9 Jul 2010

Candi Borobudur memang sudah kondang kaloka sak nuswantoro lan monconagoro. Sebuah candi yang berdiri di kawasan yang sekarang ini masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Borobudur Kab Magelang Jawa Tengah, adalah sebuah bangunan suci agama Budha yang dibangun pada masa Mataram Kuno dibawah pemerintahan Dinasti Syailendra. Berdasarkan tulisan yang terdapat pada “kaki” tertutup dari Candi Borobudur yang berbentuk huruf Jawa kuno yang berasal dari huruf pallawa, diperkirakan tahun berdirinya candi tersebut pada tahun 850 Masehi. Namun ternyata dibalik Keajaiban dan kemegahan Candi Borobudur ada beberapa hal yang menurut saya cukup tragis bagi wong Magelang. Dan selama ini mungkin hal-hal tersebut sudah banyak diketahui khalayak umum secara luas, atau mungkin juga belum banyak yang tahu. Hal-hal tersebut antara lain adalah : (1) Banyak wong Magelang yang belum pernah masuk ke kawasan Candi Borobudur tersebut. Dari beberapa kali ngobrol-ngobrol, kebanyakan mereka menyebutkan

4 Jul 2010

Magelang, setiap orang pasti tahu atau setidaknya pernah dengar kata tersebut. Adalah sebuah nama kawasan/daerah di dalam wilayah adminstratif Propinsi Jawa Tengah. Nama Magelang, sebagaimana Prasasti Poh, Prasasti GIlikan dan Prasasti Mantyasih yang ditulis diatas lempengan tembaga, pada zaman Mataram Kuno era Wangsa Sanjaya atau Mataram Hindu saat pemerintahan Raja Rakai Watukura Dyah Balitung (898-910 M), berasal dari kata Glang-glang. Keberadaan UU No 17/1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Kecil dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat dimana sebelumnya Kota Magelang adalah Ibukota Kabupaten Magelang (sesuai UU 22/1948 tentang Pokok Pemerintahan Daerah) menjadi berdiri sendiri secara otonom menjadi Kota Kecil. Sehingga sejak saat itu, Wilayah Magelang terdiri atas Kota Magelang dan Kabupaten Magelang. Maka jadilah Magelang 1 Nama, 2 Wilayah Administratif. Ini berbeda dengan Solo yang 1 Kota, 2 Nama. Tulisan saya kali ini tidak akan membahas lagi

14 Jun 2009

Abad 8 hingga 10 Masehi, ada sebuah peradaban di tlatah Jawa Tengah. Kerajaan Mataram Kuno, demikian orang menyebutnya sebagai pembeda dengan Mataram Islam (yang dianggap modern). Mataram Kuno merupakan peradaban yang bercorak Hindu dan Budha. Ada Mataram Hindhu dan Mataram Budha. Keduanya hidup berdampingan dengan damai. Mataram Hindu (Wangsa Sanjaya) dan Mataram Budha (Wangsa Syailendra), masing-masing memiliki pengikut dan peradaban. Keduanya, baik Wangsa Sanjaya maupun Wangsa Syailendra hidup berdampingan dengan damai dan penuh toleransi, sama-sama meninggalkan jejak peradaban berupa candi-candi yang tersebar diseantero Jawa Tengah (khususnya tlatah Klaten dan bhumi Magelang) dan Jogja. Wangsa Syailendra meninggalkan Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Ngawen serta candi-candi kecil yang banyak tersebar di bhumi Magelang. Sedangkan candi yang dibangun oleh Wangsa Sanjaya antara lain : Kompleks Gunung Dieng, Candi Kalasan, Candi Prambanan, Candi Rorojongrang, Candi

 Page 1 of 2  1  2 »
MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.