Pada tahun 2009 lalu, dua kali saya mengunjungi Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Pertama di bulan Februari 2009 dalam rangka refresing bersama kawan-kawan kantor, dan yang kedua pada bulan Juli 2009 dalam rangka mengikuti agenda Wisata Blogger 2009 yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Wonosobo guna memeriahkan Hari Jadi Wonosobo dan Launching Komunitas Blogger Wonosobo. Dari dua kali kunjungan saya tersebut selain menyisakan kenangan yang menyenangkan akan keindahan alam bhumi Dieng serta keajaiban-keajaiban peninggalan sejarah bangsa ini, ada hal yang cukup menggelitik pikiran saya dan memang seharusnya menjadi catatan bersama. Ternyata Dieng telah mengalami kerusakan lingkungan yang kompleks, yakni mulai dari tanah longsor (erosi), ancaman kekurangan air bersih dan kekeringan pada suatu saat, kerusakan tanah karena menipisnya unsur hara serta permasalahan sampah. Pertama, bahwa Dieng adalah dataran tinggi (ketinggiannya adalah 2.093 M, dan merupakan dataran paling tinggi