1 Sep 2010

Jam 14 siang tadi ketika baru sampai di kantor setelah menyelesaikan tugas ke Jogjakarta, sewaktu duduk santai sembari melepas lelah, tiba-tiba salah seorang kawan bilang : “enak yo nek wulan Pasa ngene kiye. Akeh wong kang entuk rejeki lan berkah”. (enak ya kalau bulan Puasa begini. Banyak orang mendapatkan berkah dan rejeki). Tak jawab, “Kok bisa???” Lalu dia mulai bercerita. Menurutnya kemarin ada orang datang ke kantor sambil membawa lembaran kertas. Kemudian orang tersebut menyampaikan maksudnya untuk meminta shadaqah. Namun bukan sekedar meminta, orang tersebut menyodorkan lembaran kertas yang dibawanya kepada kawan saya itu sambil bilang “ini ada selembar kertas doa mas, siapa tahu sampeyan membutuhkan. Untuk infaqnya seikhlasnya saja mas”. Saya jadi tertarik mendengar cerita tersebut dan segera meminta kertas doa yang diberikan tersebut. Ternyata isinya bertuliskan  doa barokah. Bagi saya ini adalah hal baru ada orang minta shadaqah

12 Aug 2010

Setiap memasuki bulan Ramadhan, waktu kecil saya dulu (saat sekolah SD dan SMP), selalu nyumet long bumbung (meriam dari bambu). Meskipun permainan ini tergolong cukup membahayakan karena menggunakan api, namun permainan ini cukup menyenangkan sambil menunggu waktu buka puasa atau pun untuk memeriahkan malam sehabis tarawih. Cara membuat Long bumbung cukup mudah. Bahan baku utamanya adalah bambu dengan panjang sekitar 2 meter dan diameter yang cukup besar (sekitaran 15cm). Setelah itu, pada setiap ros-rosan bambu tersebut harus dilubangi, kecuali ros-rosan terakhir dibiarkan saja sebab untuk menempatkan minyak tanah dan hanya diberi sedikit lubang pada bagian atasnya untuk menyalakan meriam tersebut. Jika semua sudah selesai dipersiapkan maka long bumbung sudah siap dinyalakan. Dulu saya dan teman-teman menyalakan long bumbung dengan cara berjajar di tepian sungai. yang tak jauh dari aliran Umbul Cokro, Klaten. Dan selalu dibagi 2 (dua) kelompok yang posisinya saling

10 Aug 2010

Bagi wong Jawa, Tradisi Nyadran atau Sadranan adalah sebuah agenda tahunan yang selalu dilakukan setiap menjelang bulan Ramadhan. Yakni pada akhir bulan Sya’ban atau Ruwah.Ini merupakan budaya asli Jawa yang sudah berlangsung lama. Ketika para Wali Songo menyebarkan agama Islam mengakulturasikan budaya (ritual) yang berbau animisme dengan nuansa Islami. Tradisi nyadran merupakan simbol adanya hubungan dengan para leluhur, sesama manusia, dan Yang Mahakuasa atas segalanya. Nyadran merupakan sebuah pola ritual yang mencampurkan budaya lokal dan nilai-nilai Islam, sehingga sangat tampak adanya lokalitas yang masih kental islami. Sewaktu saya kecil dulu, saat masih tinggal bersama nenek saya di tlatah Klaten, nyadran selalu dilakukan di makam leluhur dan pepunden setelah sebelumnya bersama-sama membersihkan makam dan menaburkan bunga atau nyekar. Ketika saya berpindah ke kutha Solo, tradisi nyadran yang saya alami dan lihat adalah tidak dilakukan di makam melainkan dilakukan di

 Page 1 of 2  1  2 »
MixBloo designed by Bad Credit Loan Center In conjunction with Free Games , Geboortekaartjes , Printer Reviews.