PEMILU

Pemilu 2009 segera datang. Genderang perang telah ditabuh. Koordinasi dijalankan pada semua lini. Semua dilakukan demi meraih kekuasaan. Para elit partai mulai mengatur strategi, demikian halnya dengan para calegnya mulai mengatur agenda pengaosan. Sementara KPU masih puyeng dengan segala persiapannya, baik masalah logistik maupun aturan main. Percetakan dan penjual pring panen rejeki. Broker-broker telah gentayangan dodolan abab. Mahasiswa mulai bersiap-siap ndaftar jadi tim pemantau

Tidak Memilih itu Pilihan

Hidup adalah memilih. Memilih sesuai dengan hati nurani. Memilih atau tidak memilih adalah pilihan. Demikian pula ketika “resepsi” Pemilu dilangsungkan. Memilih atau tidak memilih adalah pilihan hati nurani setiap orang.  Seseorang menentukan pilihan itu selalu punya alasan masing-masing. Yang memilih punya alasan, yang tidak memilih juga punya argumen. Termasuk saya, tidak memilih adalah pilihan karena takut ikut berdosa jika ternyata yang saya pilih berbuat nggak bener. Lalu

Quick Count

Sejak tahun 2004, quick count atau penghitungan cepat untuk proses Pemilu mulai dikenal di Indonesia. Karena sangat menarik dan cepat dalam menghasilkan data-informasi kepada publik tentang siapa yang memenangkan sebuah pemilihan maka quick count menjadi sesuatu yang laris manis di era Pilkada langsung. Quick count, filosifi awalnya adalah sebagai sebuah proses pengawasan atau pemantauan, yang awalnya dilakukan oleh sekumpulan pengusaha di Filipina, namun seiring dengan berjalannya waktu

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline