<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kaum biasa &#187; Solo</title>
	<atom:link href="http://kaumbiasa.com/tag/solo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kaumbiasa.com</link>
	<description>tansah migunani marang wong liya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 08:00:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Bis Tingkat di Kota Solo</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/bis-tingkat-di-kota-solo.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/bis-tingkat-di-kota-solo.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 05:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[bis tingkat]]></category>
		<category><![CDATA[Bis Tingkat di Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=2114</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bis tingkat mulai digunakan pertama kali pada tahun 1983 atas inisiatif ibu Tien Soeharto. Pada tahun 1987 jumlah bis tingkat yang beroperasi di Kota Solo sebanyak 30 buah. Sewaktu saya masih mengenyam pendidikan di bangku SMP dulu (sekitar   pertengahan dekade 90-an), jika bepergian ke arah kota Solo saya sering  menggunakan moda transportasi berupa bis tingkat. Waktu itu tarifnya jauh-dekat 150 rupiah dan setahun kemudian naik menjadi 300 rupiah dan hingga menjelang kepunahannya tarifnya 1000 rupiah.
Bis tingkat ini dikelola oleh Damri. Selain Solo, beberapa kota besar  lain yakni Jakarta, Surabaya dan Makassar pernah pula mengoperasikan  armada angkutan darat ini. Moda transportasi ini memiliki keuntungan, yakni menghemat space jalan. Dengan jumlah penumpang yang dimuat oleh satu armada bis tingkat adalah lebih banyak dua kali lipat daripada armada bis biasa, atau kapasistas penumpang sekitar 105 orang penumpang duduk. Sebuah transportasi massal yang murah serta lebih ramah</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bis tingkat mulai digunakan pertama kali pada tahun 1983 atas inisiatif ibu Tien Soeharto. Pada tahun 1987 jumlah bis tingkat yang beroperasi di Kota Solo sebanyak 30 buah. Sewaktu saya masih mengenyam pendidikan di bangku SMP dulu (sekitar   pertengahan dekade 90-an), jika bepergian ke arah kota Solo saya sering  menggunakan moda transportasi berupa bis tingkat. Waktu itu tarifnya jauh-dekat 150 rupiah dan setahun kemudian naik menjadi 300 rupiah dan hingga menjelang kepunahannya tarifnya 1000 rupiah.
Bis tingkat ini dikelola oleh Damri. Selain Solo, beberapa kota besar  lain yakni Jakarta, Surabaya dan Makassar pernah pula mengoperasikan  armada angkutan darat ini. Moda transportasi ini memiliki keuntungan, yakni menghemat space jalan. Dengan jumlah penumpang yang dimuat oleh satu armada bis tingkat adalah lebih banyak dua kali lipat daripada armada bis biasa, atau kapasistas penumpang sekitar 105 orang penumpang duduk. Sebuah transportasi massal yang murah serta lebih ramah</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/bis-tingkat-di-kota-solo.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Blogger Indonesia</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/rumah-blogger-indonesia.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/rumah-blogger-indonesia.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 21:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fren]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[Joglo Abang]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Blogger Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Talenta Surakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1963</guid>
		<description><![CDATA[<p>Adalah rumah bercat putih di kawasan Jajar, Surakarta yang tepatnya di Jalan Apel III No 27 itulah sekretariat barunya Komunitas Bengawan yang dijuluki dengan Rumah Blogger Indonesia. Rumah tersebut sejatinya adalah Kantor Yayasan Talenta Surakarta, yakni sebuah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang bergerak dalam hal pemberdayaan dan advokasi hak-hak masyarakat diffabel.
Keberadaan sekretariat tersebut atas kebaikan Kang Sapto Nugroho (Pimpinan Yayasan Talenta Surakarta) yang &#8220;rela&#8221; berbagi kantornya untuk sekretariat Komunitas Bengawan. Sebab sebagaimana saya kenal Kang Sapto dari dulu yang selalu senang punya banyak teman sehingga tak heran jika ia rela berbagi sekretariat tersebut untuk dijadikan sebuah community center alias tempat nongkrong bersama yang bermanfaat untuk sesama. Launching Rumah Blogger Indonesia dilaksanakan pada 21 Agustus 2010 lalu yang dibarengkan dengan agenda bertajuk Ngabubur-IT kerjasama antara Komunitas Bengawan, PT Pos Indonesia dan ICT</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adalah rumah bercat putih di kawasan Jajar, Surakarta yang tepatnya di Jalan Apel III No 27 itulah sekretariat barunya Komunitas Bengawan yang dijuluki dengan Rumah Blogger Indonesia. Rumah tersebut sejatinya adalah Kantor Yayasan Talenta Surakarta, yakni sebuah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang bergerak dalam hal pemberdayaan dan advokasi hak-hak masyarakat diffabel.
Keberadaan sekretariat tersebut atas kebaikan Kang Sapto Nugroho (Pimpinan Yayasan Talenta Surakarta) yang &#8220;rela&#8221; berbagi kantornya untuk sekretariat Komunitas Bengawan. Sebab sebagaimana saya kenal Kang Sapto dari dulu yang selalu senang punya banyak teman sehingga tak heran jika ia rela berbagi sekretariat tersebut untuk dijadikan sebuah community center alias tempat nongkrong bersama yang bermanfaat untuk sesama. Launching Rumah Blogger Indonesia dilaksanakan pada 21 Agustus 2010 lalu yang dibarengkan dengan agenda bertajuk Ngabubur-IT kerjasama antara Komunitas Bengawan, PT Pos Indonesia dan ICT</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/rumah-blogger-indonesia.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tempat nongkrong yang demokratis itu&#8230;</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/hik-solo.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/hik-solo.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 06:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Angkringan]]></category>
		<category><![CDATA[Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[HIK]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Online Lan Offline]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Teh Kampul]]></category>
		<category><![CDATA[Wedangan Solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1713</guid>
		<description><![CDATA[<p>HIK (dibaca seperti pada kata edan) adalah akronim dari Hidangan Istimewa Kampung. Merupakan nama khas yang hanya di temukan di Kota Solo. Di Jogja dikenal dengan nama Angkringan kalau di Magelang disebut dengan Kucingan. Makanan khasnya adalah Sego Kucing, adalah nasi bungkus dengan lauk bandeng plus sambel beserta aneka macam makanan ringan.

Larah-larahe alias asal muasal istilah HIK adalah begini; dulu (era tahun 90-an), sewaktu saya masih SD, saya sering melihat orang menjajakan dagangan berupa gorengan dan aneka jajan pasar dengan dipikul. Sambil berkeliling kampung dan meneriakkan hiiikkkk&#8230;. hiiikkkk. Maka akhirnya orang menamainya dengan bakul hik. Saat ini para penjual tersebut banyak yang beralih dengan menggunakan gerobak plus kursi panjang (bangku) dan terkadang melengkapi diri dengan membawa tikar untuk pembeli yang ingin duduk lesehan.

Saat ini sudah sangat jarang di temukan penjual hik dengan pikulan tersebut. Namun sebaliknya ratusan pedangan hik dengan</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>HIK (dibaca seperti pada kata edan) adalah akronim dari Hidangan Istimewa Kampung. Merupakan nama khas yang hanya di temukan di Kota Solo. Di Jogja dikenal dengan nama Angkringan kalau di Magelang disebut dengan Kucingan. Makanan khasnya adalah Sego Kucing, adalah nasi bungkus dengan lauk bandeng plus sambel beserta aneka macam makanan ringan.

Larah-larahe alias asal muasal istilah HIK adalah begini; dulu (era tahun 90-an), sewaktu saya masih SD, saya sering melihat orang menjajakan dagangan berupa gorengan dan aneka jajan pasar dengan dipikul. Sambil berkeliling kampung dan meneriakkan hiiikkkk&#8230;. hiiikkkk. Maka akhirnya orang menamainya dengan bakul hik. Saat ini para penjual tersebut banyak yang beralih dengan menggunakan gerobak plus kursi panjang (bangku) dan terkadang melengkapi diri dengan membawa tikar untuk pembeli yang ingin duduk lesehan.

Saat ini sudah sangat jarang di temukan penjual hik dengan pikulan tersebut. Namun sebaliknya ratusan pedangan hik dengan</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/hik-solo.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SOLO : Kota Dengan Dua Nama</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/solo-kota-dengan-dua-nama.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/solo-kota-dengan-dua-nama.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 09:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1698</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kata Solo sudah akrab di telinga kita. Solo merupakan salah satu kota besar di Jawa Tengah juga Indonesia, terletak di jalur strategis transportasi darat yang menghubungkan Propinsi Jawa Timur dengan DIY. Dikenal sebagai kota Bengawan, bukan karena ada komunitas Bengawan, namun karena berada di tepian sungai. Bengawan dalam bahasa Jawa bermakna sungai. Juga dikenal sebagai Kota Budaya karena terdapat peninggalan budaya nusantara, selain keraton yang sampai sekarang masih berfungsi juga banyak peninggalan sastra budaya serta aneka seni budaya ada di sana.
Dikenal pula sebagai Kota Batik, sebab batik mengakar dan membudaya di kota ini. Mulai dari proses hulu hingga hilir, mulai dari kain hingga kayu juga dibatik. Solo dikenal pula sebagai Kota Plesiran, sebab suasana malam kota ini syarat dengan plesiran terutama bagi mereka yang suka keplek ilat alias menyukai wisata kuliner. Dan Solo juga dikenal sebagai Kota Pergerakan, karena selain banyak diantara tokoh-tokoh pergerakan nasional</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata Solo sudah akrab di telinga kita. Solo merupakan salah satu kota besar di Jawa Tengah juga Indonesia, terletak di jalur strategis transportasi darat yang menghubungkan Propinsi Jawa Timur dengan DIY. Dikenal sebagai kota Bengawan, bukan karena ada komunitas Bengawan, namun karena berada di tepian sungai. Bengawan dalam bahasa Jawa bermakna sungai. Juga dikenal sebagai Kota Budaya karena terdapat peninggalan budaya nusantara, selain keraton yang sampai sekarang masih berfungsi juga banyak peninggalan sastra budaya serta aneka seni budaya ada di sana.
Dikenal pula sebagai Kota Batik, sebab batik mengakar dan membudaya di kota ini. Mulai dari proses hulu hingga hilir, mulai dari kain hingga kayu juga dibatik. Solo dikenal pula sebagai Kota Plesiran, sebab suasana malam kota ini syarat dengan plesiran terutama bagi mereka yang suka keplek ilat alias menyukai wisata kuliner. Dan Solo juga dikenal sebagai Kota Pergerakan, karena selain banyak diantara tokoh-tokoh pergerakan nasional</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/solo-kota-dengan-dua-nama.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SOLO SOCIALIST</title>
		<link>http://kaumbiasa.com/solo-socialist.php</link>
		<comments>http://kaumbiasa.com/solo-socialist.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 04:57:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-Warni]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Offline Lan Online]]></category>
		<category><![CDATA[Socialist]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaumbiasa.com/?p=1688</guid>
		<description><![CDATA[<p>Gambar tanda tanya (?) dengan tulisan SOCIALIST dan dibawahnya bertebaran logo berbagai macam jejaring sosial seperti Plurk, Twitter, Facebook, Blogger, Wordpress DLL pada sebuah kaos yang dikenakan oleh kawan Mursid saat acara Sharing Offline Lan Online (SOLO) yang dihelat oleh Komunitas Blogger Bengawan, menarik perhatian saya.
Kata Socialist alias Sosialis menurut kamus online yang saya temukan adalah : Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.  (Sumber Wikipedia).
Namun setelah melihat tulisan kaosnya Mas Mursid tersebut saya jadi punya definisi tentang kata Socialist (Sosialis), yakni</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gambar tanda tanya (?) dengan tulisan SOCIALIST dan dibawahnya bertebaran logo berbagai macam jejaring sosial seperti Plurk, Twitter, Facebook, Blogger, Wordpress DLL pada sebuah kaos yang dikenakan oleh kawan Mursid saat acara Sharing Offline Lan Online (SOLO) yang dihelat oleh Komunitas Blogger Bengawan, menarik perhatian saya.
Kata Socialist alias Sosialis menurut kamus online yang saya temukan adalah : Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.  (Sumber Wikipedia).
Namun setelah melihat tulisan kaosnya Mas Mursid tersebut saya jadi punya definisi tentang kata Socialist (Sosialis), yakni</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaumbiasa.com/solo-socialist.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

