Dimanapun kota-kota di Indonesia, tata kotanya selalu memilki alun-alun dengan masjid agung di sebelah baratnya, tak terkecuali Kota Magelang, sebuah kota yang telah berusia 1104 tahun. Tata kota demikian adalah model tata kota praja yang diadopsi dari tata kota praja Kerajaan Demak, bahwa alun-alun adalah perlambang pusat cakrawala dunia. Sebagaimana pakem arsitektur tata kota praja yang diadopsi dari jaman Demak, bahwa Masjid Agung selalu berada di sebelah barat. Demikian pula dengan Masjid Agung Magelang, terletak di sebelah barat Alun-alun Kota. Masjid ini dibangun pada tahun 1894 atas prakarsa Sajid Alwi bin Achmad Danuningrat, Bupati Magelang I, dan dinamai dengan Masjid Jami’ Magelang. Masjid Agung Magelang beberapa kali dilakukan pemugaran, diantaranya adalah pada tahun 1932 dilakukan penambahan bangunan serambi kanan kiri dan bagian depan. Kemudian pada tahun 1980/1981 dilakukan perluasan serambi Sebagaimana pakem masjid agung jaman kerajaan Demak, Masjid Agung