Beberapa waktu lalu, sebelum ditutup dengan meledaknya bom di JW Mariott dan Ritz Carlton Jakarta, pemberitaan media massa menyorot tentang memanasnya hubungan KPK dan POLRI. “Cicak” melawan “Buaya”, demikian sorotan media massa tentang panasnya hubungan tersebut. Cicak yang hanya sebesar ibu jari mau melawan buaya yang sebesar bus. Cicak yang pemakan serangga kecil akan melawan buaya yang pemakan ayam bahkan kambing. Entah apa maksudnya ungkapan tersebut, dan siapa yang cicak dan siapa yang buaya, yang jelas ini telah mengundang reaksi keras kedua belah pihak (KPK dan POLRI) dan semakin men-disharmoni hubungan. Bahkan Presiden merasa harus turun tangan guna mendamaikan keduanya. Susno Duaji (Kabareskrim Polri) membantah menyebut KPK sebagai cicak yang dia analogikan tersebut. Namun inilah yang memicu retaknya hubungan tersebut. Ketika kasus tewasnya Nazrudin Zulkarnain yang melibatkan Antasari Azhar, sudah ada sinyal-sinyal tentang mulai tidak harmonisnya