Sebenarnya perubahan iklim lebih disebabkan oleh apa yang disebut dengan Gas Rumah Kaca sebagai akibat dari Efek Rumah Kaca yang terjadi karena kerusakan Atmosfer. Atmosfer yang seharusnya dapat menahan dan melindungi kehidupan bumi dari serangan radiasi sinar matahari dan meredam perbedaan suhu secara ekstrem pada siang dan malam, mengalami kerusakan atau perubahan gas-gas penyusunnya maupun mengalami penipisan gas-gasnya. Atmosfer adalah gas yang menyelubungi bumi dari “ancaman” benda-benda atau zat atau apapun dari luar bumi (angkasa). Gas penyusun Atmosfer terdiri dari Nitrogen (78%); Oksigen (21%); Argon (1%); Ozon (0.01%); Karbondioksida (0.1%) dan Uap Air (0-7%). Lapisan Atmosfer terdiri atas Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, Eksosfer. Pancaran sinar matahari yang sampai ke bumi setelah sebagian diserap, sebagian lagi harusnya dapat dipantulkan kembali, sehingga akan menimbulkan akumulasi gas radiasi matahari sehingga akan berakibat pada apa yang
Dalam beraktivitas, salah satu yang dibutuhkan manusia adalah kertas. Kertas dibutuhkan untuk menulis, menggambar, ngeprint dan lain-lain. Dari waktu ke waktu permintaan kebutuhan akan kertas semakin meningkat seiring makin bertambahnya jumlah penduduk dan beragamnya aktivitas manusia. Bahwa sampai saat ini kebutuhan akan kertas dipasok oleh pabrik-pabrik kertas yang tersebar seantero jagad dengan mengandalkan bahan baku dari pulp yang dibuat dari kayu cemara maupun kayu pinnus. Proses pembuatan pulp dan perubahan pulp menjadi kertas memerlukan berbagai proses kimiawi dan mekanik, antara lain proses sulfit (dengan pemberian H2SO4, Na2SO4) dan proses alkali (penambahan NaOH maupun Na2S)) yang kesemuanya dalam rangka mencerna kayu sehingga menjadi pulp. Selain itu juga ada proses pemutihan (kelantang) dengan menggunakan klorin. Proses tersebut adalah sarat dengan efek kerusakan lingkungan hidup (penebangan hutan) dan bahan kimia serta pasti menghasilkan senyawa limbah yang bersifat
Pada tahun 2009 lalu, dua kali saya mengunjungi Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Pertama di bulan Februari 2009 dalam rangka refresing bersama kawan-kawan kantor, dan yang kedua pada bulan Juli 2009 dalam rangka mengikuti agenda Wisata Blogger 2009 yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Wonosobo guna memeriahkan Hari Jadi Wonosobo dan Launching Komunitas Blogger Wonosobo. Dari dua kali kunjungan saya tersebut selain menyisakan kenangan yang menyenangkan akan keindahan alam bhumi Dieng serta keajaiban-keajaiban peninggalan sejarah bangsa ini, ada hal yang cukup menggelitik pikiran saya dan memang seharusnya menjadi catatan bersama. Ternyata Dieng telah mengalami kerusakan lingkungan yang kompleks, yakni mulai dari tanah longsor (erosi), ancaman kekurangan air bersih dan kekeringan pada suatu saat, kerusakan tanah karena menipisnya unsur hara serta permasalahan sampah. Pertama, bahwa Dieng adalah dataran tinggi (ketinggiannya adalah 2.093 M, dan merupakan dataran paling tinggi