Adalah rumah bercat putih di kawasan Jajar, Surakarta yang tepatnya di Jalan Apel III No 27 itulah sekretariat barunya Komunitas Bengawan yang dijuluki dengan Rumah Blogger Indonesia. Rumah tersebut sejatinya adalah Kantor Yayasan Talenta Surakarta, yakni sebuah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang bergerak dalam hal pemberdayaan dan advokasi hak-hak masyarakat diffabel. Keberadaan sekretariat tersebut atas kebaikan Kang Sapto Nugroho (Pimpinan Yayasan Talenta Surakarta) yang “rela” berbagi kantornya untuk sekretariat Komunitas Bengawan. Sebab sebagaimana saya kenal Kang Sapto dari dulu yang selalu senang punya banyak teman sehingga tak heran jika ia rela berbagi sekretariat tersebut untuk dijadikan sebuah community center alias tempat nongkrong bersama yang bermanfaat untuk sesama. Launching Rumah Blogger Indonesia dilaksanakan pada 21 Agustus 2010 lalu yang dibarengkan dengan agenda bertajuk Ngabubur-IT kerjasama antara Komunitas Bengawan, PT Pos Indonesia dan ICT
HIK (dibaca seperti pada kata edan) adalah akronim dari Hidangan Istimewa Kampung. Merupakan nama khas yang hanya di temukan di Kota Solo. Di Jogja dikenal dengan nama Angkringan kalau di Magelang disebut dengan Kucingan. Makanan khasnya adalah Sego Kucing, adalah nasi bungkus dengan lauk bandeng plus sambel beserta aneka macam makanan ringan. Larah-larahe alias asal muasal istilah HIK adalah begini; dulu (era tahun 90-an), sewaktu saya masih SD, saya sering melihat orang menjajakan dagangan berupa gorengan dan aneka jajan pasar dengan dipikul. Sambil berkeliling kampung dan meneriakkan hiiikkkk…. hiiikkkk. Maka akhirnya orang menamainya dengan bakul hik. Saat ini para penjual tersebut banyak yang beralih dengan menggunakan gerobak plus kursi panjang (bangku) dan terkadang melengkapi diri dengan membawa tikar untuk pembeli yang ingin duduk lesehan. Saat ini sudah sangat jarang di temukan penjual hik dengan pikulan tersebut. Namun sebaliknya ratusan pedangan hik dengan
Kata Solo sudah akrab di telinga kita. Solo merupakan salah satu kota besar di Jawa Tengah juga Indonesia, terletak di jalur strategis transportasi darat yang menghubungkan Propinsi Jawa Timur dengan DIY. Dikenal sebagai kota Bengawan, bukan karena ada komunitas Bengawan, namun karena berada di tepian sungai. Bengawan dalam bahasa Jawa bermakna sungai. Juga dikenal sebagai Kota Budaya karena terdapat peninggalan budaya nusantara, selain keraton yang sampai sekarang masih berfungsi juga banyak peninggalan sastra budaya serta aneka seni budaya ada di sana. Dikenal pula sebagai Kota Batik, sebab batik mengakar dan membudaya di kota ini. Mulai dari proses hulu hingga hilir, mulai dari kain hingga kayu juga dibatik. Solo dikenal pula sebagai Kota Plesiran, sebab suasana malam kota ini syarat dengan plesiran terutama bagi mereka yang suka keplek ilat alias menyukai wisata kuliner. Dan Solo juga dikenal sebagai Kota Pergerakan, karena selain banyak diantara tokoh-tokoh pergerakan nasional