Hidup adalah memilih. Memilih sesuai dengan hati nurani. Memilih atau tidak memilih adalah pilihan.
Demikian pula ketika “resepsi” Pemilu dilangsungkan. Memilih atau tidak memilih adalah pilihan hati nurani setiap orang. Seseorang menentukan pilihan itu selalu punya alasan masing-masing. Yang memilih punya alasan, yang tidak memilih juga punya argumen. Termasuk saya, tidak memilih adalah pilihan karena takut ikut berdosa jika ternyata yang saya pilih berbuat nggak bener.
Lalu bagaimana dengan Anda? Apa alasan Anda dalam menentukan pilihan Anda?
Unknown pada
Unknown
Saya tidak memilih dalam Pemilu karena, pertama, saya belum percaya dengan sistim penghitungan suara dalam pemilu. Selain itu, saya juga tidak begitu kenal dengan pribadi ataupun moral calon pemimpin yang akan saya pilih
(Hmm.. berarti mereka hrs berusaha lbh keras lagi utk bs dikenal oleh rakyatnyah)
Dan yang terakhir, karena pemerintah keliatannya kuatir bangets kalo rakyatnya banyak yang gak milih, jadi saya memilih untuk tidak memilih.
Kenapa sih pemerintah mesti takut? Kan tidak ada rekayasa atau prediksi penghitungan suara.. so.. santai ajah lageeee… :-bd
Unknown pada
Unknown
iaaaaaaaaaaaa…………
mendingan ga milih dari pada saalah milih………
Unknown pada
Unknown
walaaah manusia ndak ada yg 100% bersih dari dosa mas, lah trus kalok gitu gmn? g ada yg milih semua dums, lah trus sing ngurusi negoro sopo mas? lah trus nek g enek sing ngurusi piye nuh mas? nek anarkis maning gimana nuh mas? salut buat para caleg yg sudah siap di caci maki *dibandem wong wong ki ngko aku ekkeke*
aku g milih soale g kedaptar
Unknown pada
Unknown
klo saya sih udah pasti milih pak SBY, HIDUP pak SBY!!!
Unknown pada
Unknown
memilih untuk tidak memilih yo memang adalah sebuah pilihan…tapi alangkah sayang kalo tidak menggunakan hak pilih kita, karena memilih dalam pemilu adalah salah satu bentuk kepedulian kita terhadap negri ini…nek aku tetep menyeleksi partai endi sik sing kiro2 sepaham ro aku, nek ra ono paling ora sing mendekati lah…
Unknown pada
Unknown
Hidup ini memang pilihan mas….begitu pula dalam memilih saat pemilu….tidak memilih manapun adalah pilihan karena semua ada alasannya…..mungkin kawaii ayu akan golput aja nih nanti karena sudah bosan dengan janji janji petinggi negeri yang cuma omong kosong doang….realisasi tidak ada ketika beliau-beliau itu sudah menjadi pemimpin….
Unknown pada
Unknown
Kalo menurut saya “tidak memilih” itu beda dengan “tidak datang memilih”….
Saya penganut paham “tidak memilih”, artinya saya selalu datang ke TPS (untuk menunjukkan bahwa saya tidak apolitis), tapi saya tidak memilih alias golput.
Kalo “tidak datang memilih” itu bisa berarti macem2 (tdk terdaftar, ada urusan penting, dalam perjalanan antar kota, ketiduran, males, dll)…. dan itu belum pasti golput.
Unknown pada
Unknown
MAKSUD TERSELUBUNG CALON LEGISLATIF
Pesta demokrasi 2009, pestanya calon legislatif merebut simpati rakyat. Calon legislatif berlomba merebut garis terdepan berjanji memperbaharui kehidupan.
Namun, tatkala pesta itu usai dan mereka terpilih, anggota dewan mulai menampakkan kekakuannya. Tujuan utama mendapatkan kekayaan sebesar-besarnya melekat benar dalam saraf ingatan anggota dewan.
“Tiada hari tanpa korupsi ” slogan wajib bagi mereka. Hidup tanpa korupsi bagaikan sayur tanpa garam atau dengan kata lain hidup tiada mengenal korupsi sama dengan mati di dalam hidup, itulah prinsip mereka. Mumpung jadi anggota dewan.
Akhirnya kita hanya bisa diam!! diam!! diam!!
Membawa segala penyesalan menuju alam baka.
Sumber:www.asyiknyaduniakita.blogspot.com
Unknown pada
Unknown
PESAN DARI SURGA BUAT PARA KORUPTOR
Engkau menuliskan senandung nyanyianmu di atas wajah suci kaummu; lalu engkau membiusku dan perlahan-lahan merampas hartaku… seperti itulah yang dilakukan para koruptor…
Demikianlah, negara ku kini menduduki peringakat 3 negara terkorup se-Asia Tenggara, dan aku lemas, lunglai tak berdaya di tengah melimpahnya kekayaan kita. Kalbuku mengerang kesakitan, ku meraung kepedihan menahan luka gores sayatan yang menggores batin ini oleh perselingkuhan orang kepercayaan.
Dulu dalam fahamku, kau ku pilih karena kau orang yang tepat di posisimu, kau pengelola managemen dasyat dari segala kehebatan negeriku. Maka itu ku serahkan tanpa syarat semua kepadamu. Dengan maksud kita bersama-sama menyeberangi tepian bahagia menjadi bangsa bermartabat.
Tapi kini, rencana janjimu adalah angin lalu, semua ucapan manis mu kau buang di ngarai hampa. Ketahuilah semua kepalsuan yang kau ucapkan, aku tak percaya lagi!! Aku tidak ingin bersama mu di pemilu 2009 mendatang.
Semalam dua sebelum anggota KPK datang menjemput, aku mempersiapkan sepatah dua patah untuk kusampaikan kepadamu, namun engakau persiapan hanyalah persiapan, aku tak bisa melepas siratan hati karena penjagaan ketat garda polisi.
Sekarang di antara persidangan hati sekalian, aku katakan kepadamu ” aku akan boikot pemilu tgl 5 april 2009, kami akan golput!!!” agar kau merasakan seperti apa luka yang kau berikan.
sumber:www.asyiknyaduniakita.blogspot.com
Unknown pada
Unknown
saya tetap memilih. kalau saya memilih maka saya punya wakil, walaupun wakilnya terkadang wasy*. jadi saya tetep punya hak protes ke pemerintahan. kalau golput, berarti kita sudah pasrah. gak boleh dong kita teriak2 protes. kan gak punya wakil.
tapi yang jelas
saya benci golput tapi saya LEBIH BENCI fatwa haram golput.
Unknown pada
Unknown
Kalau aku pilih yang Bersih, Peduli dan Profesional.
PKS.
PKS itu……
Partai Kebal Sogokan
Partai Kita Semua
Partai Keluarga Saya
Partai Kyai dan Santri
Partai Keren Sekali
Palestina…..Kita Sayangi
:)
Unknown pada
Unknown
Saya sepakat dengan Aisya.
Bukan karena namaku Fakhri lho…..(mirip AAC)
Tapi memang, PKS bak mutiara di dasar laut.
Ketika tidak mendalami lebih jauh tentang PKS, maka tidak akan terlihat dan berfikir imposibel. Tapi jika sudah diselami dan diketahui PKS….maka ada kilauan sejernih mutiara.
Bravo PKS.
Fakhri@Klaten…mendukung Ustadz DR Hidayat Nur Wahid
Firefox 3.0.8 pada
Windows XP
Kalau kita-kita yang sedikit-banyak “tahu tentang politik” tidak memilih, kemudian nanti yang “tidak tahu politik” justru memilih karena selembar uang Rp.50.000,- dan yang dipilih orang yang gak tahu politik menang pemilu, kira-kira kita berdosa kagak?!
Monggo, dipun penggalih, mumpung masih seminggu lagi kita menentukan pilihan. Resapi sedalam-dalamnya makna memilih demi negara tercinta kita. Kasihan para pahlawan yang telah mengorbankan nyawa demi terbentuknya negara ini, sementara kita yang dah ngerasain enaknya, cuma disuruh “nyontreng” aja gak mau. Dimana nurani kita?!
ciwir Reply:
March 31st, 2009 at 23:18
selama yg dipilih nggak ada yg baik maka tidak memilih adaalah pilihan…
menurut saya dari semua caleg itu nggak ada yg baik…
ciwir’s last blog post..Kereta di tengah Kota
Firefox 3.5.7 pada
Windows XP
kalo wajib memilih itu paksaan
.-= tulisan Rian terbaru adalah : Hello world! =-.
Google Chrome 4.1.249.1045 pada
Windows 7
saya memilih tidak nyoblos
Maaf, Komentar ditutup!!.
04:09