Tidak Memilih itu Pilihan

golputt

Hidup adalah memilih. Memilih sesuai dengan hati nurani. Memilih atau tidak memilih adalah pilihan.

Demikian pula ketika “resepsi” Pemilu dilangsungkan. Memilih atau tidak memilih adalah pilihan hati nurani setiap orang.  Seseorang menentukan pilihan itu selalu punya alasan masing-masing. Yang memilih punya alasan, yang tidak memilih juga punya argumen. Termasuk saya, tidak memilih adalah pilihan karena takut ikut berdosa jika ternyata yang saya pilih berbuat nggak bener.

Lalu bagaimana dengan Anda? Apa alasan Anda dalam menentukan pilihan Anda?

63 Responses to “Tidak Memilih itu Pilihan”
Andre Posted on 16 January, 2009 at 04:09
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

loh? kenapa takut ikut berdosa? menurut saya, bro tidak ikut berdosa..justru yang dipilih tersebut yang dosanya jadi berkali lipat karena membohongi kepercayaan bro..jadi disini bro sebagai korban, bukan sebagai ‘komplotan’ mereka yang ikut menanggung dosa…

[Reply]

Bangpay Posted on 16 January, 2009 at 05:00
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Lha kalo tidak memilih lantaran memang tidak bisa memilih misal karena namanya tidak kecatut sebagai pemilih kan ya itu bukan pilihan tho pakdhe?? Hahahaha malah curhat…

[Reply]

mayssari Posted on 16 January, 2009 at 07:49
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

saya juga kadang2 golput alasan saya karena visi misinya gak jelas sih…

[Reply]

Ndoro Seten Posted on 16 January, 2009 at 09:12
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

yo itu sih tergantung niate mas….
ntar minggu ngarep imlekan saya mudik magelang mas,
bisa kopdaran? kontak kulo di 081513699374

[Reply]

omiyan Posted on 16 January, 2009 at 10:05
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Tidak memilih itu memang adalah pilihan tapi ketika kita memimpikan akan adanya seorang peimimpin impian kita maka pilihan itu sebaiknya kita gunakan agar impian kita terwujud…..

[Reply]

munyukmentel Posted on 16 January, 2009 at 10:23
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Saya tidak memilih dalam Pemilu karena, pertama, saya belum percaya dengan sistim penghitungan suara dalam pemilu. Selain itu, saya juga tidak begitu kenal dengan pribadi ataupun moral calon pemimpin yang akan saya pilih :D (Hmm.. berarti mereka hrs berusaha lbh keras lagi utk bs dikenal oleh rakyatnyah)
Dan yang terakhir, karena pemerintah keliatannya kuatir bangets kalo rakyatnya banyak yang gak milih, jadi saya memilih untuk tidak memilih.
Kenapa sih pemerintah mesti takut? Kan tidak ada rekayasa atau prediksi penghitungan suara.. so.. santai ajah lageeee… :-bd

[Reply]

4d3uny Posted on 16 January, 2009 at 10:36
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

iaaaaaaaaaaaa…………
mendingan ga milih dari pada saalah milih………

[Reply]

iwan Posted on 16 January, 2009 at 10:40
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

hehehhe………..
bnar juga yah…..tak memilih tuh sebuah pilihan….
salam kenal yah

[Reply]

cebong ipiet Posted on 16 January, 2009 at 10:44
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

walaaah manusia ndak ada yg 100% bersih dari dosa mas, lah trus kalok gitu gmn? g ada yg milih semua dums, lah trus sing ngurusi negoro sopo mas? lah trus nek g enek sing ngurusi piye nuh mas? nek anarkis maning gimana nuh mas? salut buat para caleg yg sudah siap di caci maki *dibandem wong wong ki ngko aku ekkeke*

aku g milih soale g kedaptar

[Reply]

bundarie Posted on 16 January, 2009 at 12:56
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

bunda setuju..

btw makasih atas spirit dan doanya buat bunda..

[Reply]

bundarie Posted on 16 January, 2009 at 12:57
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

bunda setuju..

btw makasih atas spirit dan doanya buat bunda..

[Reply]

hilal achmad Posted on 16 January, 2009 at 13:14
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

kenapa saya ingin memilih ? saya rasa masih ada yang baik diantara yang buruk :)
lagian kalau nanti saya mencalonkan diri, kan sedih kalau pada golput

[Reply]

phery Posted on 16 January, 2009 at 15:21
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

golput atau tidak itu sudah bagian dari hak asasi manusia di negara demokrasi seperti Indonesia ini. Tapi saya memilih kok

[Reply]

haris Posted on 16 January, 2009 at 15:33
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

milih po ra yo? ato malah milih utk tidak milih?he2.

[Reply]

ladyelen Posted on 16 January, 2009 at 15:55
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

kalo ada yg ngasih uang segepok, saya akan pilih dia… hahaha
*matre mode on*

[Reply]

nA Posted on 16 January, 2009 at 17:06
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

saya kapok nyoblos2! Gak lg deh, sebelum ada yg bener-bener ‘BENER’..

Daripada milih, tp malah makan ati, mendingan makan mie ayam pake sambel yg banyak.. Ya tho mas!

Salam kenal

[Reply]

siwi Posted on 16 January, 2009 at 18:22
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Saya memilih untuk dipilih, tapi tidak suka dijadikan pilihan.
*Ga nyambung*
hihi..
:P

[Reply]

yaliyajilbaber Posted on 16 January, 2009 at 19:56
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

klo saya sih udah pasti milih pak SBY, HIDUP pak SBY!!!

[Reply]

marsudiyanto Posted on 16 January, 2009 at 20:05
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Saya memilih tidak memilih…

[Reply]

kyai slamet Posted on 16 January, 2009 at 21:37
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

saya tidak suka golput, tapi saya lebih tidak suka fatwa haram golput!

[Reply]

ciwir Reply:

sepakat

ciwir’s last blog post..Perpustakaan Warga Desa

[Reply]

sarahtidaksendiri Posted on 16 January, 2009 at 21:45
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

hehehe….jd bingung sendiri…soal memilih dan memilih untuk tidak memlih *bingung sendiri* kayaknya blm bs Qpatuskan sekarang..will see aja dech :mrgreen:

[Reply]

afie Posted on 16 January, 2009 at 22:17
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

eh kapan tha pemilunya?
*kabur…*

[Reply]

ala Posted on 16 January, 2009 at 22:17
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

diriku tidak terdaftar..jadi ya gak bisa ikutan memilih dong..asyik…gak perlu nyari alasan…hehehe

[Reply]

ikhsan Posted on 16 January, 2009 at 22:54
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

tidak terdaftar,…

[Reply]

sawali tuhusetya Posted on 16 January, 2009 at 23:54
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

sepakat dengan mas santri. tidak memilih itu juga hak politik yang layak dihargai. tak seorang pun pnya hak utk memaksa agar memilih partai tertentu. di 2009, saya masih nimbang2, hiks, kalau memang ada yang layak saya pilih, mungkin akan ikut masuk ke tps juga.

[Reply]

ario saja Posted on 17 January, 2009 at 00:43
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

yang berdosa menurut saya yang sering bohong he..he.h.e… baik itu membohongi rakyat maupun membohongi diri sendiri

[Reply]

tukang nggunem Posted on 17 January, 2009 at 01:46
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

memilih untuk tidak memilih yo memang adalah sebuah pilihan…tapi alangkah sayang kalo tidak menggunakan hak pilih kita, karena memilih dalam pemilu adalah salah satu bentuk kepedulian kita terhadap negri ini…nek aku tetep menyeleksi partai endi sik sing kiro2 sepaham ro aku, nek ra ono paling ora sing mendekati lah…

[Reply]

geRrilyawan Posted on 17 January, 2009 at 06:09
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

kalo saya bukannya memilih untuk tidak memilih, tapi cuma tidak memilih untuk memilih… :D atau belum mungkin….nggak tau kalo tiba-tiba ada pencerahan.

[Reply]

Andy MSE Posted on 17 January, 2009 at 14:55
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Saya tidak memilih karena belum pernah memilih…

[Reply]

theodora Posted on 17 January, 2009 at 16:47
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

milih ndak milih apa bangsa akan benar2 jujur dan maju???jangan tanya kenapa…..ha…ha…

[Reply]

jengtika Posted on 17 January, 2009 at 17:17
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

anu… saya malah seringnya ketiduran pas hari H nya… heheheh… jadi saya gak ikut milih T_T

pemilihan pertama saya malah di kampung perantauan, Ternate. Malah kacau sekarang…

[Reply]

arifudin Posted on 17 January, 2009 at 23:17
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

saya tidak memilih, karena tidak dipilih :mrgreen:

[Reply]

Denmasrul Posted on 17 January, 2009 at 23:42
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

kalau milih calon isteri gimana mas? :-) weleh.. nyambung gak ya sama topiknya… hehehehe

[Reply]

Kawaii Ayu Posted on 18 January, 2009 at 15:35
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Hidup ini memang pilihan mas….begitu pula dalam memilih saat pemilu….tidak memilih manapun adalah pilihan karena semua ada alasannya…..mungkin kawaii ayu akan golput aja nih nanti karena sudah bosan dengan janji janji petinggi negeri yang cuma omong kosong doang….realisasi tidak ada ketika beliau-beliau itu sudah menjadi pemimpin….

[Reply]

suwung Posted on 18 January, 2009 at 17:12
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

memilih untuk tidak memilih
rugi nggak ya?

[Reply]

firmanwy Posted on 18 January, 2009 at 23:21
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Susah untuk percaya kepada para politisi saat ini. mao yang itu… atau yang ini… kaya’nya sama aja!

[Reply]

anna Posted on 18 January, 2009 at 23:23
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

golput adalah pilihan = betul!

[Reply]

endar Posted on 18 January, 2009 at 23:42
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

saya sih kepengen tidak memilih tapi kalau golput jika dikelak kemudian ada kebijakan yang nggak benar dilarang bersuara/protes. lha wong waktu milih nggak bersuara kalau sudah tidak musim pilihan ya jangan bersuara. jadi bingung nih..

[Reply]

chic Posted on 19 January, 2009 at 14:43
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

menentukan pilihan berarti siap dengan resiko nya… :lol:

[Reply]

Edi Psw Posted on 19 January, 2009 at 19:24
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Aku juga bingung mau milih siapa nih.
Jangan sampai salah milih lagi.
Hehehe…

[Reply]

suci Posted on 19 January, 2009 at 23:07
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

kalo menurut saya, tidak memilih itu bukan pilihan. so, golput itu bukan pilihan. kalo saya memilih berdasarkan hati nurani. terdengar klise dan slogan bgt, memang, tapi memang itu kenyatannya, saya memilih sesuai keinginan saya

[Reply]

Khairuddin Syach Posted on 20 January, 2009 at 12:39
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Untuk kali ini gw akan memilih…. wakil dari PKS sapa yak? Gw pilih ntu Wir….

[Reply]

Lala Posted on 20 January, 2009 at 17:58
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Milihnya ntar aja mas kalo aku nyalon.. tapi kapan yo… :D

[Reply]

annosmile Posted on 20 January, 2009 at 23:06
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

klo saya seh..
memilih terbaik dari yang paling buruk :D

[Reply]

Abdee Posted on 21 January, 2009 at 01:11
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Kalo menurut saya “tidak memilih” itu beda dengan “tidak datang memilih”….

Saya penganut paham “tidak memilih”, artinya saya selalu datang ke TPS (untuk menunjukkan bahwa saya tidak apolitis), tapi saya tidak memilih alias golput.

Kalo “tidak datang memilih” itu bisa berarti macem2 (tdk terdaftar, ada urusan penting, dalam perjalanan antar kota, ketiduran, males, dll)…. dan itu belum pasti golput.

[Reply]

maskoko Posted on 21 January, 2009 at 06:32
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Pilihlah atau keadaan yg akan memilihmu ..

[Reply]

departa Posted on 21 January, 2009 at 08:04
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

SEmua kembali ke pribadi dan nurani masing-masing.Semoga yang terbaik akan datang buat kita semua,salam hangat :D

[Reply]

nanzzzcy Posted on 21 January, 2009 at 10:54
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

hmm.. kalo gak memilih berarti kita gak menjalankan peran kita sebagai warga negara yg baik.. :)

[Reply]

coretanpinggir Posted on 22 January, 2009 at 00:12
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Selamat memilih golput :)
Btw pakai contreng juga gak sih?… hi..hi…hi…

[Reply]

budi tarihoran Posted on 22 January, 2009 at 00:28
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

klo menurut saya sesuaikan dengan hati nurani aja,

walaupun kadang kata hati itu salah udah menjadi resiko bagi saya

[Reply]

gus Posted on 22 January, 2009 at 12:58
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

beruntunglah saya. karena sudah punya pilihan….hehehee

[Reply]

theKRy Posted on 22 January, 2009 at 13:04
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Cuman memberikan pilihan saja kan? kenapa susah? urusan sukses tidaknya dipilih…tak ada yang sempurna dlm memimpin koq.

[Reply]

Dony Alfan Posted on 22 January, 2009 at 16:35
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Tetep milih, tapi pakai metode ‘hitung kancing’ :lol:

[Reply]

redaksi Posted on 23 January, 2009 at 14:21
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

MAKSUD TERSELUBUNG CALON LEGISLATIF

Pesta demokrasi 2009, pestanya calon legislatif merebut simpati rakyat. Calon legislatif berlomba merebut garis terdepan berjanji memperbaharui kehidupan.

Namun, tatkala pesta itu usai dan mereka terpilih, anggota dewan mulai menampakkan kekakuannya. Tujuan utama mendapatkan kekayaan sebesar-besarnya melekat benar dalam saraf ingatan anggota dewan.

“Tiada hari tanpa korupsi ” slogan wajib bagi mereka. Hidup tanpa korupsi bagaikan sayur tanpa garam atau dengan kata lain hidup tiada mengenal korupsi sama dengan mati di dalam hidup, itulah prinsip mereka. Mumpung jadi anggota dewan.

Akhirnya kita hanya bisa diam!! diam!! diam!!

Membawa segala penyesalan menuju alam baka.

Sumber:www.asyiknyaduniakita.blogspot.com

[Reply]

redaksi Posted on 23 January, 2009 at 14:23
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

PESAN DARI SURGA BUAT PARA KORUPTOR

Engkau menuliskan senandung nyanyianmu di atas wajah suci kaummu; lalu engkau membiusku dan perlahan-lahan merampas hartaku… seperti itulah yang dilakukan para koruptor…

Demikianlah, negara ku kini menduduki peringakat 3 negara terkorup se-Asia Tenggara, dan aku lemas, lunglai tak berdaya di tengah melimpahnya kekayaan kita. Kalbuku mengerang kesakitan, ku meraung kepedihan menahan luka gores sayatan yang menggores batin ini oleh perselingkuhan orang kepercayaan.

Dulu dalam fahamku, kau ku pilih karena kau orang yang tepat di posisimu, kau pengelola managemen dasyat dari segala kehebatan negeriku. Maka itu ku serahkan tanpa syarat semua kepadamu. Dengan maksud kita bersama-sama menyeberangi tepian bahagia menjadi bangsa bermartabat.

Tapi kini, rencana janjimu adalah angin lalu, semua ucapan manis mu kau buang di ngarai hampa. Ketahuilah semua kepalsuan yang kau ucapkan, aku tak percaya lagi!! Aku tidak ingin bersama mu di pemilu 2009 mendatang.

Semalam dua sebelum anggota KPK datang menjemput, aku mempersiapkan sepatah dua patah untuk kusampaikan kepadamu, namun engakau persiapan hanyalah persiapan, aku tak bisa melepas siratan hati karena penjagaan ketat garda polisi.

Sekarang di antara persidangan hati sekalian, aku katakan kepadamu ” aku akan boikot pemilu tgl 5 april 2009, kami akan golput!!!” agar kau merasakan seperti apa luka yang kau berikan.

sumber:www.asyiknyaduniakita.blogspot.com

[Reply]

nico kurnianto Posted on 25 January, 2009 at 09:58
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

beneran deh saya juga gak males nyoblos sebelum ada yang layak dicoblos, masalahnya pilihan kita ini adalah pilihan yang menentukan nasib bangsa ke depannya. Jadi kalo gak ada yang bener ya buat apa nyoblos?

mending golput daripada ntar diturunin ama rakyat?

[Reply]

kyai slamet Posted on 31 January, 2009 at 08:07
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

saya tetap memilih. kalau saya memilih maka saya punya wakil, walaupun wakilnya terkadang wasy*. jadi saya tetep punya hak protes ke pemerintahan. kalau golput, berarti kita sudah pasrah. gak boleh dong kita teriak2 protes. kan gak punya wakil.
tapi yang jelas
saya benci golput tapi saya LEBIH BENCI fatwa haram golput.

[Reply]

Aisya Posted on 2 February, 2009 at 09:48
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Kalau aku pilih yang Bersih, Peduli dan Profesional.
PKS.
PKS itu……
Partai Kebal Sogokan
Partai Kita Semua
Partai Keluarga Saya
Partai Kyai dan Santri
Partai Keren Sekali
Palestina…..Kita Sayangi
:)

[Reply]

Fakhri Posted on 2 February, 2009 at 09:53
menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

Saya sepakat dengan Aisya.
Bukan karena namaku Fakhri lho…..(mirip AAC)
Tapi memang, PKS bak mutiara di dasar laut.
Ketika tidak mendalami lebih jauh tentang PKS, maka tidak akan terlihat dan berfikir imposibel. Tapi jika sudah diselami dan diketahui PKS….maka ada kilauan sejernih mutiara.
Bravo PKS.

Fakhri@Klaten…mendukung Ustadz DR Hidayat Nur Wahid

[Reply]

yuddy Posted on 31 March, 2009 at 21:36
menggunakan Firefox 3.0.8 Firefox 3.0.8 pada Windows XP Windows XP

Kalau kita-kita yang sedikit-banyak “tahu tentang politik” tidak memilih, kemudian nanti yang “tidak tahu politik” justru memilih karena selembar uang Rp.50.000,- dan yang dipilih orang yang gak tahu politik menang pemilu, kira-kira kita berdosa kagak?!

Monggo, dipun penggalih, mumpung masih seminggu lagi kita menentukan pilihan. Resapi sedalam-dalamnya makna memilih demi negara tercinta kita. Kasihan para pahlawan yang telah mengorbankan nyawa demi terbentuknya negara ini, sementara kita yang dah ngerasain enaknya, cuma disuruh “nyontreng” aja gak mau. Dimana nurani kita?!

[Reply]

ciwir Reply:

selama yg dipilih nggak ada yg baik maka tidak memilih adaalah pilihan…
menurut saya dari semua caleg itu nggak ada yg baik…

ciwir’s last blog post..Kereta di tengah Kota

[Reply]

Rian Posted on 8 January, 2010 at 17:31
menggunakan Firefox 3.5.7 Firefox 3.5.7 pada Windows XP Windows XP

kalo wajib memilih itu paksaan
tulisan Rian terbaru adalah : Hello world! My ComLuv Profile

[Reply]

Post a Comment

CommentLuv Enabled

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline