2 Sep 2009

Banyak cerita dan kisah ketika kita menggunakan angkutan massal baik bus maupun sepoor alias kereta api bahkan kapal laut dengan memilih kelas ekonomi. Mulai dari penuh sesaknya penumpang yang melebihi kapasitas tempat duduk sehingga banyak yang berdiri dan duduk di bawah. Toilet yang tidak berair dan bau pesing. Panas dan sumuk karena penuh sesak orang berjubel dan barang. Angkutan orang dicampur dengan barang bahkan hewan juga masuk jadi satu. Masih ditambah para asongan dan pengamen plus pengemis berseliweran. Itulah resikonya naik kendaraan bumel, kalau orang Solo bilang. Bumel adalah singkatan dari Buruk tur Memelas. Sudah kendaraannya dalam kondisi buruk, masih ditambah kondisi yang demikian sehingga jadi memelas (kasihan) melihatnya. Seperti wajah-wajah dalam foto ini. Bahwa karena uang mepet alias pas-pasan maka orang memilih kelas ini. Akan tetapi, didalam angkutan ini banyak para penjaja asongan dan bahkan pengamen serta peminta-minta bertebaran. Menurut saya kok aneh

MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.