Bekerja sambil Bertamasya
Kategori Fren, Warna-WarniBulan Februari 2009, mengharuskan saya, karena tuntutan pekerjaan, untuk berkeliling beberapa daerah di Jawa Tengah dan DIY. Agendanya adalah beraudiensi dan berdiskusi dengan Dinas Kesehatan setempat yang telah memiliki Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat yang dianggap lebih mapan. Daerah-daerah tersebut adalah Purbalingga, Surakarta dan Yogyakarta.
Nah, dalam rangka itulah saya secara pribadi menamai agenda keliling-keliling ini dengan “Tur Jowo Tengah : Bekerja sambil Bertamasya”. Dengan route : Magelang-Purbalingga-Jogja-Solo-[kembali]Magelang.
Senin, 2 Februari 2009 memulai Perjalanan ke Purbalingga , saya bersama 2 (dua) orang teman mengambil jalur Magelang–Wonosobo-Purbalingga. Jalur tengah kawasan Jawa Tengah. Tujuan utamanya adalah berdiskusi Kepala UPT JPKM Dinkes Purbalingga. Plus jalan-jalan
Karena ke Purbalingga baru sekali ini [semua kota di Jateng sudah saya kunjungi kecuali Purbalingga ini], maka seperti biasa jika datang pertama kali ke sebuah kota saya selalu bertandang ke Masjid Agung-nya dulu. Masjid Agung Darussalam Purbalingga. Masjid yang dibangun pada sekitar 170 tahun lalu ini, telah beberapa kali dipugar. Pemugaran terakhir adalah pada tahun 2003 lalu. Seperti layaknya Masjid Agung dimanapun, Masjid Agung Darussalam Purbalingga juga berada disebelah barat Alun-alun Kabupaten Purbalingga.
Berlanjut ke Perpustakaan Umum Poerbakawatja. Disini saya sungguh takjub. Ada sebuah daerah yang memiliki perpustakaan umum dengan penataan yang bagus, terletak di kawasan strategis dan yang paling penting adalah banyak pengunjungnya. Tidak seperti perpustakaan umum Kabupaten Magelang yang tempatnya jlepit dan kumuh serta sempit dan panas/gerah bin sumuk ditambah nggak ada yang datang pula.
Dari Purbalingga, melanjutkan perjalanan ke Jogja pada Selasa dinihari dengan mengambil jalur sama karena harus “meletakkan” salah seorang teman di Magelang kembali. Dan selanjutnya perjalanan hanya berdua saja dengan Mas Beni. Sepanjang perjalanan Magelang-Jogja, banyak yang hal-hal aneh dijalan. Waktu mengisi angin ban mobil di perbatasan Jogja-Magelang, ketemu truk yang ada tulisan pesan moral : “ojo rumongso biso, bisoho rumongso”. Pas nyampe daerah Sleman bertemu dengan 2 (dua) orang abdi dalem Kraton Jogja dengan busana kejawen lengkap mengendari motor tapi gak pakai helm dan nggak ditilang polisi.
Sehabis dari dari kantor walikota Jogja, ketika melintas jalan Gejayan ada sebuah iklan caleg yang unik lain dari iklan caleg biasanya. Jika biasanya para caleg “menjual diri” dengan tampil necis dan dengan baju yang serba bagus maka yang satu ini cukup pakai kaos oblong lusuh dan bawa sapu.
Selesai urusan di Jogja, sore harinya bertolak menuju Kota Solo. Setelah istirahat dirumah, pagi harinya menuju Balai Kota Solo dengan ditemani Mas Joko, salah seorang staf PATTIRO Solo. Selesai urusan pekerjaan, maka giliran jalan-jalan. Salah satunya adalah mengunjungi Solo Pesta Sejuta Buku, di Grha Wisata Sriwedari. Selesai melihat-lihat dan membeli beberapa buku, kemudian makan siang di sebuah warung masakan tradisional di Jalan Rajiman yang berlabel Griya Gal-Gendu. *Ingat Gendu itu pake G & D, bukan pake K & T. Sekali lagi ingat ya… * Sore harinya langsung kembali menuju Magelang lagi dengan membawa segudang pengalaman baru dan tentu saja capek poll karena selama Tur Jowo Tengah ini gak ada yang nggantiin nyetir mobil.
catatan : foto-foto terkait silahkan liat ke fesbuk
















[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
*ora beh.., nek neng magelang melu seko musrenbangkelurahan.*
[Reply]
[Reply]
[Reply]
[Reply]
lam kenal
[Reply]
[Reply]
Wah, Mas. Pas di Solo ndak sampe malem to? Kan ada pesta makanan kalo malem di depan BTC dan PGS. Seru lhooo. Puluhan tempat makan yang enak2 (dan mahal!). Kapan2 bikin reportasenya dunk. Akhir tahun lalu pas pulkam, ga bawa kamera. Trus tahun ini insyaalah pulang pas lebaran aja. Masih lama…
*menu yang direkomendasikan : kepiting (65ribu), bakmi goreng (18ribu), kerang (25ribu), nasgor seafood (25ribu, iki uenak tenan) di stand Pak Petruk. Sate jerohan Yu Rebi. Sate buntel. Wingi maem opo meneh yo? Lali. Tapi kebanyakan super duper enaak kok
[Reply]
[Reply]
tapi mengasyikkan bener. kapan ya dapat jatah jalan-jalan lagi ke halmahera
[Reply]
-kangen maning karo kotaku siji kuwi-
[Reply]
[Reply]
lain kali ajak dong….
wah jadi pengen kesitu…biar gampang kamu ajaknya……
hahah…(nmaunya…)
[Reply]
[Reply]
Mangstavp..
[Reply]
terima nuwun
[Reply]
btw, tempatnya keren abiezz…
[Reply]
[Reply]
[Reply]
Emang enak sich … klu kerja sambil jalan-jalan … foto-fotonya cakep-cakep seperti fotografer profesional…:)
[Reply]
[Reply]
[Reply]
Sroto sokaraja…?? mesti durung nyicipi hehehe…
wajib nyicipi kuwi…
:P~~
[Reply]
enak yah liburan apalagi klo gratis…
emang mas ini kerjanya apa sih???
Husnun’s WebBlog
[Reply]
[Reply]
masjid nya bagus khan mirip nabawi..
skalipun sdh mennetap d mgl dr umur 2 thn,, tp sy kelahiran pbg :)
btw, magelangny mana??
sy di kaki gunung sumbing.. di pelosok.. tp hawany sejuk spt puncak, bogor, hehhehe.. kdg sedingin kutub utara…
dlu sy prnh bkunjung lho
[Reply]
nginstal program billing neng benteng van der wijck gombong kebumen.. hehehe
[Reply]
Wah yang seperti ini nih yang harus diperbanyak di semua daerah di Indonesia. Perpustakaan umum dengan buku-buku yang selalu up to date.
[Reply]
[Reply]
[Reply]
refreshing n dpt duit
[Reply]
Post a Comment