Setelah seharian menyusuri Gunung Menoreh untuk berkunjung ke desa-desa mitra, mulai dari Borobudur sampai ke perbatasan Kulon Progo, begitu sampai rumah sambil menikmati kopi anget dan pisang goreng bikinan mama-nya Rama, saya membuka email, ternyata ada sebuah surat dari seorang sahabat yang menceritakan hasil kunjungannya ke kawasan korban lumpur Lapindo di Desa Porong, Sidoarjo. Adalah Kika Syafii, seorang kawan yang saya kenal saat acara Halal bi Halal Joglo Abang lalu. Mas Kika, menceritakan dalam suratnya itu bahwa para korban lumpur Lapindo yang sudah lebih dari 3 tahun seolah diabaikan dan dilupakan oleh pemerintah. Dan memang menurut saya, para korban lumpur Lapindo itu adalah karena ulah seorang Lapendos alias Laki-laki Penuh Dosa Dari hasil kunjungannya ke Porong Sidoarjo akhir Januari lalu, mas Kika punya sebuah inisiatif untuk membantu para korban lumpur Lapindo tersebut dengan menghidupkan Wisata Lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo dengan membuat pasar wisata