Beberapa waktu terakhir memang sedang gencar-gencarnya mendorong dan mempromosikan Pulau Komodo menjadi New7Wonders of Nature. Bagi saya jika alasannya adalah demi menyelamatkan komodo, maka saya sungguh tidak sepakat babar blass… Dasar pemikiran saya sih sederhana saja, bahwa dengan dikelolanya Pulau Komodo beserta isinya maka kita justru tidak dapat memanfaatkan dan menikmatinya secara optimal. Candi Borobudur adalah contohnya. Mengapa demikian?
Dengan dikelolanya Candi Borobudur oleh pihak swasta atau diprivatisasi maka kita harus rela membayar mahal untuk menikmatinya. Harga tiket terus melambung dengan dalih perawatan maupun penunjang promosi pasar. Hal ini menjadikan ironi ketika masyarakat sekitar (Magelang) justru banyak yang belum pernah masuk ke Candi Borobudur karena tidak mampu membayar. Selain itu, tidak ada kontra prestasi yang dapat diterimakan pada masyarakat setempat atas tarif tiket tersebut untuk jangka panjang, seperti masuknya sebagian dana tiket untuk pembiayaan pembangunan daerah. (Silakan baca dibalik keajaiban Candi Borobudur)
Seorang kawan saya dari kawasan Bali pada akhir 2009 lalu pernah bilang pada saya bahwa Pura Besakih akan diajukan menjadi 7 Keajaiban Dunia. Para pemuka agama Hindu disanan menolaknya. Sebab dengan dijadikannya Pura tersebut menjadi 7 Keajaiban Dunia maka akan menjadi situs cagar budaya. Padahal kawasan itu adalah tempat ibadah. “Kami menjadi tidak bebas beribadah, dan bagaimana rasanya jika tempat ibadah Anda dimasuki orang hanya untuk melihat-lihat bukan untuk ibadah”, demikian kata kawan saya tersebut. Apa kata kawan saya tersebut sungguh logis.
Dan terkait dengan Pulau Komodo untuk menjadi bagian dari 7 Keajaiban Dunia saya sependapat dengan Mas Andy MSE dalam tulisannya ini. Bahwa sebaiknya dikelola sendiri oleh anak bangsa dari pada harus diberikan pada orang asing. Ketika telah dikuasai oleh kepentingan kapitalisme global maka jangankan untuk dapat melihat Komodo di Pulau Komodo, menggunakan namanya saja bisa-bisa dikenakan royalti. Opo rak modiar cocote…! Jadi jika dan hanya jika ingin Selamatkan Komodo, jangan menjadikannya sebagai bagian dari keajaiban dunia. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh anak bangsa ini dan bahkan lebih baik.
Gambar dari internet dimodifikasi
Firefox 3.5.2 pada
Windows XP
La iki bener kae mas, la ngurus negara aja dah susah apalagi ikut begituan, kan belum mateng ni kita. pengalaman dibidang pariwisata di negara kita aja kalah maju di banding negara yang laen. pemerintah kita aja cuma ngelirik aja denger yang begituan. Mudah2an negara kita bisa menghasilkan profit sedikit lah dari hasil pariwisata.Nice topik bos,,,..
Firefox 3.5.3 pada
Windows 7
btul tuwh!!!!!!!!!!
Maaf, Komentar ditutup!!.
23:51