermukim disana tidak pernah kebanjiran, apakah mereka harus jadi korban karena munculnya pemukiman penyebab banjir di lain tempat… wohoho.. tidak ada permasalahan yang tak bisa diselesaikan secara baik-baik, dan tuntas…
[Reply]
[Reply]
[Reply]
novi’s last blog post..Bangunan Stren Kali Pantas digusur?
[Reply]
itempoeti’s last blog post..Pemilu 2009, Terbukanya Kotak Pandora
[Reply]
ciwir Reply:
May 12th, 2009 at 18:47
negeri begajul, pejabate bajul kabeh!!!
ciwir’s last blog post..Desa Wisata Kendal
[Reply]
ikhsan’s last blog post..Award dari katakataku
[Reply]
Kang Gajah, tabahkan hatimu.
hasssan’s last blog post..Ganti Power Buttons Di Vista
[Reply]
gitu kali yang pak?
mascayo’s last blog post..Megawati, Antasari, dan Flu Babi
[Reply]
ciwir Reply:
May 13th, 2009 at 08:52
[Reply]
Kaka’s last blog post..Koperasi Serba Usaha
[Reply]
Memberikan solusi buat kedua belah pihak
bukan cuma mengambil jalan pintas dgn gusur
Eka Situmorang – Sir’s last blog post..malam PERTAMA
[Reply]
*sok serius*
:P
siwi’s last blog post..Postingan ke 100
[Reply]
khairuddin syach’s last blog post..PC Kesamber Petir
[Reply]
salam buat pak wali kota yah…hehehe
saifunalyoom’s last blog post..Muslim Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
[Reply]
Perlu ditiru tuh caranya. Menggusur tanpa kekerasan…
Makhluk Maniez’s last blog post..Bunuh Diri Yang Diperbolehkan…
[Reply]
[Reply]
OMAH NYEWO BANYU TUKU(rusunawa)
apakah masih bisa kita ber ucap “INDONESIA TANAH AIR KU” ……?
(AREK STREN KALI)
[Reply]
apakah salah jika tanah yang nggak kepake itu digunakan? bukankah mubadzir temene setan?
[Reply]
[Reply]
Post a Comment