Quick Count

Kategori Kabar 50 Komentar | 1,852 views

counterSejak tahun 2004, quick count atau penghitungan cepat untuk proses Pemilu mulai dikenal di Indonesia. Karena sangat menarik dan cepat dalam menghasilkan data-informasi kepada publik tentang siapa yang memenangkan sebuah pemilihan maka quick count menjadi sesuatu yang laris manis di era Pilkada langsung.

Quick count, filosifi awalnya adalah sebagai sebuah proses pengawasan atau pemantauan, yang awalnya dilakukan oleh sekumpulan pengusaha di Filipina, namun seiring dengan berjalannya waktu quick count telah menjadi sebuah bisnis yang menggiurkan bagi lembaga-lembaga penyedia jasa tersebut.

Proses penghitungan suara melalui quick count dilakukan dengan menggunakan metode statistik yang dilakukan dengan menggunakan sistem sampling secara proporsional pada suatu wilayah. Toleransi error (kesalahan) antara 1-5%. Dengan rentang tingkat kesalahan tersebut tentunya sangat minim perbedaan antara hasil quick count dengan hasil pengitungan manual.

Namun ternyata dibeberapa daerah, proses pilkada menjadi ricuh karena hasil yang sangat mencolok antara quick count dengan penghitungan manual. Ambil contoh, Pilkada Gubernur Sulsel, Gubernur Banten dan terakhir adalah Gubernur Jatim. Artinya, dengan proses penghitungan berdasarkan pengambilan sampel tersebut bukanlah menjadi patokan sebagai hasil akhir sebuah penghitungan suara.

Jika menginginkan hasil penghitungan cepat namun akurat maka harus dilakukan dengan Quick-Real-Count atau penghitungan cepat dengan tanpa sampel (data dihitung dan diambil dari seluruh TPS dalam suatu daerah tersebut). Dijamin hasilnya akurat dan tidak ada deviasi (penyimpangan).

Catatan : saya pernah mencoba Quick-real-count tersebut pada Pilkada Solo 2005 lalu, dengan menggunakan teknologi SMS dari para saksi salah satu calon (maklum saya jadi tim sukses waktu itu) untuk disampaikan pada satu operator tiap kelurahan yang bertugas merekap hasil SMS tersebut kedalam komputer.

Kata Kunci : , , , , ,

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

50 Komentar

Komentar
14 Nov 2008
17:23
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Memang orang indonesia belum mau menerima kekalahannya dengan lapang dada……….

tapi kadang juga Quick Count menjadi sebab kekacauan tersebut seperti yang mas tulis

Kunjungan Balik….Terus Semangat

14 Nov 2008
17:31
#2 aRuL :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Tapi mereka menjelaskan data statistik koq… :D tapi kalo memang seperti itu sudah dijelaskan bahwa margin erorrnya, itu berada dala 1-2 % sedangkan perbedaan suara dibawah 0.5 % jadi kemungkinan sih data yg diberikan oleh quick count itu yang disajikan… tidak bisa disimpulkan.
tapi yang diprotes KaJi adalah di Madura yang ternyata sebenarnya marjin errornya 1-2 % ternyata data real itu beda 10 %.. hmm.. itu yang diprotes KaJi.

14 Nov 2008
17:37
#3 nAsruni :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

kita memang masih harus lebih banyak belajar berdemokrasi..
semuanya butuh proses,
mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik,
tidak hanya uang yang berbicara.
majulah Indonesiaku. Harapan Itu Masih Ada!!!

14 Nov 2008
19:18
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

secara statistik sudah dijawab sama mas AruL, setuju mas
xixixixi
secara saya,semoga kebenaran terungkap

14 Nov 2008
21:02
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

bisa repot juga kalau penghitungan sementara semacam quick count angsung dipercaya, selama ini sih memang terasa agak valid karena kemenangan mutlak dari partai atau calon tertentu sudah diprediksi banyak kalangan. tapi kalau yang hasilnya hanya beda tipis seperti yang baru saja terjadi di jatim, makin tambah repot. konon, pihak kaji, minta pemilu ulang di madura. walah, ada2 saja isi dunia!

14 Nov 2008
21:21
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Hahaha.. Saia gak mudeng, tau tau uda ada yang menang dan kalah.. Dari itulah, setiap pesta rakyat (pemilu) saia manfaatkan tidur, hehehe..

15 Nov 2008
00:22
#7 Lala :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Mungkin lagi trend nya kalah trus protes kok mas :D

15 Nov 2008
07:31
#8 departa :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Benar kata teman-teman diatas yang terpenting adalah sikap bisa menerima kekalahan dengan keiklasan hati.Lam kenal :D

15 Nov 2008
07:56
#9 nita :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

berarti sekarang filosofinya biar cepat asal tepat

ngitung suara perlu akurat agar jgn dianggap ada kecurangan. percuma pemilu kalo ngitungnya gak bener

15 Nov 2008
09:32
#10 Didien® :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Biar cepat tp tdk akurat…

15 Nov 2008
09:47
#11 haris :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

kesalahan quick count seharusnya dianggap biasa saja. tiap prediksi kn bs luput. hasrat utk menggenggam kepastian itu yg seharusnya lebih didewasakan.

15 Nov 2008
10:21
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Masa sih Pak??? sekarng semua bisa direkayasa. Penghitungan suara bisa salah hitung.. heheh

15 Nov 2008
10:30
#13 mayssari :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

kalau menurut saya Quick Count maupun Quick real Count tuh gak mewakili..
cause kalau mau jujur lebih banyak golput yang gak ikutan milih daripada yang milih…

Btw, ternyata kita satu almamater, saya dari agrobisnis ‘97 lulus 2002, cukup aktif di Teater Thoekoel

salam

15 Nov 2008
10:50
#14 thevemo :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

maunya menang kalo kalah gak mau itulah sifat orang Indoensia, termasuk kita

15 Nov 2008
11:20
#15 Andy MSE :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Wah… tulisan kali ini betul-betul berbobot… ternyata sampean bisa serius juga mas Ciwir!…
saya betul-betul tercerahkan oleh tulisan sampean…
semoga demokrasi di Indonesia bertambah dewasa…
good job!… keep spirit…

huahhhaaa…. asline aku wong-e serius beh…

15 Nov 2008
11:32
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

apa ntuh artinya org Indonesia, g sabaran y? Hehe

15 Nov 2008
12:16
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

dan dalam pemikiran abang sendiri gimana? apakah sudah sangat berlaku atau tidak penghitungan menggunakan quick count? halah.malah nanya ya,bang.
salam hangat selalu

15 Nov 2008
13:04
#18 Mufti AM :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Apapun hasilnya saya rasa masyarakat kita memang belum siap dengan demokrasi secara langsung ini karena pendukung yang kalah belum bisa menerima kekalahannya secara legowo sehingga berbuntut kericuhan, ngamuk sampai tindak anarkis lainnya.

15 Nov 2008
13:40
#19 yu2n :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

hmm.. informasi yang bagus mas ciwir.

15 Nov 2008
14:32
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown


Kalo begini adanya, berarti sama sajah dengan perhitungan manual wir, krn seluruh surat suara yang masuk TPS harus dikeluarkan satu persatu lalu dihitung secara manual juga. Trus bedanya dimana dunkz? :)

15 Nov 2008
14:39
#21 endar :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

yen kalah kudu nrimo lan legowo

15 Nov 2008
15:44
#22 easy :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

pokoknya yang kalah harus berbesar hati untuk menerima kekalahan

15 Nov 2008
16:10
#23 kyai slamet :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

harusnya bisa!
seandainya saja di tiap TPS ada relawan yang merekap hasil perhitungan dan menginformasikannya melalui teknologi seluler, maka hasil perhitungan bisa lebih cepat diketahui dan diawasi. :D

15 Nov 2008
16:27
#24 agungwasono :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

iya Bos, memang utk blogspot aku tutup comment-nya.. hehehe
cukup di MessageBox ajah..

Ngomongin survey, yang paling bahaya karena masyarakat, calon dan konstituen sering menganggap hasil survey itu sama dengan hasil sesunggunya. Alhasil pendukung khofifah ada yang sampe nggundulin kepala… karena survey LSI bilang khofifah menang..

Celaka kan?? apalagi lembaga survey itu “JUALAN” semua… emang dapet duwit darimana kalo gak bantuan dari calon juga.. qeqeqeq

15 Nov 2008
16:41
#25 theodora :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

aku tak tau akan berkata2 apa2 lagi semua kata2ku sudah di tulis oleh semua org ( begonya aku :( )

15 Nov 2008
17:02
#26 marsudiyanto :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Quick count ada hubungannya dengan Kwiek Kian Gie apa ndak ya…

ciwir Reply:

nek karo wajik kwieek apane ya?
.-= ciwir´s last blog ..Nasi Penggel Kebumen =-.

15 Nov 2008
18:21
#27 rian :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

kalo kayak penghitungan suara di amerika sana apa termasuk quick count juga ga yach ?

15 Nov 2008
18:35
#28 choen :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

iya politik di indonesia belum dewasa…

15 Nov 2008
21:35
#29 nataliapuspa :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Salam kenal juga Mas …. maen2 di blog saya lagi yah …

Oh Magelangnya mana niy ? Deket ma Kallinegoro ga ???

16 Nov 2008
08:35
#30 namada :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

saia gk begitu ngerti prosedur Quick Count sperti apa..
tapi emang banyak yg gk terima hasil dari quick count, entah dari pasangan calon yang kalah atopun dari masa pendukung :)

16 Nov 2008
10:13
#31 ariefdj™ :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

yang menjadi masalah, penyimpangan data real-nya, ternyata ada yang sampai 10 %.. Mungkin, emang data yang valid dan bukan hasil ’sinkronisasi data’..tapi, kalo deviasi-nya ‘data real dilapangan’ amat sangat jauh dari yang ’seharusnya’, maka itu eh agak ‘mencurigakan’..

16 Nov 2008
12:55
#32 masDan :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Walaupun Begitu, Quick Qount juga Dapat Digunakan untuk Pengawasan Hasil Perhitungan manual ….

16 Nov 2008
13:18
#33 Jenny Oetomo :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Karena margin error yang lebih besar dari perbedaan suara itulah yang menyebabkan hasil Quick Count diragukan kesimpulannya, Salam

17 Nov 2008
00:18
#34 Wongbagoes :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Mau Quick count, quick real count…. atu quick2 yang lain…

Semoga saja masayrakat mempunyai kedewasaan dalam menyikapi ini..

bahwa gubernur bukan tujuan, hanya sebuah medi/alat. Tujuan utma bagiaman membuat masyarakat Jatim lebih sejahtera…

17 Nov 2008
18:09
#35 doel_eps :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Menang cengengesan kalah ya sebaliknya,ya begitu tu…ciri2 orang kurang legowo.
kalau sportif ucapkan dooooong…..selamat!!! gitu aja kok repot hehehe….
gmana kl srh itung aja sendiri,kalau ga percaya, btul tidak….
kalau saya ga ngaruh sich….siapa yang menang.

18 Nov 2008
08:10
#36 kweklina :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Apa sudah diterapkan di Indonesia?

Salam…

18 Nov 2008
10:56
#37 Mimi :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

kemaren megawati gak terima jagoan jatimnya kalah, lha wong cuman sample, dah gitu bedanya cuma nol koma, mana bisa dijadiin patokan, kalo bedanya 2 persen aja, baru bisa dijadiin patokan.
tapi seperti yang doel_eps bilang.. kagak ngaruh sapa yang menang juga, mukanya pada doyan duit semua. Ngomong2 kampanye, malah sekarang ada yang ndompleng nama Obama.. bilangnya pro obama.. so what gitu loh, mau pro malaikat juga gue gak percaya :P

18 Nov 2008
16:19
#38 megawati s :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

yg pasti orang islam tu lagi di adu domba biar g bisa bersatu.podo2 nune we rak rukun opo meneh bedo.

19 Nov 2008
20:18
#39 Abdee :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Masalahnya lembaga2 survey itu sering pada pasang iklan… prediksi hasil lewat quick count, pendampingan tim kampanye, dll…. jadinya ya pasti ada “sesuatu” di balik quick count.

20 Nov 2008
19:40
#40 Hasan :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

masyarakat kita sedang diajari, dididik untuk ga jujur.. kalah pemilihan ketua kelas sih gpp. nah, klo pilgub, udah utang sana sini, bayarnya nanti pake apa? repotkan.. akhirnya ngerahin massa buat demo. kok pemuja demokrasi ga ada yg komen ama bginian ya. bikin undang2 apa kek, biar dapat duit lg buat rapat.

demokrasi kita masih sangat mahal boz..

21 Nov 2008
09:55
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Masalahnya bukan pada metode quick count, tapi pada calon kepala daerah yang belum dewasa dalam menerima kekalahan. metode itu kan netral. manusia yang memberi adjustment.

24 Nov 2008
01:45
#42 Heri TL :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

klo KPU bisa melakukan penghitungan hasil pemilu pada hari pemungutan suara, tidak perlu lagi ada quick count, karena masyarakat sudah mengetahui hasil resmi pemilu pada hari itu juga. dalam era spt ini, untuk tahu hasil pemilu kok harus nunggu berhari-hari bahkan berminggu2….

26 Nov 2008
17:30
#43 munyukmentel :
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Beneran nih, quick count bisa bebas dari rekayasa..? Teknologi kan buatan manusia juga yg pastinya gak bebas dari unsur utak-atik bila diinginkan… :)

9 Jul 2009
11:52
#44 Andy MSE :
menggunakan Firefox 3.5 Firefox 3.5 pada Ubuntu 9.04 Ubuntu 9.04

seharusnya kuik kon itu kembali ke khittah semula yaitu sebagai ramalan, perkiraan, forecast, dlsb… lha sekarang kok malah banyak orang percaya sama kuik kok. KPU sendiri juga ngikuti kuik kon… aneh… aneh… jiann gemblung tenan…

9 Jul 2009
12:43
#45 suwung :
menggunakan Firefox 3.0 Firefox 3.0 pada Windows XP Windows XP

judulnya sama isinya beda jauh wakakakakakaka

9 Jul 2009
20:02
menggunakan Firefox 3.0.11 Firefox 3.0.11 pada Windows XP Windows XP

Wah aku sih malas lihat hasil quick count lebih baik tunggu hasil akhirnya aja lah… bereskan…..
.-= Afrianti Takaful´s last blog ..Contoh Ilustrasi Asuransi Dana Pendidikan (Fulnadi) =-.

9 Jul 2009
22:58
#47 s H a :
menggunakan Opera 9.64 Opera 9.64 pada Windows XP Windows XP

Ngitung suara kaya ngitung biting wae… Ben kaya anak SD. Hehe

10 Jul 2009
13:52
#48 Dodi :
menggunakan Internet Explorer 6.0 Internet Explorer 6.0 pada Windows Server 2003 Windows Server 2003

Bang Ciwir,

tetap saja, meskipun dengan quick real count pun tetap belum mau mengakui kalau kalah. apalagi kalah tipis.

Tetap saja ada yang bisa menjadi konflik di negeri ini.

10 Jul 2009
19:34
#49 rojiunmgl :
menggunakan Firefox 3.0.1 Firefox 3.0.1 pada Windows XP Windows XP

kadang untuk kepentingan salah satu pihak saja..

Maaf, Komentar ditutup!!.

Previous
« Ketep Pass
Next
Masjid Kremlin »
MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.