Siapa-pun sejak kecil kita di sekolah atau di rumah selalu diajarkan untuk menabung atau nyelengi. Bahkan di sekolah ada anjuran untuk menabung di sekolah, biasanya dulu setiap senin selalu “setor” uang ora ketang satus rongatus rupiah. Di rumah juga diajarkan untuk menabung. Sama pak’e-mbok’e dibelikan celengan jago di sekatenan. Sisa uang saku dimasukin ke celengan tersebut. Sampai sekarang, saya masih sering ngelumpukne uang recehan sisa jajan didalam umplung dari botol bekas. Lumayan, jika pas nggak punya uang tinggal ambil. Secara kemanfaatan nabung alias nyelengi memang besar manfaatnya. Saya nggak akan membahas manfaatnya itu, sebab semua pasti sudah sangat lebih tahu manfaatnya daripada saya. Yang bikin saya penasaran adalah kata “nyelengi” ini kata dasarnya apa ya? “Celeng” kah? Dan jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah “menabung”. Lha berarti, bahasa Indonesianya “celeng” itu adalah