29 Sep 2010

Berperahu untuk menyeberangi sungai masih banyak ditemui di daerah Bojonegoro. Warga menggunakan jasa penyeberangan perahu ini karena tidak ada jembatan yang menghubungkan desa mereka untuk beraktivitas sehari-hari seperti ke pasar maupun ke sekolah. Kawasan yang saya ketahui sampai saat ini masih harus berperahu saat menyeberang sungai Bengawan Solo adalah di kawasan Ledok, Kec. Bojonegoro Kota (dekat rumah Mbah Ngah yang jadi langganan pijatnya Rama) dan di daerah Banjarsari, Kec. Trucuk. Warga di kedua kawasan tersebut setiap harinya memanfaatkan perahu untuk mengantarnya menuju ke tempatnya beraktivitas. Untuk membangun jembatan yang menghubungkan kawasan-kawasan yang terbelah Sungai Bengawan Solo tersebut memang dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Dalam pandangan awam saya, pemerintah sepertinya tidak mau ambil resiko mengeluarkan dana karena dirasa secara ekonomi kurang bahkan tidak menguntungkan. Jangankan untuk mengarah pada hal yang dianggap sepele secara ekonomi, untuk

1 Jun 2010

Di sebuah perkampungan di tepi Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro tinggal seorang perempuan yang sudah berusia lebih dari 60 tahun. Meski telah berkepala 6 namun masih energik dan trengginas. Beliau adalah seorang Dukun Beranak sekaligus Dukun Pijet yang mumpuni dan berpengalaman. Betapa tidak, perempuan yang akrab disapa Mbah Ngah ini telah puluhan tahun membuka praktek di rumahnya tersebut. Pasien beliau bukan cuman warga Bojonegoro, namun banyak yang datang dari Cepu maupun perbatasan Lamongan. Banyak warga Bojonegoro yang tinggal di luar kota ketika pulang selalu menyempatkan untuk mijetne anaknya sehabis menempuh perjalanan. Kadang-kadang sampai antri panjang, lebih-lebih sewaktu menjelang dan saat Lebaran sudah dapat dipastikan antrean sangat banyak. Mbah Ngah sudah menjadi langganan anak saya, Rama Maheswara Az-Zahirul Haq, ketika rada rewel karena kecapekan maka langsung saja dibawa ke sana. Bahkan ketika masih dalam

28 Apr 2010

Dalam perjalanan saya dari Blora dan Bojonegoro kemarin saya menemukan sebuah hal baru yang menurut saya menarik, meski saya sudah sering wira-wiri ke Bojonegoro karena mamanya Rama asli sana, namun baru kemarin saya bertemu dan menemukan hal tersebut. Yakni wedang sere di warung organik dengan pemilik yang nyentrik dan unik. Adalah warung Hatmi yang ada dibilangan Jalan Basuki Rachmad Bojonegoro tersebut menyediakan menu khas berupa wedang sere dan makanan dari hasil pertanian organik. Rasanya mantab jaya. Wedang sere yang diramu dari sere ditambah rempah-rempah yang digodok dan disajikan panas-panas tersebut memang maknyuss untuk dinikmati di malam yang dingin sehabis hujan. Ditambah dengan hidangan berbahan sayuran dan beras organik hasil panen sendiri, menambah nikmatnya santap malam setelah menempuh perjalanan selama hampir 1,5 jam dari Blora dengan melalui jalanan yang berliku dan berlubang diiringi hujan pula. Bisa jadi langganan sewaktu pulang ke Bojonegoro selain wedang

 Page 1 of 2  1  2 »
MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.