Bagi kebanyakan orang Jawa, kata ASU sudah sangat familiar. Adalah merupakan nama hewan yang paling populer di Jawa, seringkali digunakan untuk misuhi alias mengumpat orang. Entah sejak kapan dimulai dan siapa yang memulai kata ASU jadi umpatan namun setidaknya sampai sekarang masih populer jadi sebuah kata untuk ‘mengata-ngatai’ orang. Namun kawan-kawan di Magelang, memaknai kata ASU dengan sesuatu yang berbeda. Kata ASU yang dituliskan pada sepasang sandal jepit ini adalah untuk mengingatkan bahwa sandal tersebut adalah hasil jerih payah bersama, makanya dituliskan kata ASU = Aset Swadaya Umat. Sandal jepit seharga 10ribu rupiah yang dibeli dari hasil urunan teman-teman ber-lima itu memang digunakan bersama-sama secara bergantian ketika berada di kantor untuk ke WC ataupun keluar kantor ketika hari sedang hujan. Saya jadi ingat dengan mobil-mobil dan fasilitas pejabat yang dibeli dengan uang rakyat (umat) seharusnya juga dituliskan kata tersebut sebagai pengingat