5 Nov 2009

Di kota-kota besar kemacetan dan keruwetan lalu lintas sudah menjadi pandangan yang lazim mana-mana. Bagi sebagian orang ini merupakan hambatan dalam meraih rejeki. Namun bagi sebagian yang lain ini adalah lahan rejeki, dengan menjadi pengatur lalu lintas guna mendapatkan sedikit rejeki dari pengguna jalan. Dan di beberapa kota para ‘pak ogah’ ini mulai ditertibkan. Ada yang dilarang beroperasi, tapi ada pula yang dibina dan dijadikan sukarelawan pengatur lalu lintas alias SUPELTAS. Sewaktu tempo hari pulang ke Solo, saya melihat banyak ‘pak ogah’ yang sudah berseragam berupa rompi hijau menyala dengan tulisan SUPELTAS. Iseng-iseng saya mendatangi salah satunya yang di perempatan Baron (persimpangan Jalan Bhayangkara dan Dr Radjiman). Ngobrol-ngobrol sebentar dengan mereka menjadikan saya tahu bahwa dulunya ia memang seorang ‘polisi cepek’, namun beberapa waktu lalu para ‘polisi cepek’ ini oleh Kepolisian Kota Solo dibina. Dikasih

MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.