3 Oct 2009

Akhir-akhir ini di tlatah Ngayogjakarta Hadiningrat ada hal baru pada beberapa titik perempatan jalannya. Selain lampu-lampu bangjo-nya yang baru dan menggunakan tenaga surya alias solar cell, juga dengan beberapa kelompok pengamennya. Tak seperti biasa, bahwa pengamen hanya bermodalkan gitar kemudian hanya jreng-jreng tanpa menyanyi atau pakai kencringan berbahan tutup botol softdrink. Kini suasana perempatan di Jogja dimeriahkan dengan kehadiran kelompok pengamen yang bisa dikatakan lebih kreatif dan inovatif. Dengan berdandan busana adat Jawa lengkap ala kerajaan model Jawa Timuran kelompok ini menarikan beberapa tarian bagian dari tarian Jaran Edan dengan diiringi alat musik sederhana berupa kempul dan kenong saja. Mereka biasanya berkelompok lebih dari seorang. Satu orang mengiringi dengan alat musik, sedang yang lain menari. Durasi tarian biasanya tak lebih dari 20 detik, sisanya untuk keliling meminta saweran dari pengguna jalan yang sedang berhenti di perempatan jalan

MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.