Sub Terminal Agribisnis
Kategori Lingkungan, Politik, SosialIndonesia adalah negara agraris. Setidaknya ada 51% atau sekitar 26 juta KK adalah petani, demikian data Deptan menyebutkan. Sektor pertanian adalah sektor penyumbang PDRB terbesar ketiga di Indonesia, setelah sektor industri pengolahan dan sektor jasa hotel-restoran. Sektor ini merupakan penopang dan penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Magelang yakni mencapai 30,82% pada tahun 2007.
Meski demikian, keadaan ini belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Sebagian besar petani kita adalah petani gurem yang mendiami kawasan pedesaan dataran rendah dan tinggi. Permasalahan utamanya adalah terkendala pada proses pemasaran.
Pemasaran hasil sebagai faktor penentu keberhasilan sebuah usaha masih menjadi kendala utama bagi petani kita. Posisi petani dalam rantai tata niaga (pemasaran) sangat lemah.
Beberapa sebab yang menjadikan lemahnya posisi petani dalam rantai tata niaga adalah pertama, market share (pangsa pasar) petani relatif terbatas, sehingga petani hanya akan bertindak sebagai penerima harga, bukan penentu harga. Kedua, komoditas yang dihasilkan umumnya cepat rusak, sehingga mengharuskan untuk menjualnya secepat mungkin. Ketiga, lokasi produksi yang relatif terpencil sehingga kesulitan akses transportasi pengangkutan hasil produksi.
Faktor keempat adalah kurangnya informasi harga, kualitas dan kuantitas yang diinginkan oleh konsumen, sehingga membuat petani dengan mudah diperdaya oleh lembaga-lembaga pemasaran yang berhubungan langsung dengan petani. Kelima, kebijakan pemerintah masih jauh dari menguntungkan petani. Kebijakan-kebijakan yang ada lebih menguntungkan mereka-mereka yang terlibat dalam rantai tata niaga ketimbang petani. Dan faktor kelima inilah yang selalu dipandang menjadi biang keladi miskinnya kaum tani.
Melihat hal demikian itu, banyak kalangan yang terus mendesak pemerintah agar membuat kebijakan yang dapat menguntungkan petani. Dan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, pendekatan kebijakan berupa kelembagaan pasar lelang mulai digunakan sebagai sebuah upaya pengembangan produsen (petani), yakni dengan Sub Terminal Agribisnis (STA). Pemasaran yang terjadi di STA diharapkan lebih efisien dibandingkan dengan pemasaran di pasar-pasar biasa. Kegiatan jual beli yang berlangsung di STA terjadi antara penjual produk hortikultura sayuran dataran tinggi dalam hal ini produsen (petani) atau pedagang pengumpul dengan pembeli baik pedagang besar maupun konsumen dengan cara negosiasi (tawar menawar)dengan patokan harga dari petani, sehingga diharapkan petani tidak dirugikan.
Pola pendekatan kebijakan ini memang cukup signifikan bagi pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan petani. Kebutuhan pasar bagi produk-produk pertanian (holtikultura) akan tertampung dan terpasarkan. Lokasi STA yang relatif strategis dan dapat dijangkau dengan mudah bagi penjual (petani) dan pembeli. Dengan sistem pengelolaan yang sederhana dan tanpa campur tangan pihak luar, menjadikan mata rantai birokrasi menjadi efisien.
Selain itu, dengan model STA ini petani selaku penjual dapat membuat margin (patokan) harga terhadap produk mereka. Sehingga, kesejahteraan petani akan lebih meningkat.
Tulisan ini merupakan cuplikan dari tulisan saya di HU Suara Merdeka, 23 April 2009, pada kolom Wacana Lokal







nek dibayar ra masalah…
gajah_pesing’s last blog post..Guna Mulut
[Reply]
mantan kyai’s last blog post..Ke Kebun Binatang Surabaya
[Reply]
ciwir Reply:
April 24th, 2009 at 08:24
[Reply]
mantan kyai Reply:
April 24th, 2009 at 08:25
mantan kyai’s last blog post..Ke Kebun Binatang Surabaya
[Reply]
Banyak kasus, pasar2 kayak bgini mangkrak.
MQ Hidayat’s last blog post..Capeknya Tanpa Aktifitas
[Reply]
mbah sangkil’s last blog post..Kehilangan
[Reply]
[Reply]
[Reply]
Novianto’s last blog post..UNAS, Hari Kartini dan Hari Bumi
[Reply]
Bersawah ladang menanam padi… ( Terus opo ya…? Lali )
Semoga tambah menguntungkan kaum petani….
Semoga menyeluruh ke semua bidang pertanian petani diuntungkan
( petani tembakau hanya jd bulan-bulanan pabrik rokok dan tengkulak..)
Xitalho’s last blog post..Boneka Cantik Dari India
[Reply]
meylya’s last blog post..Hari Bumi Sedunia
[Reply]
namun saat ini banyak kejadian kelaparan dimana-mana
ibarat tikus mati di lumbung padi.
kejadian ini di perparah semakin langka dan mahalnya harga pupuk
yang membuat hasil panen para petani kurang maksimal bahkan banyak juga yang gagal panen.
saat nya pemerintah memperhatikan kesejahteraan “pahlawan perut” ini
nice post dan salam kenal
galuharya’s last blog post..jangan pernah lelah sayang
[Reply]
senoaji’s last blog post..Eman
[Reply]
antaresa’s last blog post..Libur UN = 800 Ribu + Nyedot Ingus + Keilangan Kaos Kesayangan
[Reply]
itempoeti’s last blog post..Black Market
[Reply]
ciwir Reply:
April 24th, 2009 at 11:44
takut dicap komunis, dicap sosialis atau pancasilais.
Laksanakan !
[Reply]
Andy MSE’s last blog post..Tabulasi Pemilu 2009 Akan Selesai Dalam Setengah Tahun
[Reply]
LuXsmaN’s last blog post..Crito SUROBOYO, Mat Pithi
[Reply]
ami’s last blog post..terlarang
[Reply]
Gak bisa kebayang kalo petani mogok… mereka tanam sesutu ttp untuk kebutuhan mereka sendiri.. kasihan orang di kota yg semuanya harus beli..
zefka’s last blog post..Earth Day vs Earth Moving
[Reply]
Pencerah’s last blog post..Dilihat, Diraba , Disayang
[Reply]
s. tuhusetya’s last blog post..Menggapai Makna Kearifan Hidup lewat Sastra
[Reply]
Khairuddin Syach’s last blog post..A True Winner
[Reply]
sudah seharusnya dari kemarin-kemarin pemerintah harus melek, bahwa negeri kita adalah memang negeri agraris, sehingga harus lebih memperhatikan sektor-sektor penting tak terkecuali sektor agraris dan nasib para petani ;)
arifudin’s last blog post..5 W About Search Engine
[Reply]
semoga kesejahteraan petani bisa meningkat.
endar’s last blog post..Selamat Hari Kartini
[Reply]
achmad Sholeh’s last blog post..Antara Penting dan Nggak Penting
[Reply]
[Reply]
wah, selamat dimuat di SM. aku malah suwe bgt ra nulis neng koran. he2.
haris’s last blog post..Panggil Dia Megawati Saja
[Reply]
ikhsan’s last blog post..Award dari katakataku
[Reply]
[Reply]
Mampir ke blog http://www.gujiclub.wordpress.com bang, blog ini saya dedikasikan untuk komunitas petani dan pedesaan yang pernah saya dampingi. Terakhir, saya menawarkan program beralangganan sayur organik bulanan hanya dengan 20rb untuk mendukung petani organik Merbabu.
Aku gak tahu detil tentang STA, tapi di Pasar Ngablak, yang kentara cuma pembangunan fasilitas-nya saja.
Nailil’s last blog post..Komitmen Organik Petani Selongisor
[Reply]
ciwir Reply:
April 27th, 2009 at 12:04
kalau di Ngablak saya belum faham, belum pernh melihat2 kesana.
kapan saya akan sempatkan dolan Ngablak…
[Reply]
kita kuatkan pertanian kita dengan melancarkan distribusi
[Reply]
[...] pasar lelang mulai digunakan sebagai sebuah upaya pengembangan produsen (petani), yakni dengan Sub Terminal Agribisnis (STA). Pemasaran yang terjadi di STA diharapkan lebih efisien dibandingkan dengan pemasaran di [...]
[Reply]
[Reply]
Post a Comment