Saya sedikit merasa bosan dengan tampilan awal alias startpage Firefox yang selama ini menjadi browser andalan, selain Prism dan Elinks, ketika saya mengarungi dunia maya. Tampilannya yang berwarna dasar putih rada-rada menyilaukan mata. Saat ngobrol-ngobrol dengan kawan mengenai hal ini, bahwa saya pengen ada yang berbeda dengan tampilan awal saat membuka Firefox saya. Maka dia jawab, “ganti wae startpage-nya kayak nggonku”, (ganti aja startpage-nya seperti punyaku) katanya. “Lha piye carane dab??” (Lha gimana caranya) tanya saya. Aku kan gaptek. *ngelirik soewoeng*. Maka setelah melalui obrolan yang rada lama, akhirnya saya minta dia untuk membuatkan saya sebuah startpage file yang dapat disimpan dalam hard disk sehingga dapat diubah sewaktu-waktu jika saya bosan. Akhirnya, melalui email, saya dikirimi sebuah file yang berisi tentang startpage tersebut yang telah disusun sedemikian rupa dalam wujud kode HTML. Kemudian saya tinggal melakukan beberapa edit
Sebagai pengguna Ubuntu anyaran maka saya masih penasaran dengan aplikasi jerohane Ubuntu. Salah satunya adalah PRISM, adalah sebuah browser relatif simple dan specific. Sebenarnya ini merupakan bagian dari Mozilla Labs. Sebagaimana rilisnya dalam wiki mozilla : Prism is a simple XULRunner based browser that hosts web applications without the normal web browser user interface. Prism is based on a concept called Site Specific Browsers (SSB). An SSB is an application with an embedded browser designed to work exclusively with a single web application.. Dengan Prism kita dapat membuka web yang kita inginkan secara spesifik dengan sekali klik saja. Misal, kita akan membuka GMail atau blog atau Fesbuk maka tinggal klik saja. Secara otomatis akan terbuka web yang kita kehendaki tersebut tanpa harus membuka browser yang biasa kita gunakan misalnya Firefox atau Sea Monkey atau Kazehakaze maupun Ephipany. Menggunakan browser yang biasa kita pakai terkadang akan terasa lama loadingnya ketika
Akhirnya saya beralih juga dari Jaunty ke Karmic juga. Ternyata ada hal-hal yang menarik dalam Karmic ini, dan bagi kita pengguna si Karmic Koala (Ubuntu 9.10), ada fasilitas yang belum ada di Ubuntu seri sebelumnya. Yakni, keberadaan Ubuntu Software Center. Karmic memang juga masih memerlukan beberapa hal untuk dilakukan tweaking (seperti diungkapkan Mas Suryaden disini), namun keberadaan Ubuntu Software Center ini setidaknya sedikit memudahkan kerjaan tweaking tersebut. Tanpa harus menginstal Ubuntu Tweak terlebih dulu guna melakukan tweaking. Salah satu yang menarik dari Ubuntu Software Center adalah keberadaan Marble, Desktop Globe. Sebuah atlas dalam bentuk software hasil karya KDE Education Project yang merupakan bagian dari KDE 4 Education Module for Free Open Source. Dalam Marble ini dilengkapi dengan titik koordinat letak kota yang kita cari, pada derajat lintang dan bujur berapa dia berada. Selain dapat dilihat dalam bentuk bulat (globe), dapat juga dibikin mendatar