Bagi masyarakat Solo Raya pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Umbul Ingas atau orang biasa menyebutnya dengan Umbul Cokro, karena letak berada di Desa Cokro Kec. Tulung Kab. Klaten (tetanggaan dengan kecamatan tempatku lahir -Kec. Polanharjo- dan jaraknya cuman 5 Km aja dari rumah nenek-ku tempatku lahir).
Umbul artinya adalah sumber air yang airnya keluar dari dalam tanah secara menyembur, karena airnya mumbul atau muncrat keatas maka orang-orang menyebutnya dengan istilah umbul.
Air Umbul Ingas Cokro ini benar-benar jernih, bahkan dasar sungainya bisa kelihatan. Tidak salah apabila PDAM Kota Solo membelinya untuk dijual lagi ke masyarakat Kota Solo.
Bahkan kejernihannya juga membuat perusahaan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) ngiler untuk ikut-ikutan ngalap berkah dan rejeki dari air Umbul Ingas ini. Setidaknya sekarang ada 2 (dua) perusahaan AMDK (1 level nasional dan 1 pemain lokal) yang membangun pabriknya disini.
Kejernihan airnya dan sejuknya udara disini benar-benar nyaman untuk berwisata dan bersantai bersama keluarga bahkan pacaran juga boleh. Dalam areal taman yang rindang karena dipenuhi oleh pohon-pohon tinggi dan besar-besar, juga terdapat saung-saung rumah makan serta ada juga kolam renangnya. Dan untuk menuju areal tersebut, pengunjung musti melewati jembatan gantung yang terbuat dari kayu yang mana maksimal hanya boleh dilalui oleh 10 orang saja. Jadi kalau pas ramai ya antri dulu-lah.
Menurut saya kawasan ini dapat dipadukan dan dikonsep menjadi sebuah desa wisata. Sehingga dapat memberdayakan masyarakat setempat secara ekonomi…
Unknown pada
Unknown
salah satu alternatif tuk menikmati liburan sekolah atau liburan apalah smestinya ya,bang. Semoga banyak pengunjung datang kesana. kapan kapan aku juga mau?
Bang…lama sekali tak bersapa. Dan sennag abang masih datang menyapaku.
salam hangat selalu dan selamat malam bang
Unknown pada
Unknown
Whuaahh, Umbul Cokro. Saya dulu nyebutnya Cokro Tulung. Ternyata desa Cokro, kec. Tulung yak. Waktu kecil, saya sering kesana. Biasanya berenang aja. Uademm tenan. Yang khas memang jembatan goyangnya. Smoga ga dipermanenkan ya. Karena seru tuh buat iseng-in yang suka takut2 lewat jembatan itu, hehe *jahil*
Oya, mas. Liburan panjang bulan ini, saya mo ke Solo euy! Kangen sama nasi liwet dan mie bandung depan sami luwes. Nyami-nyami…*langsung ngiler*
Unknown pada
Unknown
sambil promo
http://hmcahyo.wordpress.com/2008/12/11/ibsn%e2%80%99s-first-e-book-beta-version-mohon-masukan/
dan
http://cantigi.wordpress.com/2008/12/09/ibsn-ibsn-blog-award/
Unknown pada
Unknown
Yen mau ngelihat aslinya, salah satu daerah yang buat settingan cerita Novel Ketika Cinta Bertasbih silahkan maen ke Cokro, btw kalo mo ke Cokro lewate dari Solo/Kartosuro naik bis arah Jogya turune di Wonosari atau Delanggu, wah pemandangane mirip cerita di Novel itu, habis mandi di umbul Cokro perut laper mampir maem ikan bakar/goreng di Janti sambil mancing ikan!!!
Unknown pada
Unknown
kangen dech maumbul yang satu ini….
dah hampir 5 tahun gk pernah mampir kesitu…
klo pulang pas lebaran mw mampir lupa mlulu///,/,./.,
kapan ya bisa jeguran disitu lagi
Firefox 3.5.7 pada
Windows XP
tak tambahin mas…tepatnya cokro tulung
ciwir Reply:
January 8th, 2010 at 16:25
hooh bener mas
.-= tulisan ciwir terbaru adalah : Kertas dan Penebangan Hutan =-.
Internet Explorer 8.0 pada
Windows XP
asslmkm…nimbrung ah…bener broy…emang bnr mantep tu air…mana dingin suetjuuek + masih alami lagi…Q juga masih pnya kenangan wktu dsno..ma anak istri…sampai2 merantau ke negri orangpun, sering q putar video dn slalu q liat fotonya…ALLAH benar2 Maha Smprna Mancptkn itu smua… Amin wsslmkm wr wb.
Maaf, Komentar ditutup!!.
20:59
Ojo ngomong pak Wardoyo yo mas.